Satunews.id
DAYEUHKOLOT – Kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan ditunjukkan melalui aksi pengecoran jalan rusak di pertigaan Jalan Menger, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Minggu malam (16/8/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pentahelix Dayeuhkolot, Himpunan Pengusaha Jalan Menger (HPJM), dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung. Seluruh anggaran pengerjaan dilakukan secara swadaya sebagai bentuk gotong royong memperbaiki infrastruktur yang vital bagi masyarakat.
Pelaksana di lapangan, Kang Yani, menjelaskan pengecoran dilakukan pada dua segmen opritan. Opritan Segmen 1 memiliki panjang 3 meter dengan lebar 13,8 meter, sementara Opritan Segmen 2 panjang 7 meter dengan lebar 5,8 meter.
“Selain pengerjaan fisik, kami juga melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Di lokasi juga dipasang papan informasi bahwa sedang ada pekerjaan pengecoran sebagai bagian dari kolaborasi Pentahelix, HPJM dan Dinas PUTR,” terang Kang Yani.

Ia menambahkan, perbaikan harus dilakukan karena kondisi jalan sebelumnya cukup parah dan rawan kecelakaan.
Sementara itu, Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menegaskan kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian bersama.
“Pengerjaan pengecoran dilaksanakan selama dua malam secara bertahap sampai jam 4 subuh. Ini sengaja kami lakukan malam hari untuk menghindari kemacetan karena lokasi ini jalur industri yang sangat padat,” ungkap Tri.
“Ini merupakan kolaborasi antara Pentahelix, HPJM dan Dinas PUTR. Anggaran secara swadaya. Kami berharap hasil pengecoran ini bisa memberikan manfaat dan meningkatkan keselamatan bagi masyarakat yang melintas,” sambungnya.
Untuk aspek keamanan, pengamanan dilakukan oleh Tim Pentahelix dan Prima Citeureup, khususnya di akses pertigaan Jalan Menger – Jalan M. Toha yang menjadi titik krusial.
Dengan rampungnya pengecoran dua segmen opritan tersebut, diharapkan kondisi jalan di pertigaan Menger menjadi lebih baik, nyaman, dan dapat menekan angka kecelakaan akibat jalan rusak.
“Kegiatan ini menjadi salah satu contoh nyata semangat gotong royong dan kolaborasi dalam menghadirkan solusi secara swadaya untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Tri.
(Asp).


























