Purwakarta Asuransikan Ribuan Hektar Sawah untuk Lindungi Petani dari Risiko Gagal Panen

satu news 01

- Redaksi

Rabu, 21 Agustus 2024 - 02:45 WIB

5024 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

Purwakarta // Untuk mencegah kerugian petani, Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah mengasuransikan ribuan hektar sawah melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang digagas oleh Kementerian Pertanian. Program ini melindungi petani dari risiko gagal panen akibat bencana alam atau serangan hama.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, menjelaskan bahwa program ini melindungi petani dari kerusakan tanaman yang disebabkan oleh banjir, kekeringan, dan hama. Hingga saat ini, luas areal persawahan yang diasuransikan mencapai 8.975 hektar di 17 kecamatan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Total nilai premi untuk asuransi ini mencapai Rp 1,6 miliar dengan kontribusi pemerintah sebesar 80% dan petani 20%. Petani hanya perlu membayar premi sebesar Rp 36 ribu per hektar, sementara sisanya ditanggung oleh APBN, APBD Provinsi Jawa Barat, dan APBD Kabupaten Purwakarta.

Program asuransi ini juga memberikan perlindungan tambahan berupa klaim ganti rugi hingga Rp 6 juta per hektar jika mengalami gagal panen. Ketua Kelompok Tani Saluyu, Komarudin, melaporkan bahwa klaim asuransi yang diterima sebesar Rp 23,4 juta dari kerusakan akibat banjir sangat membantu untuk modal tanam berikutnya.

Dukungan dari Penjabat Bupati Benni Irwan dan Sekretaris Daerah Norman Nugraha menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani dengan memberikan jaminan perlindungan finansial terhadap risiko gagal panen.

**Red**

Berita Terkait

Eko Mudji Menang Telak di Cikahuripan! Demokrasi RT 003 Meledak, Parade Kemenangan Pecah di Mega Residence
Final Panas Tanpa Ampun!Poper FC Bungkam Tunas Muda Lewat Drama Menegangkan
IKM Tasikmalaya Gagas Masjid Budaya Minang–Sunda, Lahan Sudah Siap Dan Ditargetkan Jadi Ikon Baru Daerah
Banjir di Setu Cikaret Kian Mengkhawatirkan, Warga Desak Rudy Susmanto Turun Tangan
Bakso & Mie Ayam Mas Karyo di Klapanunggal, Cita Rasa Istimewa dengan Harga Terjangkau
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Gerak Cepat Polsek Muara Satu, HP Mahasiswa Hilang di Kos Berhasil Ditemukan dalam Hitungan Jam
MUSDES Ciangsana 2026–2031 Tetapkan Surya Atmaja Kembali Pimpin MUI Desa, Perkuat Sinergi Keagamaan dan Pemerintah

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah

Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB

Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya

Jumat, 17 April 2026 - 13:52 WIB

625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 07:06 WIB

Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:11 WIB

Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Selasa, 14 April 2026 - 18:00 WIB

Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi

Berita Terbaru