Jacob Ereste : Mafia Narkoba dan Judi Tetap Akan Langgeng dan Lestari Selama Aparat Masih Dibiarkan Terlibat

- Redaksi

Minggu, 3 November 2024 - 09:59 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


BANTEN, Satunews.id – Tingkat penyalahgunaan wewenang aparat pemerintah sudah melampaui batas yang sangat gawat. Korupsi untuk berbagai proyek tidak lagi menjadi pilihan terbaik bagi mereka, karena terlalu mudah dan gampang terbongkar dan tertangkap. Karena itu model mengkomersialkan jabatan serta wewenang semakin marak. Mulai dari mengubah undang-undang dan peraturan hingga memberi perlindungan atau semacam upaya menutupi kesalahan hingga memberi kemudahan untuk melakukan tindakan yang curang.

Dari proses pembahasan hingga pengesahan UU Cipta Kerja yang masih belum terselesaikan juga sampai hari ini, kuat diduga terjadi transaksi dalam nilai yang tidak kecil jumlahnya. Belum lagi pada ranah politik yang begitu gaduh saat menjelang Pemilu 2024, sehingga sesuatu yang tidak mungkin bisa dilaksanakan dengan mulus. Kecuali itu, budaya dalam politik yang dikembangkan dalam bentuk perangkap bagi binatang buas, dibangun agar dapat digunakan sebagai alat menyandera para tokoh yang dianggap perlu diatur agar bisa bertekuk lutut dibawah kendali penguasa tunggal yang masih punya birahi untuk terus berkuasa.

Model terbaru dari penyelewengan jabatan maupun kekuasaan itu dilakukan dalam pemberian kemudahan impor terhadap berbagai barang mewah hingga kebutuhan bahan pangan bagi rakyat yang kemudian telah menimbulkan kesusahan bagi petani yang berharap memperoleh hasil untuk meningkatkan kesejahteraan hidup bagi keluarganya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu dalam perkembangan dari budaya usaha yang baru, sindikat atau mafia peredaran narkoba serta perjudian menjadi semakin marak. Soalnya bukan saja lantaran himpitan ekonomi yang semakin berat, tetapi peluang untuk usaha haram itu memang menjadi lapak yang dapat dimanfaatkan, ketika banyak orang ingin keluar dari kemiskinan yang makin akut dan mengerikan.

Inti utamanya dari memperolehnya tempat bagi narkoba dan perjudian itu adalah hasrat untuk melepaskan diri dari segenap himpitan, utamanya ekonomi hingga hasrat untuk cepat menjadi orang kaya.

Berita yang cukup heboh sampai hari ini — sejak akhir bulan Oktober 2024 — adalah masalah tersangka sejumlah pegawai Kementerian Komunikasi dam Digital (Komdigi) yang diringkus Polisi Daerah Metro Jaya membeberkan pendapatan dari pengecualian pemblokiran terhadap sejumlah situs judi online (Judol) itu sungguh sangat menggiurkan. Dari setiap situs yang mau dibebaskan pemblokirannya itu, mereka bisa memperoleh paling sedikit Rp 8,5 juta dari per situs yang dibebaskan dari pemblokiran aparat Kementerian Komdigi yang culas ini. Sedang gaji mereka setiap bulan tidak segede itu juga.

Bayangkan, dari penggeledahan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 1 November 2024 di Kantor Satelit Pemantauan Sistem Komdigi, Bekasi Selatan, Jawa Barat itu terungkap juga ada 5.000 situs judol yang terjaring, 1.000 diantaranya yang mereka kelola untuk menghasilkan pundi-pundi haram dari usaha yang juga haram itu. Artinya, jika dari jumlah ditus judol yang “diolah” oleh pegawai yang ingin cepat kaya itu, setiap bulan sudah bisa mendulang uang ekstra sebesar Rp 8.500.000.000. Soalnya, siapa saja yang menikmati dana haram itu, tentulah tidak mungkin dapat mereka telah sendiri dengan mengabaikan pihak atasan mereka yang mungkin saat itu bersikap tutup mata.

Kasus serupa ini tampak jelas dalam jaringan mafia narkoba, mulai dari proses penangkapan hingga saat di pengadilan — bahkan pada waktu menjadi penghuni lembaga pemasyarakatan (LP) para pelakunya dapat menjalani hidupnya dengan riang gembira tidak hanya karena bisa mendapat fasilitas yang diinginkan sesuai selera dan suka cita pelakunya — tapi juga dapat memperoleh keleluasan atau lebih bebas dan nyaman mengendalikan peredaran dari dalam lembaga pemasyarakatan, seperti yang sudah berulang tertangkap basah. Akibatnya, petugas LP pun kebagian sanksi, meski selalu dikenakan yang paling ringan. Karena memang banyak petugas LP itu yang mendapat perlindungan dari atasannya juga.

Jadi begitulah, mafia narkoba serta usaha perjudian di Indonesia memiliki semacam induk semang yang terus bersambung melakukan pemeliharaan dan perawatan hingga terus hidup karena dapat menghasilkan uang dengan cepat yang tidak kecil jumlahnya. Dan ingat kasus Jendral Sambo yang langsung meredup, sehingga semua orang yang ada di sekelilingnya bisa nyaman dan tenteram sampai sekarang. Dan hukumannya pun akan terus mendapat pengurangan serta keringanan. Sebab “hepeng na mangtur nagaron”, kata Ucok dari Medan.

Sumber : Jacob Ereste – Banten, 2 November 2024

Berita Terkait

Program SASARSADESA Ciangsana Kian Nyata, Puluhan Calon Mahasiswa Serahkan Berkas Beasiswa ke IPWIJA untuk Wujudkan Generasi Unggul Desa
Dukung Swasembada Pangan, Satlantas Polres Bogor Turun Langsung Tanam Jagung Bersama Masyarakat
Pahami UHC dengan Benar, Akses Layanan Kesehatan Warga Bandung Makin Mudah dan Terjamin
Pemkot Bandung dan DPRD Sahkan Dua Perda Strategis untuk Perkuat Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat
Pemkot Bandung Ajukan Tiga Raperda Strategis, Fokus Atasi Sampah dan Perkuat Infrastruktur Pelayanan Publik
Ketua APALOG Kabupaten Bogor Apresiasi Kinerja Kepolisian, Serukan Pengemudi Logistik Bangun Kemitraan demi Keselamatan di Jalan
Kajati Jabar Lantik Kajari Kabupaten Sukabumi dan Koordinator Baru, Tegaskan Integritas serta Profesionalisme Penegakan Hukum
Pemdes Sukau Mergo Mulai Realisasikan Dana Desa 2026, Bangun Jalan Usaha Tani dan Rabat Beton untuk Dorong Produktivitas Warga

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:22 WIB

SMKN 2 Palembang dan Yayasan Vokasi Siapkan Pencari Kerja Siap Pakai, Suparman: Lulusan Langsung Terhubung ke Dunia Industri

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:04 WIB

Rutan Kelas I Palembang Salurkan Bantuan Sosial kepada Keluarga Warga Binaan, Wujud Kepedulian dan Penguatan Hubungan dengan Masyarakat

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:05 WIB

Kasdim 0418/Palembang Buka Kegiatan Persami Korps Kader Republik Indonesia (KKRI) di Bumi Perkemahan Candika

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:55 WIB

Karya Bakti Gerakan Indonesia Asri di BKB, TNI dan Pemkot Palembang Bersihkan Kawasan Ikon Kota

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:50 WIB

Kemensos melalui Sentra Budi Perkasa Gelar Bakti Sosial Terintegrasi di Kota Palembang, Salurkan Layanan dan Bantuan bagi 507 Pemerlu Atensi Sosial

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:46 WIB

Kepala Rutan Kelas I Palembang Tinjau Pelatihan Barista, Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Produktif

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:55 WIB

Buka JAMDA IX Sumsel 2026, Wagub Cik Ujang Dorong Pramuka Kuasai Teknologi dan Perkuat Ketahanan Pangan

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:23 WIB

Perkuat Kompetensi Aparat Penegak Hukum, Lapas Kelas I Palembang Hadiri Forum Pengembangan Kapasitas Aparat Penegak Hukum

Berita Terbaru