Bandung– Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Jawa Barat periode 2024-2029 yang dilantik pada Senin ini diharapkan bisa mengangkat kuliner Jawa Barat, termasuk Kota Bandung.
Harapan tersebut diungkapkan Wakil Walikota Bandung Erwin Affandi dalam prosesi pelantikan DPD APJI, karena pemerintah daerah saat ini juga tengah mengangkat nama kuliner lokal.
“Pemerintah daerah saat ini sedang mengangkat kuliner lokal, di Pemkot Bandung, kita tengah menciptakan spot di taman-taman Kota Bandung untuk menjajakan makanan khas Bandung dan di seluruh Jabar juga demikian. Dan saya titipkan untuk kepengurusan ini bisa amanah dan mendukung maksimal langkah pemerintah,” kata Erwin di salah satu hotel di Bandung, Senin.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APJI, Tashya Megananda Yukki, mengungkapkan pengukuhan pengurus DPD APJI Jawa Barat beserta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APJI di kota dan kabupaten Jawa Barat, dapat mendorong perkembangan dunia jasa boga di Jabar.
“Kemudian kulinernya bisa dibina dengan baik. UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di bawah naungan APJI juga dibina dengan baik dan diberikan pelatihan-pelatihan yang bermanfaat. Sehingga APJI Jawa Barat bisa memberikan manfaat untuk anggota, mendukung pemerintah dan masyarakat,” ucapnya.
Ketua DPD APJI Jawa Barat, Cahya Ningsih, menyampaikan bahwa dengan pelantikan 50 pengurus DPD serta 24 DPC di kabupaten/kota se-Jabar, diharapkan mereka dapat memberikan waktu, pikiran, dan tenaga untuk menjalankan program yang telah dipersiapkan.
Program-program tersebut antara lain:
• Dukungan terhadap program pemerintah makan bergizi gratis (MBG) dengan pelatihan food handler mulai dari pemilihan bahan baku, pengemasan, hingga kebersihan untuk mencegah kontaminasi silang.
• Pelatihan dan pendampingan guna mendapatkan sertifikasi halal untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
• Konsolidasi dengan pemerintah untuk mendukung berbagai kegiatan.
• Pemberdayaan UMKM binaan agar bisa “go Indonesia” maupun “go internasional”, bekerja sama dengan pihak terkait.
Cahya Ningsih juga menjelaskan, adanya permintaan dari pihak Rusia terkait produk snack asal Indonesia bermula ketika salah satu pengurus DPP APJI hadir dalam sebuah pameran (exhibition) di sana. Dari momentum tersebut, muncul peluang baru agar produk UMKM kuliner Jawa Barat dapat menembus pasar internasional.
Salah satu pelaku kuliner Jawa Barat, Mardius Linggau, menyatakan bahwa pihaknya ingin menjadikan kuliner Jawa Barat tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga secara internasional. Ia menilai potensi kuliner Jawa Barat sangat besar dan belum tergali sepenuhnya.
“Disampaikan juga oleh Wakil Wali Kota Bandung, bahwa banyak orang sengaja datang ke Bandung hanya untuk membeli cireng. Fenomena ini menunjukkan kuliner kita menjadi alasan wisata tersendiri. APJI Jawa Barat ingin mendukung langkah tersebut. Jika kita konsisten, bukan tidak mungkin kuliner menjadi sektor wisata baru yang menyumbang besar bagi pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Barat,” kata Mardius.
Selain itu, Hendra Ciho, pengusaha kuliner dari Sumedang yang juga dilantik sebagai Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) APJI Jabar, menambahkan bahwa keberadaan APJI diharapkan menjadi wadah yang memupuk jejaring silaturahmi dan kolaborasi antar pengusaha jasa boga di Jawa Barat.
“Dengan adanya APJI ini, maka diharapkan hadirnya semangat silaturahmi antar pengusaha jasa boga atau kuliner lingkup Jawa Barat. Sehingga di dalamnya terjalin business matching atau kolaborasi yang memberikan insight positif antar pengurus maupun anggota,” ungkap Hendra Ciho, owner Warung Bakakak Sampurasun Nusasari.