Resolusi 2024 Pemkot Bandung, Bangun Kota Mulai dari Tingkat RW

satu news 01

- Redaksi

Kamis, 11 Januari 2024 - 03:44 WIB

5025 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SATU NEWS.ID– Bandung | Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meramu sejumlah resolusi untuk meningkatkan pembangunan. Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono memaparkan, seluruh elemen memiliki peran penting karena pembangunan perlu dilakukan mulai dari tataran kewilayahan terkecil seperti RT dan RW.

“Penyelenggara pemerintah lingkup kewilayahan dan lembaga informal mengakselerasi permasalahan yang ada di Kota Bandung. Kita dibantu PKK dan kader posyandu, bahkan sampai ke ranah RT RW. Dalam struktur penyelenggaraan pemerintahan sudah relatif cukup, tinggal bagaimana kita reoptimalisasi di semua struktur,” ungkap Bambang, Rabu 10 Januari 2024 .

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan, potensi Kota Bandung yang akan ditingkatkan di tahun ini terdapat pada sektor jasa dan pariwisata. Bambang mengaku, pada akhir pekan okupasi hotel di Kota Bandung tinggi sekali.

“Kota Bandung menjadi kota tujuan dengan berbagai macam motivasinya. Ada yang cari kuliner, spot wisata keluarga, dan lainnya. Terlebih banyaknya potensi terutama pada industri kreatif UMKM,” jabarnya.

Presiden Jokowi Dorong Polri Kerja Keras Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
“Jumlahnya ada 10.571 UMKM. Marketnya bukan cuma lokal, tapi juga sampai diekspor. Industri kreatif digital anak-anak kita sudah sangat mumpuni,” tambah Bambang.

Ia menyebutkan, pada 28 Desember 2023 – 3 Januari 2024 tercatat rata-rata harian kendaraan roda empat yang masuk dari 6 gate tol sebanyak 300.000 kendaraan. Terbanyak ada pada pintu tol Pasteur, per harinya bisa mencapai 50.000 kendaraan yang masuk.

“Ini jadi PR (pekerjaan rumah) bersama untuk mengelola potensi wisatawan, tapi jangan sampai macet juga. Orang yang ingin berjualan di Kota Bandung juga jadi banyak, menambah jumlah PKL. Ini juga menjadi suatu persoalan yang harus dibenahi,” paparnya.

Sebab menurutnya, dengan naiknya jumlah pengunjung ke Kota Bandung, tentu ada permasalahan lain yang mengikuti, seperti parkir liar, PKL, bahkan hingga fenomena premanisme.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Virus Cenderung Bermutasi, Yana Imbau Warga Tetap Terapkan Prokes
“Misal parkir liar di Alun-alun, itu kita sudah rapikan semua sesuai koridor aturan. Ada beberapa ruang publik baru, salah satunya di Monju. Di sana mulai ada PKL dan parkir liar. Ini kita tata dari awal juga. Kita kasih mereka kesempatan, tapi sesuai aturan. Harus saling merawat, perhatikan mana yang boleh ditempati dan tidak,” jelasnya.

Untuk meningkatkan daya tarik wisatawan ke Kota Bandung, terdapat 29 taman tematik yang bisa kunjungi. Belum lagi taman-taman kecil yang tersebar di berbagai wilayah. Tentunya taman-taman tersebut telah disokong beragam fasilitas, salah satunya Wi-Fi dan CCTV.

“Salah satu prestasi selama 5 tahun terakhir, Kota Bandung telah meraih 430-an penghargaan, terutama dengan adanya Bandung Smart City. Dalam aspek Pelayanan Publik, kami juga telah mendapatkan penghargaan. Interaksi langsung telah diminimalisasi dengan pelayanan by digital. Ini merupakan manifestasi Kota Bandung,” akunya.

Bambang juga tak menampik jika di tahun 2024 masih banyak PR yang perlu dibenahi bersama. Contohnya angka pengangguran, kemiskinan, kemacetan, banjir, dan sampah.

Baca Juga Penerbangan Dialihkan ke BIJB Kertajati Mulai Oktober, Plh Wali Kota Bandung: Kita Dukung dan Adaptasi
“Cekungan Bandung juga jadi persoalan, jika intensitas hujan cukup tinggi bisa terjadi genangan. Dari sebelumnya 26 titik banjir, sekarang tinggal 12 titik. Upaya yang telah kami lakukan tiap tahun seperti mapag hujan, bangun kolam retensi, rupom, sumur resapan, dan biopori,” paparnya.

Ia menambahkan, untuk titik krusial banjir masih ada 5 titik. Bambang menuturkan, wilayah yang masuk dalam kategori krusial jika ketinggian genangan lebih dari 30 cm dan surutnya lebih dari 1 jam.

“Titiknya di Pasir Koja, Leuwipanjang, Cibaduyut, dan Gedebage. Mari kita ciptakan Kota Bandung menjadi kota yang kita inginkan”. Tegasnya.

(Nengsih)**

Berita Terkait

Lapas Kelas I Palembang Laksanakan Rekredensialing Klinik Pratama Bersama BPJS Kesehatan
Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus
Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran
Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel
Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba
Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif
Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  
Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru