Dugaan Kasus Rudapaksa, Kades : Itu Hanya Kesalahpahaman Sudah Diselesaikan Secara Kekeluargaan Kedua Belah Pihak

satu news 01

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 09:58 WIB

5014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

Kab. Bandung, || Kepala Desa Cikoneng Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung M. Ihsan Nurjaman Sulaeman angkat bicara terkait kasus Rudapaksa yang terjadi di wilayahnya.

Menurut Ihsan, Pengakuan anak terhadap orang tua dengan ramainya kasus dugaan kekerasan seksual terhadap siswi SD, yang mana beredar di media online.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahwasannya saya mengkonfirmasi kejadian tersebut terjadi 2 tahun ke belakang dan itu pun belum tentu gitu itu hanya baru terduga atau praduga gitu ” baru praduga “, Tegas Kades pada Jumat 24 Oktober 2025

Siswi tersebut itu kelas 1 SD dan si siswanya itu kelas 2 SD, dan itu belum tentu apakah itu terjadi kekerasan seksual atau tidak ! kami sebagai pemerintah Desa setelah menerima laporan tersebut langsung menindaklanjuti, Aku Ihsan.

Kami Undang kedua belah pihak untuk musyawarahkan, kedua belah pihak keluarga ternyata hanya kesalahpahaman hanya kesalahpahaman, Papar Ihsan.

Dalam musyawarahkan kita selaku pemerintah Desa dan disaksikan oleh Babinkamtibmas dibuatlah kesepakatan hitam di atas putih bahwa kedua belah pihak keluarga membuat pernyataan bahwa itu hanya kesalahpahaman, Ujar Ihsan.

” Musyawarah dilaksanakan Pada Hari Kamis sore (23/10/25) dan dihadiri kedua belak pihak Keluarga menghasilkan kesepakatan Bersama, ” Jelas Kades.

Dalam pemberitaan sebelumnya Orang Tua Korban mengatakan Dirinya, merasa kaget ketika mendengar cerita teman teman sepermainan anaknya, bahwa anaknya sudah tidak suci atau sudah tidak perawan lagi di usia dini karena perbuatan bejat dua durjana tersebut harus mendapatkan pelajaran dan sanksi.

Menurut keterangan Orangtua Korban yang didapat dari rekan seusianya, Orangtua menjelaskan bahwa awalnya Tersangka mengajak berhubungan badan kepada Teman Anaknya, namun korban menolak malah menyuruh dan memarahi serta mengancam Korban untuk melayani Napsu bejatnya tersangka.

Akibat kejadian tersebut Diduga keperwanan Korban di renggut dan dirudapaksa oleh tersangka di balik tenda tendaan, terang Orangtua korban kepada Awak Media di rumah saudaranya.

Kenyataan yang menyakitkan bagi keluarga korban adalah ketika Orangtua mendengar informasi bahwa dua Orang yang diduga pelaku dan masih berusia dibawah umur tersebut, telah mengakui memang benar pernah melakukan perbuatan yang dilakukan oleh dirinya kepada Korban ketika di interogasi oleh guru ngajinya, Jelas Orangtua Korban.

Menurut Orangtua Korban setelah menanyakan kepada Korban, memang benar pernah di masukin kelaminnya Tersangka ke kelamin Korban dengan paksa sebanyak dua Kali dan tersangka lainnya melakukan 1 Kali kepada korban yang sama, terang Orangtua.

Dan Berdasarkan keterangan dari hasil pemeriksaan di puskesmas, perawat puskesmas menerangkan bahwa ada luka dalam di kelamin Korban, dan pihak Puskesmas menyarankan untuk di lakukan visum supaya benar benar diketahui kejelasannya, lanjut Orang Tua.

“Pokoknya Saya ingin menempuh jalur hukum dan tidak ingin ada musyawarah kekeluargaan” Pungkas Orang Tua *****

Berita Terkait

Pentahelix Dayeuhkolot dan Prima Gelar Doa Bersama Sambut HUT ke-385 Kabupaten Bandung
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah
Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya
625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan
Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan
Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot
Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah

Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB

Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya

Jumat, 17 April 2026 - 13:52 WIB

625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 07:06 WIB

Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:11 WIB

Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Selasa, 14 April 2026 - 18:00 WIB

Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi

Berita Terbaru