Bandung, – Satunews.id.
Cabang olahraga Kabaddi turut meramaikan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat melalui pertandingan ekshibisi di GOR Pajajaran, Kota Bandung, Kamis (5/11/2026).
Acara pembukaan ekshibisi dihadiri Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat Prof. Dr. H. M. Budiana, http://S.IP., http://M.Si., Ketua Umum Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Jawa Barat Dr. Uung Tanuwidjaja, S.E., M.M., serta Ketua Panitia Kabaddi Insan Buana Putra, http://S.TP.. Sekdis Pemuda dan Olah Raga ( Dispora) Kota Bandung H. Hendy Maulana Yusup, S.T., M.A.P.

Kehadiran olahraga asal Asia Selatan ( India) ini menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan Kabaddi agar semakin dikenal masyarakat Jawa Barat.
Ketua Umum FOKSI Jabar, Dr. Uung Tanuwidjaja, menjelaskan Kabaddi merupakan olahraga kombinasi yang mengandalkan kecepatan, kekuatan fisik, kelincahan, strategi, serta kemampuan bela diri.
Menurut Uung, karakteristik Kabaddi cukup unik karena menggabungkan unsur permainan tradisional seperti galasin atau gobak sodor dengan teknik kontak fisik, kuncian, hingga bantingan. Karena itu, atlet yang memiliki latar belakang bela diri dinilai mempunyai modal dasar untuk mengembangkan kemampuan dalam olahraga ini.
*Cerita Pak Uung: Kabaddi dari Kisah Mahabharata, Baru Diluncurkan Tahun Ini*
Uung menceritakan asal-usul Kabaddi yang ternyata sudah sangat tua. Menurutnya, olahraga ini berakar dari kisah Mahabharata, tentang strategi perang Chakravyuha atau formasi lingkaran yang harus ditembus seorang diri.
“Aslinya, olahraga ini dari zaman Mahabharata. Jadi ceritanya itu ada formasi perang yang harus ditembus, ada yang jaga, ada yang mengunci. Nah dari situlah lahir Kabaddi ini. Makanya di Kabaddi itu ada unsur kuncian, ada yang menyerang sendirian, ada yang bertahan bersama-sama,” jelas Uung.
Uung mengaku dirinya baru saja mendapat amanah memimpin FOKSI Jabar. Karena itu, ekshibisi di Porprov XV ini menjadi peluncuran resmi pertama Kabaddi di Jawa Barat di bawah kepemimpinannya.
“Jujur saja, saya baru kemarin menjabat ini. Dulu saya tidak pegang ini, saya di cabang lain. Makanya kenapa baru sekarang ini peluncurannya, baru tahun ini kita jalankan. Tapi Alhamdulillah teman-teman pengurus langsung gerak cepat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, untuk Porprov kali ini atlet dibatasi untuk usia SMA ke atas hingga kuliah. Hal itu dilakukan karena Kabaddi membutuhkan fisik yang sudah matang, karena ada kontak fisik dan teknik bantingan.
“Atletnya kita batasi, SMA ke atas, SMA dan kuliah. Karena ini kan olahraga kontak, jadi harus yang sudah siap fisiknya. Dan mereka ini sudah persiapan, sudah seminggu lebih latihan intensif sampai hari Minggu ini. Mereka sudah siap, semangatnya luar biasa,” kata Uung.
Menurutnya, semangat para atlet inilah yang membuat ekshibisi pertama ini terasa lebih hidup. “Mereka sanggup, semangatnya wah lebih asik ya. Walaupun baru, tapi mereka sudah berani tampil. Ini yang bikin saya optimis Kabaddi akan cepat besar di Jabar,” pungkasnya.
Dalam ekshibisi tersebut diperkenalkan sejumlah format pertandingan, yakni 3 lawan 3, 5 lawan 5, dan 7 lawan 7.
“Ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan Kabaddi lebih luas di Jawa Barat. Kami ingin olahraga ini semakin berkembang dan memiliki basis atlet yang kuat,” ungkap Uung.
*Sembilan Pengcab Ikut Ekshibisi, Tetap Semangat dengan Swadaya*
Sementara itu, Ketua FOKSI Kota Bandung sekaligus Ketua Pelaksana Ekshibisi Kabaddi, Insan Buana Putra, menjelaskan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Kabaddi dalam perhelatan Porprov XV Jawa Barat.
Menurut Insan, meskipun Kabaddi tergolong cabang olahraga yang relatif baru berkembang di Jawa Barat, antusiasme masyarakat dan calon atlet menunjukkan perkembangan positif.
“Sebetulnya ini merupakan program pertama Kabaddi di Jawa Barat dalam ajang Porprov. Kami mempertandingkan enam pertandingan dengan melibatkan sembilan pengurus cabang (pengcab) dari berbagai daerah,” jelas Insan.
Sembilan pengcab yang berpartisipasi berasal dari sejumlah wilayah, Kota/Kabupaten di antaranya Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Majalengka, dan daerah lainnya.

Insan mengungkapkan, persiapan kegiatan telah dilakukan selama kurang lebih enam bulan. Sebagian besar proses persiapan diarahkan pada sosialisasi, pembentukan kepengurusan cabang, serta mengajak masyarakat untuk mengenal olahraga Kabaddi.
Menariknya, di tengah keterbatasan anggaran, penyelenggaraan ekshibisi ini tetap berjalan berkat semangat kebersamaan para pengurus dan atlet. Bahkan, sejumlah kebutuhan kegiatan dipenuhi melalui dana swadaya dan patungan.
“Alhamdulillah, teman-teman tetap semangat. Kami tidak ingin terlena dengan dukungan yang ada. Dengan kecintaan terhadap olahraga ini, kami berusaha bersama-sama agar pertandingan tetap berjalan meriah,” tuturnya.
*Potensi Besar di Sekolah*
Lebih lanjut, Insan mengatakan Kabaddi memiliki potensi besar untuk dikembangkan di lingkungan pendidikan. Saat ini sudah mulai muncul ketertarikan dari kalangan pelajar SD dan SMP, bahkan sejumlah sekolah mulai menunjukkan minat untuk menjadikan Kabaddi sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Menurutnya, Kabaddi memiliki kemiripan dengan permainan galasin yang sudah dikenal anak-anak Indonesia. Perbedaannya terletak pada adanya unsur kontak fisik, teknik mengunci, dan strategi dalam merebut poin.
“Ketika masyarakat melihat langsung pertandingan Kabaddi, biasanya mereka cepat memahami karena mirip permainan galasin, tetapi ada unsur bela dirinya. Ini yang membuat olahraga tersebut menarik,” tambahnya.
Insan juga menyebutkan Kabaddi telah berkembang di tingkat internasional dan pernah dipertandingkan dalam ajang SEA Games. Bahkan, atlet Jawa Barat pernah mendapat kesempatan mewakili Indonesia dalam kompetisi tersebut.
*Target Sosialisasi dan Pembibitan Atlet*
Ke depan, FOKSI Kota Bandung bersama FOKSI Jawa Barat akan terus memperluas sosialisasi, memperkuat pembinaan, serta mendorong terbentuknya komunitas dan ekstrakurikuler Kabaddi di sekolah maupun perguruan tinggi.
Insan berharap keikutsertaan dalam Porprov XV menjadi titik awal terbentuknya ekosistem Kabaddi yang lebih luas di Jawa Barat.
“Harapan utama kami sekarang adalah Kabaddi semakin dikenal masyarakat. Kalau sosialisasi berjalan baik dan minat masyarakat meningkat, otomatis pembinaan atlet juga akan semakin berkembang. Yang terpenting, persaudaraan di antara para atlet dan pengurus tetap terjalin meskipun pertandingan Porprov telah selesai,” pungkasnya.
Melalui ekshibisi Porprov XV ini, FOKSI Jawa Barat berharap Kabaddi tidak hanya menjadi olahraga pendatang baru, tetapi juga mampu tumbuh sebagai cabang olahraga potensial yang melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
*nengsih*


























