Akamsi Berinisial (A) di Kutawaringin Kab Bandung mengamuk dan menenteng golok setelah tidak mendapatkan THR

Satunews.id

- Redaksi

Selasa, 1 April 2025 - 18:04 WIB

5038 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab. Bandung, Satunews.id – Video seorang pria bertingkah preman di Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, viral di media sosial. Pelaku mengamuk sambil menenteng golok setelah tidak mendapatkan tunjangan hari raya (THR) yang dimintanya.

Dalam rekaman yang beredar, pria yang mengenakan jaket hitam itu datang dengan penuh emosi, mengaku telah dipukul, serta menyebut dirinya sebagai “anak kampung sini” (akamsi) dan pengurus salah satu karang taruna. Beberapa warga berusaha menenangkan, tetapi aksi brutalnya terus berlanjut.

Kapolsek Soreang, Kompol Ivan Taufiq, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan insiden itu terjadi di Kampung Sukawangi Kaler, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, pada Selasa (25/3/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga kini, pelaku masih dalam pengejaran polisi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaku masih dalam pencarian,” ujar Ivan saat dikonfirmasi, Selasa (1/4/2025).

Pelaku berinisial A awalnya mendatangi korban untuk mempertanyakan kejelasan proposal THR yang diajukannya. Namun, ketika korban menolak memberikan uang, A langsung naik pitam. Korban yang mencoba melawan justru semakin memancing amarah pelaku.

“A mendorong tubuh korban, lalu pergi. Tapi tak lama kemudian, dia kembali dengan membawa golok,” ujar Ivan.

Tanpa pikir panjang, A mulai merusak pagar rumah korban, lalu berusaha mendobrak pintu depan. Tak cukup sampai di situ, ia masuk ke dalam rumah dan berteriak, “Kenapa saya dipukul?” sambil mengacungkan golok ke arah korban yang ketakutan.

Aksi brutal ini akhirnya dihentikan oleh warga setempat yang datang melerai. Melihat situasi mulai tak terkendali, A pun kabur.

Tak terima dengan ancaman dan perusakan rumahnya, korban segera melapor ke Polsek Soreang. Polisi langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan.

“Korban dan keluarganya syok, sementara rumah mengalami kerusakan akibat aksi pelaku,” kata Ivan.

Saat ini, kepolisian terus memburu A untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melapor jika mengetahui keberadaan pelaku.

Premanisme tak bisa dibiarkan! Polisi memastikan akan menindak tegas siapa pun yang meresahkan warga. (Red)

Berita Terkait

Eko Mudji Menang Telak di Cikahuripan! Demokrasi RT 003 Meledak, Parade Kemenangan Pecah di Mega Residence
Final Panas Tanpa Ampun!Poper FC Bungkam Tunas Muda Lewat Drama Menegangkan
Banjir di Setu Cikaret Kian Mengkhawatirkan, Warga Desak Rudy Susmanto Turun Tangan
Pentahelix Dayeuhkolot dan Prima Gelar Doa Bersama Sambut HUT ke-385 Kabupaten Bandung
Bakso & Mie Ayam Mas Karyo di Klapanunggal, Cita Rasa Istimewa dengan Harga Terjangkau
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
MUSDES Ciangsana 2026–2031 Tetapkan Surya Atmaja Kembali Pimpin MUI Desa, Perkuat Sinergi Keagamaan dan Pemerintah
Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah

Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB

Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya

Jumat, 17 April 2026 - 13:52 WIB

625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 07:06 WIB

Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:11 WIB

Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Selasa, 14 April 2026 - 18:00 WIB

Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi

Berita Terbaru