SDA Watch Bongkar Akar Karhutla OKI, Dorong Solusi Nyata agar Kabut Asap Tak Kembali Mengancam

satu news 01

- Redaksi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:29 WIB

500 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Palembang – Mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup dengan memadamkan api ketika kebakaran terjadi. Akar persoalan harus dibenahi, mulai dari tata kelola lahan gambut, pengawasan, penegakan hukum, hingga keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Berangkat dari persoalan tersebut, NGO Sumber Daya Alam Watch (SDA Watch) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Bongkar Penyebab Karhutla dan Cara Agar Karhutla Tidak Berulang di Kabupaten OKI” di Meeting Room Emilia Hotel Palembang, Kamis (29/10/2026), untuk merumuskan langkah pencegahan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur NGO SDA Watch, Dedek Chaniago, S.H., menegaskan bahwa perjuangan melindungi lingkungan harus melampaui kritik dan desakan kepada pemerintah. Menurutnya, organisasi masyarakat sipil juga perlu menghadirkan gagasan yang bisa diterapkan untuk mencegah bencana serupa terulang.

“Sebagai lembaga masyarakat sipil yang fokus pada persoalan lingkungan hidup, kami bukan hanya mendesak dan mengkritik. Kami juga ingin mendorong agar ke depan karhutla tidak terulang lagi,” ujar Dedek.

Ia menjelaskan, berbagai pandangan dari akademisi, aparat kepolisian, aktivis lingkungan, pemerhati gambut, masyarakat adat, dan pemerintah akan dirangkum menjadi policy brief atau dokumen rekomendasi kebijakan untuk disampaikan kepada pihak eksekutif maupun legislatif.

FGD tersebut membahas sejumlah persoalan mendasar, mulai dari penyebab kebakaran di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pengelolaan ekosistem gambut, penguatan kelembagaan desa, hingga alternatif pemanfaatan lahan melalui paludikultur.

Pembahasan juga mencakup pemulihan hidrologi gambut, sistem deteksi dini, respons cepat, pengurangan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, serta penegakan hukum. Forum ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Achmad Syarifudin, M.Sc., PU-SDA, Guru Besar Universitas Bina Darma; Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., Karo Ops Polda Sumsel; Dolly Reza Pahlevi, S.P., mantan pengurus WALHI Sumsel periode 2005–2008; Adios Syafri dari HaKI; Benny Mulyadi dari Amanah Masyarakat Adat Sriwijaya; Herwin Purnomo, S.Hut., M.Si., dari Dinas Kehutanan Sumsel; serta Raun dari Dinas Lingkungan Hidup Sumsel.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempertemukan kajian ilmiah, pengalaman lapangan, kepentingan masyarakat, dan kebijakan pemerintah dalam satu strategi pencegahan yang lebih kuat.

Dedek mengingatkan, meredanya kondisi karhutla setelah hujan turun bukan alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Dampak kebakaran tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan dan aktivitas masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terhadap paparan asap dan gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Karena itu, keberhasilan pencegahan tidak boleh hanya diukur dari berkurangnya titik panas atau padamnya api, melainkan dari kemampuan semua pihak mengatasi penyebab kebakaran hingga ke akarnya.

“Harapan kami, policy brief yang nanti kami susun bisa diakomodasi dan dijalankan. Inilah kontribusi kami sebagai lembaga yang fokus pada persoalan lingkungan hidup. Kami ingin mendorong solusi agar karhutla tidak terus berulang,” tegasnya.

SDA Watch berharap rekomendasi tersebut menjadi pijakan bagi langkah nyata pemerintah, aparat, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menjaga gambut serta melindungi warga dari ancaman karhutla dan kabut asap.

Berita Terkait

Dandim 0418/Palembang Ajak Mahasiswa UIN Raden Fatah Jaga Keutuhan Bangsa di Tengah Geopolitik Dunia
Polda Sumsel Laksanakan Kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental Personel
Rp205 Juta Digelontorkan! Pemdes Bojongnangka Bangun TPT 400 Meter, H. Amir Arsyad Apresiasi Bupati Bogor
Bertepatan dengan Sumpah Pemuda 2026, Satunews.id Sampaikan Ucapan HUT ke-67 Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor: Teguhkan Persatuan, Perkuat Pengabdian!
BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
Gandeng GP Ansor Sumsel, Kapolda Sumsel Perkuat Kerukunan dan Stabilitas Kamtibmas
Semangat Sumpah Pemuda ke-98, Lapas Kelas I Palembang Perkuat Patriotisme dan Integritas
PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR  

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:29 WIB

SDA Watch Bongkar Akar Karhutla OKI, Dorong Solusi Nyata agar Kabut Asap Tak Kembali Mengancam

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:30 WIB

Dandim 0418/Palembang Ajak Mahasiswa UIN Raden Fatah Jaga Keutuhan Bangsa di Tengah Geopolitik Dunia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Rp205 Juta Digelontorkan! Pemdes Bojongnangka Bangun TPT 400 Meter, H. Amir Arsyad Apresiasi Bupati Bogor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Bertepatan dengan Sumpah Pemuda 2026, Satunews.id Sampaikan Ucapan HUT ke-67 Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor: Teguhkan Persatuan, Perkuat Pengabdian!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:09 WIB

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Gandeng GP Ansor Sumsel, Kapolda Sumsel Perkuat Kerukunan dan Stabilitas Kamtibmas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Semangat Sumpah Pemuda ke-98, Lapas Kelas I Palembang Perkuat Patriotisme dan Integritas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:15 WIB

PULUHAN JUTA ROKOK ILEGAL DIMUSNAHKAN, BEA CUKAI SUMBAGTIM SELAMATKAN POTENSI KERUGIAN NEGARA Rp 20,56 MILYAR  

Berita Terbaru