KORVE Gerakan Indonesia Asri, Kades Citeureup Gugun Wiguna: Jangan Tunggu Lingkungan Kotor Baru Bergerak!
Satunews.id, Bogor – Kebersihan lingkungan bukan sekadar slogan, apalagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa. Tanpa kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, gerakan menjaga lingkungan berisiko berhenti sebagai kegiatan sesaat tanpa perubahan nyata. Pesan tegas inilah yang mengemuka dalam kegiatan KORVE bersama untuk mendukung Gerakan Indonesia Asri di Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa (20/10/2026).
Pemerintah Desa Citeureup menegaskan bahwa membangun lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar imbauan. Diperlukan aksi nyata, kedisiplinan warga, serta komitmen bersama untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Desa Citeureup, Gugun Wiguna, S.H., menekankan bahwa keberhasilan Gerakan Indonesia Asri tidak boleh hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan KORVE, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat setelah kegiatan berakhir.
Menurutnya, gotong royong harus menjadi kekuatan bersama dalam menjaga lingkungan, bukan sekadar rutinitas ketika ada agenda pemerintah desa.
“Melalui kegiatan KORVE ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman merupakan kebutuhan bersama. Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan kepedulian, kedisiplinan, dan keterlibatan aktif seluruh masyarakat agar kebersihan lingkungan benar-benar terjaga,” tegas Gugun.
Jangan Berhenti pada Seremonial, Aksi Nyata Harus Berkelanjutan
Gugun mengingatkan, Gerakan Indonesia Asri tidak boleh berhenti pada kegiatan bersih-bersih yang hanya terlihat saat pelaksanaan. Esensi gerakan ini justru terletak pada konsistensi masyarakat menjaga kebersihan setelah kegiatan selesai.
Persoalan sampah, saluran air yang tidak terawat, serta lingkungan permukiman yang kurang bersih membutuhkan perhatian bersama. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan dan berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan.
Karena itu, masyarakat didorong memulai langkah sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan saluran air, merawat fasilitas umum, dan memastikan lingkungan sekitar rumah tetap tertata.
“Jangan menunggu lingkungan kotor baru bergerak. Menjaga kebersihan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan terdekat. Kami berharap masyarakat tidak hanya berpartisipasi ketika ada kegiatan KORVE, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan setiap hari,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak cukup ditopang oleh program pemerintah. Kesadaran warga untuk bertindak secara mandiri dan berkelanjutan menjadi faktor penting dalam menciptakan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Gotong Royong Menjadi Tolok Ukur Kepedulian Warga
Pemerintah Desa Citeureup memandang partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun lingkungan desa yang tertib dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah desa dan warga diharapkan mampu memperkuat budaya gotong royong sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap ruang hidup bersama.
Gugun berharap semangat KORVE tidak hanya muncul ketika ada kegiatan yang terjadwal, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan kolektif yang dijalankan tanpa harus menunggu instruksi.
“Harapan kami, semangat menjaga lingkungan terus tumbuh menjadi kebiasaan bersama. Dengan kepedulian dan gotong royong seluruh warga, kita dapat mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Lingkungan yang baik bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang,” tutupnya.
Melalui kegiatan KORVE bersama ini, Pemerintah Desa Citeureup menegaskan dukungannya terhadap Gerakan Indonesia Asri sekaligus mengajak masyarakat mengambil peran nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sebab, lingkungan yang bersih tidak lahir dari slogan, melainkan dari tindakan. Gotong royong tidak cukup hanya dilakukan sesekali, dan kepedulian tidak boleh berhenti setelah kegiatan selesai. Perubahan harus dimulai sekarang, dari diri sendiri, dan dijaga bersama.
(Aminah )


























