IHSG Berbalik Menguat di Sesi I, Investor Cermati Stimulus dan The Fed
Satunews.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada perdagangan sesi I Rabu 16 September 2026 setelah dibuka melemah di awal sesi.
Pada pembukaan pagi, IHSG dibuka melemah 0,11 persen ke level 6.453,91. Namun memasuki sesi I, IHSG bergerak naik 0,36 persen ke posisi 6.484,09. Pada pukul 09.15 WIB, IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi 6.496,79 atau naik 0,55 persen.
Penguatan tersebut ditopang saham-saham komoditas dan blue chip. Di jajaran LQ45, penguatan tertinggi dicatatkan oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 3,66 persen, Adaro Energy Indonesia (ADRO) naik 2,70 persen, dan Trimegah Bangun Persada (NCKL) naik 2,19 persen.
Dari sisi eksternal, pasar global masih menanti keputusan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed). Probabilitas penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin mencapai 92 hingga 93 persen pada FOMC September ini.
Sementara dari dalam negeri, sentimen positif datang dari Paket Ekonomi 2025 yang diluncurkan pemerintah yang terdiri dari delapan program akselerasi. Termasuk program magang lulusan perguruan tinggi, perluasan PPh 21 DTP sektor pariwisata, bantuan pangan, diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi pekerja transportasi online, serta padat karya tunai.
Selain itu, rencana suntikan dana sebesar Rp200 triliun ke Bank Himbara juga menjadi katalis penguatan pasar. Bank Indonesia sendiri diprediksi masih mempertahankan BI Rate di level 5 persen.
Analis memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6.371 hingga 6.585 dengan rekomendasi saham ANTM, AADI, dan TINS untuk perdagangan jangka pendek.
(red)


























