BODOH KUADRAT

satu news 01

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 16:01 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Idat Mustari

Satunews.id — Di setiap sisi kehidupan manusia selalu ada hikmah yang bisa jadi pelajaran. Terutama mereka kaum sufi selalu saja menemukan terminoligi tentang manusia, misalnya tentang tingkatan ke – tahu – an manusia. Menurut kaum sufi, seperti  Imam Al-Ghazali, membagi  manusia menjadi empat tipe:

Pertama, “Seseorang yang tahu (berilmu) dan dia tahu bahwa dia tahu”

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

(Rojulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri). Orang ini tergolong kaum bijaksana

(al-hukamā’), yang harus diikuti dan dimintai pendapat dan

wawasannya. Orang ini adalah tipe orang berilmu. Ini adalah manusia yang memiliki kematangan psikologis. Ini adalah tipe yang paling baik. Kita butuh ilmu dari orang seperti ini. Duduk bersamanya akan menambah wawasan dan kearifan diri. Tipe manusia ini adalah tipe manusia berkualitas.

Orang ini bisa disebut ‘Alim = Mengetahui.  yang harus kita lakukan adalah Mengikutinya. Apalagi kalau kita masih termasuk dalam golongan orang yang awam . yang masih butuh banyak diajari . maka sudah seharusnya kita mencari orang yang seperti ini, duduk bersama dengannya akan menjadi pengobat hati.

Kedua, “Seorang yang tahu tetapi dia tidak tahu kalau dirinya tahu. (Rojulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri). Kaum sufi mengibaratkan

orang ini tertidur. Maka dia harus dibangunkan dan disadarkan

akan kelebihannya yang bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan

orang lain. Tipe orang seperti ini adalah orang yang punya potensi, bakat jadi orang hebat, tetapi ia tidak menyadarinya. Orang seperti ini butuh motivasi. Biasanya jika termotivasi maka berubah jadi tipe yang pertama.

Ketiga, “Seseorang yang tidak tahu tetapi dia tahu bahwa dirinya tidak tahu. (Rojulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri). Menurut Imam Ghazali, jenis manusia ini masih tergolong baik. Sebab, ini jenis manusia yang bisa menyadari kekurangannnya. Ia bisa mengintropeksi dirinya dan bisa menempatkan dirinya di tempat yang sepantasnya. Ia sadar diri atas keterbatasan pengetahuannya. Orang seperti ini bisa mengkontrol dirinya untuk tidak melakukan apa yang tidak diketahuinya.

Keempat.” Seseorang yang tidak Tahu (tidak berilmu), dan dia tidak tahu kalau dirinya tidak Tahu. (Rojulun la yadri wa la yadri annahu la yadri ). Dan menurut Imam Ghazali, inilah adalah jenis manusia yang paling buruk. Ini jenis manusia yang selalu merasa mengerti, selalu merasa tahu, selalu merasa memiliki ilmu, padahal ia tidak tahu apa-apa.

Repotnya manusia jenis seperti ini susah disadarkan, kalau diingatkan ia akan membantah sebab ia merasa tahu atau merasa lebih tahu. Jenis manusia seperti ini, paling susah dicari kebaikannya. Orang macam inilah yang disebut “bodoh kuadrat”, karena selain bodoh juga tidak tahu akan kebodohannya sendiri. Di kalangan kaum sufi untuk orang yang bodoh kuadrat disebut  jāhil murakkab yaitu orang bodoh yang tidak menyadari kebodohannya sendiri. Parahnya lagi jika orang seperti ini menjadi pemimpin.

Tipe keempat ini sangat sulit diberitahu, disadarkan. Kata orang sunda “Merekedeweng.” Udah salah ngeyel. Tentu kita berharap tidak termasuk ke tipe ini. Sebab kata Nabi Isa as,”Hanya kematianlah yang bisa menghapus sifat dari orang seperti ini.”

Wallahu’alam

Penulis Seorang Al-Faqir

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Biodigester AKSARA Hadir di Ciangsana, H. Udin Saputra Dorong Inovasi Pengolahan Limbah dan Energi Ramah Lingkungan
Hari Santri Nasional 2026, H. Junaidi Samsudin Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Ulama dan Belajar Sepenuh Hati
Hari Santri Nasional 2026, Kades Uwes Wijaya Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas
Hari Santri Nasional 2026, DPC PPP Kabupaten Bogor Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas
Launching BKK Akselerasi 2026, Desa Gunung Putri Alokasikan Rp1,5 Miliar untuk 12 Program Pembangunan
Hari Santri 2026, H. Udin Saputra dan Hj. Silvia Maharani: Santri Pilar Moral Bangsa, Penguat Indonesia Emas
KORVE Gerakan Indonesia Asri, Kades Citeureup Gugun Wiguna: Jangan Tunggu Lingkungan Kotor Baru Bergerak!
Pemdes Cikeas Udik Mulai Realisasi BKK Akselerasi 2026, Alokasi Rp1,5 Miliar Prioritaskan Betonisasi Jalan di Tiga Wilayah
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:04 WIB

Api Melalap Rumah Jurnalis di Palembang, Dugaan Korsleting Listrik Jadi Perhatian

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:32 WIB

LANSIA YANG LOMPAT DARI JEMBATAN MUSI IV DITEMUKAN BASARNAS MENGAPUNG MENINGGAL DUNIA

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Hari Santri Nasional 2026, H. Junaidi Samsudin Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Ulama dan Belajar Sepenuh Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Kades Uwes Wijaya Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Hari Santri Nasional 2026, DPC PPP Kabupaten Bogor Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Polda Sumsel Tindak Penipuan Berkedok Rekrutmen CPNS, Ingatkan Masyarakat Hindari Jalur Tidak Resmi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Polda Sumsel Gelar Binrohtal Rutin Perkuat Keimanan dan Integritas Personel  

Berita Terbaru