Bobotoh Membludak, Media “Disaring”: Transparansi Acara Umuh Muchtar Dipertanyakan
Satunews.id, Sumedang – Euforia kemenangan Persib Bandung musim 2025/2026 dalam acara “Bobotoh Mancing” di kediaman Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar, di Dusun Ciluluk, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Senin (25/05/2026), justru menyisakan sorotan tajam terkait keterbukaan terhadap insan pers.
Ratusan hingga ribuan Bobotoh memadati lokasi demi merayakan keberhasilan Maung Bandung meraih gelar juara. Suasana penuh sorak-sorai, yel-yel, dan semangat kebersamaan mewarnai jalannya acara yang berlangsung meriah sejak pagi hari.
Namun di tengah gegap gempita tersebut, sejumlah awak media yang tidak masuk dalam daftar undangan disebut diminta meninggalkan lokasi secara halus oleh pihak yang mengaku dipercaya langsung oleh H. Umuh Muchtar.
Alasan yang disampaikan adalah kondisi kesehatan Umuh Muchtar yang dikabarkan mengalami kelelahan usai rangkaian kegiatan panjang perayaan juara Persib.
“Bapak Haji sudah capek dan tumbang alias kurang sehat. Mohon dimaklumi untuk segera meninggalkan tempat,” ujar pihak tersebut kepada awak media di lokasi.
Yang menjadi sorotan, pembatasan itu disebut hanya berlaku bagi media tertentu. Sementara sejumlah media lain yang telah masuk daftar undangan tetap diperbolehkan melakukan peliputan hingga acara selesai.
Situasi tersebut memicu pertanyaan di kalangan jurnalis terkait transparansi dan perlakuan berbeda terhadap media dalam kegiatan yang melibatkan massa besar dan figur publik.
“Kalau memang alasan kesehatan, tentu kami menghormati. Tapi kalau media dipilah-pilih dalam acara publik seperti ini, wajar kalau muncul pertanyaan. Jangan sampai ada kesan anti kritik atau hanya mau diliput media tertentu saja,” ujar salah seorang jurnalis yang hadir di lokasi.
Sebagai sosok publik yang selama ini dikenal dekat dengan Bobotoh dan media, langkah pembatasan tersebut dinilai kontradiktif dengan semangat keterbukaan informasi. Terlebih acara berlangsung terbuka dan dihadiri masyarakat umum dalam jumlah besar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak H. Umuh Muchtar maupun manajemen Persib Bandung terkait mekanisme pembatasan media tersebut.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian publik dan memunculkan diskusi mengenai pentingnya kesetaraan akses informasi bagi seluruh insan pers, terutama dalam kegiatan publik yang melibatkan tokoh besar sepak bola nasional.
Meski demikian, antusiasme Bobotoh dalam acara “Bobotoh Mancing” tetap menunjukkan besarnya kecintaan masyarakat terhadap Persib Bandung dan sosok H. Umuh Muchtar yang selama ini dianggap sebagai ikon perjuangan Maung Bandung.
(DA/Red)



























