Proyek Sungai Buatan Senilai Rp 97 M di Area PT. Garam Tak Jelas Asas Manfaatnya

satu news 01

- Redaksi

Selasa, 4 Februari 2025 - 14:55 WIB

5061 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek Sungai Buatan Senilai Rp 97 M di Area PT. Garam Tak Jelas Asas Manfaatnya

Sumenep, Satunews.id – Proyek misterius tersebut digagas oleh Kementerian Perindustrian RI untuk meningkatkan produktivitas PT. Garam tahun anggaran 2012 menelan anggaran senilai Rp 97 Miliar menjadi polemik di kalangan masyarakat.

Proyek ini awalnya bertujuan untuk mengoptimalkan suplay air laut dan memperbaiki infrastruktur di area PT. Garam, dengan harapan dapat mendongkrak produksi Garam Nasional, namun PT. Garam terkesan acuh terhadap proyek ini.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui proyek tersebut meliputi pembangunan sungai buatan sepanjang kurang lebih 1 kilometer, termasuk dinding pengaman tanggul yang terbuat dari bambu di area lahan PT. Garam, tepatnya di area penampungan air laut yang berlokasi di Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Proyek senilai Rp 97 Miliar ini, tidak dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Proyek tersebut justru menuai kontroversi dan kekecewaan dari berbagai pihak, karena menimbulkan masalah baru serta merusak tatanan yang sudah ada.

Menurut keterangan dari warga yang enggan disebutkan namanya, proyek ini merupakan proyek siluman karena dari pihak kontraktor pelaksana dan konsultan perencanaan serta konsultan pengawas semuanya tidak becus.

“Terlihat jelas dari kualitas pekerjaan yang buruk dan tidak sesuai dengan standar yang diharapkan, karena kurangnya pengawasan dan perencanaan yang matang serta dinilai gagal total,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pinggir Papas, H. Obet, kepada awak media ini menyampaikan bahwa sungai buatan sepanjang kurang lebih 1 kilometer tersebut merupakan proyek gagal dan belum diuji coba serta belum diserah terimakan ke PT. Garam hingga saat ini.

“Itu proyek gagal, sungai buatan itu sebagian menggunakan akses jalan keseharian masyarakat yang digunakan,” ujar H. Obet pada Senin, 03/02/2025.

H. Obet menambahkan, sungai buatan yang tidak jelas manfaatnya tersebut telah menyebabkan banyak kesulitan bagi masyarakat sekitarnya.

“Seperti contoh ketika ada orang meninggal, akses itu susah untuk dilalui masyarakat menuju ke pemakaman. Bahkan, banyak masyarakat pengangkut garam terjungkal sampai patah tulang,” ungkapnya.

“Dengan kejadian tersebut masyarakat desa Pinggir Papas berupaya patungan untuk menimbun sungai buatan tersebut, khawatir menelan korban yang lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Hingga berita ini ditayangkan belum ada keterangan resmi dari pihak PT. Garam mengenai proyek misterius ini.

Masyarakat berharap agar kasus ini segera diusut tuntas dan menemukan titik terang terkait penggunaan anggaran Negara yang tidak jelas, serta berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi Pemerintah dan pihak terkait untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan dan melaksanakan proyek – proyek pembangunan.

(bnu hajar)***

Berita Terkait

IKM Tasikmalaya Gagas Masjid Budaya Minang–Sunda, Lahan Sudah Siap Dan Ditargetkan Jadi Ikon Baru Daerah
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Gerak Cepat Polsek Muara Satu, HP Mahasiswa Hilang di Kos Berhasil Ditemukan dalam Hitungan Jam
Lantik Ketua dan wakil Ketua Baznas OKU, Teddy: Langsung Kerja Jangan Banyak Retorika BATURAJA – Bupati Ogan Komering Ulu
Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya
Bupati OKU Gandeng Danantara, RDF Plant Jadi Solusi Sampah
HKG PKK ke-54 OKU, Zwesty Ajak Kader Tetap Bergerak Meski Efisiensi
Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Bupati OKU dan BPR Baturaja Bawa Pulang 3 Trofi TOP BUMD 2026

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 23:33 WIB

“Sidak Tak Digubris, Aktivitas Galian C di Cikahuripan Diduga Berubah Jadi Pembuangan Sampah Ilegal”

Senin, 20 April 2026 - 15:55 WIB

Eko Mudji Menang Telak di Cikahuripan! Demokrasi RT 003 Meledak, Parade Kemenangan Pecah di Mega Residence

Senin, 20 April 2026 - 15:51 WIB

Final Panas Tanpa Ampun!Poper FC Bungkam Tunas Muda Lewat Drama Menegangkan

Senin, 20 April 2026 - 10:48 WIB

Banjir di Setu Cikaret Kian Mengkhawatirkan, Warga Desak Rudy Susmanto Turun Tangan

Minggu, 19 April 2026 - 20:56 WIB

Bakso & Mie Ayam Mas Karyo di Klapanunggal, Cita Rasa Istimewa dengan Harga Terjangkau

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Minggu, 19 April 2026 - 13:44 WIB

MUSDES Ciangsana 2026–2031 Tetapkan Surya Atmaja Kembali Pimpin MUI Desa, Perkuat Sinergi Keagamaan dan Pemerintah

Sabtu, 18 April 2026 - 12:46 WIB

BLT-DD 2026 Disesuaikan, 82 Warga Desa Lulut Tetap Terima Bantuan dengan Prioritas Lansia

Berita Terbaru