SATUNEWS.ID
Kabupaten Bandung — Bupati Bandung HM Dadang Supriatna yang diwakili Asda I, Usman, melepas kontingen Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Bandung untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Ketua Porsadin DPC FKDT Kabupaten BBandung H. Daud Nurdin mengatakan, keikutsertaan dalam PORSADIN merupakan agenda rutin sekaligus wadah bagi santri diniyah untuk mengembangkan kemampuan di bidang olahraga dan seni.
Ia menjelaskan, PORSADIN tingkat provinsi pertama kali dilaksanakan pada 2010 di Kabupaten Sumedang. Sejak saat itu, Kabupaten Bandung selalu berpartisipasi dalam berbagai gelaran PORSADIN, mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi dan nasional.
“Alhamdulillah, Kabupaten Bandung selalu berpartisipasi dalam setiap event PORSADIN. Kegiatannya tidak hanya di tingkat kecamatan, tetapi berjenjang sampai tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.
Menurutnya, kontingen Kabupaten Bandung yang diberangkatkan ke Cianjur terdiri dari sekitar 28 peserta dan 26 official. Mereka akan mengikuti berbagai cabang yang dipertandingkan dalam PORSADIN VIII tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Insyaallah tanggal 23 sampai 25 Oktober kegiatan PORSADIN akan dilaksanakan di Cianjur. Setelah itu, dua minggu kemudian akan dilanjutkan ke tingkat nasional pada 13 November,” katanya.
Ia berharap keikutsertaan Kabupaten Bandung di Cianjur menjadi langkah awal untuk meraih prestasi lebih tinggi hingga tingkat nasional.
“Kita berharap Cianjur menjadi titik awal Kabupaten Bandung menuju tingkat nasional,” tuturnya.
Di luar agenda PORSADIN, ia juga menyampaikan perkembangan FKDT di Kabupaten Bandung yang saat ini telah memiliki kepengurusan mulai tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan.
Kepengurusan FKDT telah terbentuk di 270 desa dan 10 kelurahan. Sementara jumlah lembaga diniyah di Kabupaten Bandung disebut telah mencapai kurang lebih 3.000 lembaga, dengan sekitar 2.762 lembaga tergabung dalam FKDT.
“FKDT ini sebagai fasilitator atau corong aspirasi warga diniyah, baik kepada pemerintah daerah maupun kepada Kementerian Agama,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan lembaga diniyah tersebut didukung sekitar 13.600 guru diniyah yang selama ini turut berperan dalam pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.
“Guru diniyah bukan hanya profesi, tetapi tugas yang sangat suci. Diniyah lahir dari masyarakat, didukung masyarakat, dan kemaslahatannya akan kembali kepada masyarakat,” katanya.
Ia berharap pendidikan diniyah semakin memperkuat pendidikan agama dan karakter di Kabupaten Bandung serta menjadi penyempurna pendidikan agama yang diperoleh siswa di sekolah formal.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung, khususnya Bupati Bandung beserta jajaran, yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan PORSADIN dan pendidikan diniyah.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati melalui Asda. Alhamdulillah kami mendapatkan support, termasuk bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh pengurus FKDT menjaga kekompakan dan memperkuat silaturahmi sebagai modal organisasi untuk terus berkembang.
“Kesolidan inilah yang menjadi kekuatan FKDT. Kita dibentuk bukan hanya untuk organisasi, tetapi juga atas dasar silaturahmi. Dengan silaturahmi inilah FKDT semakin eksis sampai hari ini,” pungkasnya.
(Asp).


























