Sosialisasi Empat Pilar, Abidin Fikri: Perlu Kesadaran Bersama Mewujudkan Gagasan Founding Father
BANDUNG, – Anggota DPR RI – MPR RI, Dr. H. Abidin Fikri, S.H., M.H. menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam memahami rangkaian proses historis lahirnya gagasan kebangsaan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar yang diselenggarakan komunitas Nyala Muda di Bandung, Sabtu (9/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri aktivis mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)*, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) serta Kelompok Perempuan Mandiri (KPM) Dewi Sartika. Hadir pula penanggap dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Nurholis, http://S.Ag., http://M.Ud.
Memahami Sejarah Lahirnya Pilar Kebangsaan
Dalam pemaparannya, Abidin Fikri menguraikan proses Proklamasi oleh para Founding Father, lahirnya Pancasila, UUD 1945, NKRI, hingga semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilar kebangsaan.
“Bahwa banyak praktik penyelenggaraan negara yang tidak sesuai dengan amanat para pendiri bangsa, bukan berarti empat pilar yang menjadi warisan para pendahulu itu tidak berguna. Tapi perlu upaya terus-menerus dari kita sebagai generasi penerus untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata,” ujar Abidin saat menanggapi pertanyaan peserta.
Ia juga menyoroti peran mahasiswa sebagai elemen kritis yang mengawal keadilan.
“Apalagi di sini banyak mahasiswa. Kalian adalah pengawal dan penentang ketidakadilan, termasuk korupsi. Sehingga penyelenggara negara di bidang hukum seperti kepolisian dan kejaksaan yang merupakan rumpun eksekutif, dapat bekerja sesuai dengan nilai-nilai Empat Pilar,” imbuh Abidin yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PDIP.
Tantangan Generasi Milenial
Sementara itu, penanggap *Nurholis* dari Fakultas Ushuluddin UIN SGD menyoroti tantangan besar konsepsi bernegara saat ini. Menurutnya, kultur generasi milenial yang dimanja gawai melahirkan “generasi rebahan”.
Mengutip filsuf Prancis, ia menyatakan “orang yang sedang lapar tak akan mau mendengar”. Ungkapan ini mengingatkan kita pada situasi ketidakadilan hari ini.
“Tantangan utama konsepsi bernegara kita adalah bagaimana mewujudkan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Abidin kembali menekankan pentingnya peran elemen masyarakat dan mahasiswa yang hadir untuk terus menyuarakan nilai-nilai kebangsaan.
Menjadi Ruang Saling Mengingatkan
Di akhir acara, Abidin mengingatkan bahwa sosialisasi ini memang tidak langsung menyelesaikan semua kekecewaan di tengah masyarakat. Namun setidaknya menjadi forum bagi seluruh warga bangsa untuk saling mengingatkan.
“InsyaAllah ke depannya ini menjadi satu pandangan bersama dalam memecahkan problematika dan tantangan kebangsaan yang kita hadapi di masa datang,” pungkasnya.
*(Red)*


























