DAYEUHKOLOT, SATUNEWS.ID – Upaya pencegahan banjir terus dilakukan di Kecamatan Dayeuhkolot. Tim Pentahelix Kecamatan Dayeuhkolot melaksanakan kegiatan normalisasi saluran air sepanjang total 1.050 meter, Minggu (11/10/2026).
Normalisasi difokuskan pada dua titik, yakni drainase jalan lingkungan di RW 03 dan RW 04 Desa Dayeuhkolot sepanjang 750 meter, serta anak Sungai Cipalasari sepanjang 300 meter.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kecamatan Dayeuhkolot, Polsek Dayeuhkolot, Koramil 2407/Dayeuhkolot, MUI Desa Citeureup, Relawan PRIMA, serta partisipasi warga setempat.
Di lapangan, petugas berjibaku membersihkan endapan lumpur dan material penyumbat saluran. Kondisi saluran yang dipenuhi lumpur hitam pekat dan berbau menyengat tidak menyurutkan semangat tim untuk memperlancar aliran air.
Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto mengatakan, normalisasi ini merupakan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko genangan dan banjir saat musim hujan.
“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dan gotong royong. Kami berupaya memaksimalkan fungsi saluran agar aliran air kembali lancar,” ujarnya di sela kegiatan.
Aksi tersebut mendapat apresiasi dari warga. Warga mengaku terbantu dengan adanya normalisasi karena sebelumnya saluran sering meluap saat hujan turun.
“Kami warga RW 04 sangat merasa terbantu dengan adanya aksi bersih-bersih saluran ini. Semoga apa yang sudah dilakukan oleh para relawan membuahkan hasil untuk mengurangi resiko banjir. Terima kasih untuk tim Pentahelix dan para relawan yang sudah bekerja keras,” kata Ujang (52), warga RW 04 Desa Dayeuhkolot.
Warga lainnya, Iyah (48), warga RW 03, berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin.
“Salurannya sudah lama tidak dibersihkan, penuh lumpur hitam dan bau. Dengan dibersihkan seperti ini kami jadi lebih nyaman. Semoga warga juga semakin sadar untuk tidak buang sampah sembarangan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sehingga upaya pencegahan banjir dapat berjalan berkelanjutan.
(Asp).


























