Menteri Kehutanan RI Tinjau Pengolahan Kopi Agroforestri di Garut, Dorong Peningkatan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

Satunews.id

- Redaksi

Minggu, 11 Mei 2025 - 18:02 WIB

5017 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, Satunews.id – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, melakukan kunjungan kerja ke Desa Rancasalak, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, pada Sabtu (10/5/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung pengolahan kopi agroforestri oleh Kelompok Perhutani Sosial Mitra Paguyuban Tani Sunda Hejo.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kopi merupakan komoditas perkebunan yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Pihaknya telah memberikan bantuan kepada kelompok tani, baik di lahan milik maupun perhutanan sosial.

“Kami sudah membantu para petani kelompok tani yang ada di perhutanan sosial, beberapa kelompok sudah kami bantu,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Haeruman juga menjelaskan upaya pelestarian aren sebagai tanaman pengikat air, serta potensi ekonomi dari limbah kopi berupa kasarah (kulit buah kopi) dan kulit ari kopi. Ia memaparkan sistem penanaman kopi yang optimal dan pengalaman membantu pengembangan kopi di berbagai wilayah.

“Saya sudah 20 tahun lebih dari 8 juta pohon membantu dalam mengembangkan kopi di berbagai wilayah dan alhamdulillah taraf kehidupan petani sudah lebih meningkat dari kopi serta itu menjadi kebanggaan kami,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani kopi agar dapat bersatu dan bekerja sama untuk meningkatkan produksi dan kualitas kopi.

Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan produktivitas kopi melalui model agroforestri. Pihaknya menyoroti pentingnya peran intermediary yang kredibel dalam perdagangan kopi, sehingga keuntungan dapat dibagi secara adil dengan petani.

“Kalau kita memiliki _intermediary_ yang kredibel, tentu yang namanya dagang harus mendapatkan keuntungan, namun berbagi keuntungannya lebih baik dengan petani,” ujarnya.

Menteri juga menjelaskan tugas kelompok kerja yang dibentuk untuk membuka akses pasar internasional bagi kopi Indonesia. Ia menekankan bahwa konsumen saat ini tidak hanya memperhatikan rasa, tetapi juga asal dan cara produksi kopi.

“Khususnya teruntuk kopi, sekarang orang lebih tidak hanya soal rasa, tapi asalnya dari mana dan cara memproduksinya seperti apa,” jelasnya.

Ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam memperluas lahan perhutanan sosial dan meningkatkan produktivitas kopi. Model agroforestri diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian hutan.

“Yang kaya ini bukan yang dagang di ujung dan tengah, tapi juga ada para petaninya. Tentu orang dagang pengen memiliki keuntungan, tapi bagaimana tata kelola kita terurus agar kesejahteraannya lebih maksimum di petani dengan cara mengkoordinasi diri,” ajaknya.

Menteri menekankan pentingnya kekompakan kelompok tani dalam mengelola usaha kopi secara bersama-sama.

Di akhir sambutannya, Ia menyampaikan optimisme atas potensi pengembangan kopi agroforestri di Indonesia.

“Artinya, bahkan baru didiskusikan di Manggala, ternyata sudah dipraktikkan dan ini bagaimana belajar mengabstraksikannya lebih tinggi, kemudian menjadi pola yang lebih baik direplikasi di berbagai tempat, sehingga produktivitas kopi secara nasional bisa meningkat serta kesejahteraan petani lebih baik dengan hutan tetap lestari,” pungkasnya.

Kunjungan Menteri Kehutanan RI ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi pengembangan kopi agroforestri di Kabupaten Garut dan wilayah lainnya di Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga kelestarian hutan.
“Bang Nas”

Penerbit : Satunews.id

Berita Terkait

Musdes Cikahuripan Bergerak Cepat: Bahas Milad Sinling ke-13, Matangkan Bankeu 2027, hingga Distribusi Mesin Rumput untuk 28 RW
Komisi V DPRD Jabar Tinjau Kesiapan Sekolah Maung Di Majalengka
Komisi V DPRD Jabar Dukung Program Sekolah Lansia Perempuan Nyaah Ka Indung
Pengawasan Anggaran hingga Peluang Kerja Sama Dibahas Dalam Pertemuan DPRD Jawa Barat dengan Kongres Republik Rakyat Tiongkok
Ketua DPRD Kota Bandung Apresiasi Peluncuran 12 Layanan Psikolog Klinis di Puskesmas: Komitmen Nyata untuk Kesehatan Mental Warga
Bupati Jeje Tetapkan 131 Proyek Strategis KBB 2026, Jalan dan Puskesmas Jadi Prioritas
Dedi Mulyadi Wacanakan Hapus Pajak Motor, Ganti Jalan Berbayar: Pakai Baru Bayar
Fahmi Ummi Hadir, Wawenag: Perempuan Harus Jadi Subjek, Bukan Objek

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:50 WIB

Jalan Lintas Batu Bedil Rusak Parah, Masyarakat Desak Bupati dan DPRD Segera Perbaiki

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:50 WIB

DPC GRIB JAYA DESAK BPK DAN INSPEKTORAT AUDIT MENYELURUH ANGGARAN SEKRETARIAT DPRD PRINGSEWU 2025: DUGAAN PENYIMPANGAN DAN PEMBOROSAN MAKIN NYATA

Selasa, 12 Mei 2026 - 01:58 WIB

TERBONGKAR! Gunakan Bukti Lembaga Antinarkotika, Budi Hartono Tipu Pedagang Sayur di Tanggamus

Senin, 11 Mei 2026 - 11:22 WIB

Klarifikasi Ketua Panitia Pengisian BPD Karangbahagia Soal Dugaan Pungli ke Peserta

Senin, 11 Mei 2026 - 09:58 WIB

DPC AJP Lampung Barat Somasi Balik Kantor Hukum GEBOK-NN: “Dana BOS Itu Uang Rakyat, Bukan Privat!”

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:41 WIB

Seorang Warga Desa Hegarmanah Cikarang Timur Lapor Polisi Diduga Jadi Korban Pengeroyokan

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:39 WIB

Bertengkar Itu Jelek

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:18 WIB

Pijat Tradisional Mundu Cirebon H.Abdulazis Atasi Lemah Syahwat Resmi

Berita Terbaru

Jawa Barat

Komisi V DPRD Jabar Tinjau Kesiapan Sekolah Maung Di Majalengka

Kamis, 14 Mei 2026 - 02:14 WIB