Pdt. Niko Nyotorahardjo Memberikan Berkat Kepada Gerakan Indonesia Berdoa

- Redaksi

Rabu, 6 November 2024 - 23:07 WIB

5054 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

Jakarta – Panitia Doa Bagi Bangsa mendapat kehormatan duduk di kursi paling depan pada acara Menara Doa Pelayan Jemaat (MDPJ). Gedung Sentul International Convention Center (SICC) yang memiliki kapasitas 12.000 orang yang nyaris terisi penuh, bahkan ruang ekstensi terlihat dipenuhi oleh pengerja. Pelayan Jemaat menunjukkan antusias terhadap doa, pujian dan penyembahan. Terlihat juga saat pujian penyembahan dinaikan, ratusan anak-anak muda maju kedepan panggung, menyatakan sukacita dan bersyukur kehadirat Tuhan. Kegiatan yang diisi dengan pengajaran teologi dan penyampaian pesan firman Tuhan oleh Gembala Pembina Pdt. Dr. Ir. Niko Nyotorahardjo mengenai Kunjungan ke Azusa Street Prayer Tower (APT) di Los Angeles, Kesaksian yang terjadi pada Simposium Pentakosta Ketiga, di Cleveland, Tennessee, mengenai Pentakosta ketiga adalah penuaian jiwa besar-besaran akan terjadi.

Serta tahun Ibrani 5785 sebagai Tahun Pey Hey, membawa makna mendalam tentang pentingnya mulut dan kasih karunia.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah Ibadah panitia yang diwakili Pdt. Andy Markus, Pdt Suyapto Tandyawasesa, Cecilia T Sianawati, Antonius Natan, Batara Sihombing, Julfikar Nainggolan, Santoso, Danny Soepangat, Jenny Karo-Karo dan Risma Silalahi, diijinkan memasuki ruangan Pdt Niko untuk didoakan secara khusus satu persatu. Pdt. Niko Nyotorahardjo memberikan berkat kepada Gerakan Indonesia Berdoa untuk menggalang doa kesatuan gereja-gereja yang akan membawa penuaian jiwa-jiwa.

Gerakan Indonesia Berdoa
Gerakan Indonesia Berdoa adalah inisiatif yang bertujuan untuk menggalang doa bersama bagi bangsa Indonesia, khususnya menjelang Pilkada yang akan berlangsung pada 27 November 2024. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk berdoa demi terciptanya suasana aman dan damai selama proses pemilihan.

Tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk memohon perlindungan dan campur tangan Tuhan agar Pilkada dapat berlangsung aman, damai tanpa konflik dan kekerasan. Dalam konteks Tahun Pey Hey, gerakan ini menjadi sangat relevan karena menekankan pentingnya doa (mulut) untuk mendapatkan kasih karunia ganda. Dengan berdoa, diharapkan bangsa Indonesia dapat menerima berkat dan kasih karunia yang melimpah, sehingga proses demokrasi dapat berjalan dengan lancar dan damai.

Tahun 5785 dalam kalender Ibrani, yang dikenal sebagai Tahun Pey Hey, membawa makna mendalam tentang pentingnya mulut dan kasih karunia. Huruf Pey dan Hey mengingatkan kita akan kekuatan kata-kata dan berkat yang dapat diperoleh melalui doa dan komunikasi positif. Dalam dekade Pey, fokus pada mulut sebagai alat untuk menyampaikan kasih karunia menjadi sangat penting.
Gerakan Indonesia Berdoa, yang bertepatan dengan Tahun Pey Hey, menekankan pentingnya doa bagi bangsa Indonesia, khususnya menjelang Pilkada. Dengan berdoa, diharapkan kasih karunia ganda dapat dicurahkan, membawa kedamaian dan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia. Harapan untuk masa depan adalah agar setiap individu dapat menggunakan mulutnya untuk menyebarkan kasih karunia dan berkat, sehingga tercipta masyarakat yang harmonis dan damai.

Makna Huruf Ibrani Pey dan Hey
Kalender Ibrani adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh orang Yahudi di seluruh dunia. Kalender ini memiliki perbedaan mendasar dengan kalender Gregorian yang umum digunakan, terutama dalam hal penentuan tahun baru dan perhitungan bulan. Kalender Ibrani menggabungkan unsur-unsur lunar dan solar, sehingga setiap bulan dimulai dengan bulan baru dan tahun baru biasanya jatuh pada musim gugur. Tahun 5785 dalam kalender Ibrani dimulai pada tanggal 3 Oktober 2024 dan berakhir pada 23 September 2025. Tahun ini dikenal sebagai Tahun Pey Hey, yang memiliki makna simbolis mendalam dalam tradisi Yahudi.
Dalam alfabet Ibrani, setiap huruf memiliki nilai numerik dan makna simbolis. Huruf Pey (פ) memiliki nilai numerik 80 dan secara simbolis digambarkan sebagai mulut. Mulut dalam konteks ini melambangkan komunikasi, ekspresi, dan kekuatan kata-kata. Sementara itu, huruf Hey (ה) memiliki nilai numerik 5 dan melambangkan kasih karunia. Kasih karunia dalam tradisi Yahudi sering kali dikaitkan dengan berkat dan kemurahan Tuhan.
Ketika angka 5 muncul dua kali dalam konteks Tahun Pey Hey, ini diartikan sebagai kasih karunia ganda. Kasih karunia ganda ini dianggap sebagai berkat yang melimpah yang akan dicurahkan kepada mereka yang menggunakannya dengan bijaksana. Kunci untuk menerima kasih karunia ini adalah melalui mulut, yang berarti pentingnya doa, ucapan syukur, dan komunikasi positif.

Dekade Pey dan Lebih Banyak Berdoa
Dekade Pey, yang dimulai pada tahun 5780, menekankan pentingnya mulut dalam kehidupan spiritual. Dalam dekade ini, ada fokus pada bagaimana kata-kata dapat membangun atau menghancurkan, memberkati atau mengutuk. Mulut menjadi alat yang kuat untuk menyampaikan kasih karunia dan berkat kepada orang lain. Dalam konteks spiritual, dekade ini mengajak individu untuk lebih berhati-hati dalam berbicara dan lebih banyak berdoa.

Hubungan antara mulut dan kasih karunia dalam dekade Pey menunjukkan bahwa melalui kata-kata yang diucapkan, seseorang dapat menarik kasih karunia Tuhan. Ini menggarisbawahi pentingnya doa dan komunikasi yang penuh kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Pastikan semua orang percaya di Indonesia, bahkan para diaspora yang berada diberbagai negara turut berdoa untuk Pilkada dan pastikan kemenangan ada dipihak kita.
Pro Ecclesia Et Patria [R_KFS74D]

Berita Terkait

Kalapas Kelas I Palembang Perkuat Tugas dan Fungsi Jajaran  
PNSB Sumsel Kepung Empat Titik Palembang, 5.000 Masker Dibagikan di Tengah Asap
BNN Gelar Pasanggiri Kawih Sinom, Gaungkan Perang Melawan Narkoba Lewat Seni Sunda
Pemkot Bandung Targetkan Raih Pendapatan Daerah Rp7,46 Triliun Pada APBD 2027
Dukung Program Prioritas Kapolri, Puslitbang Polri Gelar Penelitian Kamseltibcarlantas Berbasis Teknologi di Polda Sumsel
Pisah Sambut Kalapas Kelas I Palembang, Estafet Pengabdian Berlanjut  
Tenggelam Di Sungai Komering Bocah 10 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia  
Kolong Jembatan Pasopati Harus Bersih, Sekda Herman Dorong Penanganan Sampah dari Hulu

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:31 WIB

Kalapas Kelas I Palembang Perkuat Tugas dan Fungsi Jajaran  

Selasa, 15 September 2026 - 14:12 WIB

PNSB Sumsel Kepung Empat Titik Palembang, 5.000 Masker Dibagikan di Tengah Asap

Selasa, 15 September 2026 - 08:27 WIB

BNN Gelar Pasanggiri Kawih Sinom, Gaungkan Perang Melawan Narkoba Lewat Seni Sunda

Selasa, 15 September 2026 - 08:19 WIB

Pemkot Bandung Targetkan Raih Pendapatan Daerah Rp7,46 Triliun Pada APBD 2027

Senin, 14 September 2026 - 17:53 WIB

Pisah Sambut Kalapas Kelas I Palembang, Estafet Pengabdian Berlanjut  

Senin, 14 September 2026 - 15:16 WIB

Tenggelam Di Sungai Komering Bocah 10 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia  

Minggu, 13 September 2026 - 08:24 WIB

Kolong Jembatan Pasopati Harus Bersih, Sekda Herman Dorong Penanganan Sampah dari Hulu

Sabtu, 12 September 2026 - 21:13 WIB

Jajaran Pemasyarakatan Sumatera Selatan Laksanakan Penanaman Pohon di Lapas Pagar Alam

Berita Terbaru