1 Muharram*

satu news 01

- Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:30 WIB

504 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*Oleh : Idat Mustari***

Satunews.id  — Boleh jadi, tidak sedikit  orang Islam di negeri ini,  tahu atau sadar bahwa tanggal 1 Muharram sebagai Tahun Baru Islam di tahun ini (2026) karena lihat kalender tanggal 16 Juni 2026 berwarna merah. Dan memang realitanya bahwa umat Islam di sini lebih familiar dengan kalender Masehi ketimbang kalender Hijriah. Terlebih-lebih moment pergantian tahun baru Islam tidak seheboh pergantian tahun baru masehi.Tidak ada kembang api, tidak ada arak-arakan.

Jika pun 1 Muharram diperingati, diacarakan biasanya diadakan di masjid-masjid dalam bentuk kegiatan keagamaan, seperti pengajian akbar, istighosah, pawai obor, dan santunan anak yatim. Di berbagai daerah di Indonesia, momen ini juga dirayakan dengan tradisi budaya khas, seperti Tabuik di Pariaman serta Kirab Pusaka dan Tradisi Mubeng Beteng di Jawa.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal di 1 Muharram ada makna yang sangat dalam, dimana kita sebagai umat Islam diajak untuk kembali mengingat sejarah perjalanan Rasulullah saw di masa lalu. Memori umat Islam diingatkan kembali pada masa silam agar tidak lupa akan sebuah peristiwa. Bahwa di bulan Muharram ada peristiwa besar yakni hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah. Yang kata Alm Cak Nur (Nurchalis Madjid), Hijrah bukan sekadar perpindahan geografis dari Makkah ke Madinah. Hijrah adalah _turning_ _point_ (titik balik) pejuangan Rasulullah SAW dari fase penanaman moral di Makkah, menuju pembentukan masyarakat politik. Karena itu nama kota tempat beliau berhijrah,Yatsrib, beliau rubah menjadi Madinah, yang maknanya ialah kota dalam pengertian tempat peradaban, hidup beradab,berkesopanan dan teratur dengan hukum-hukum yang ditaaati oleh semua warga. Nama lengkapnya ialah Madinat al-Rasul artinya kota Rasul. Peristiwa itulah yang kemudian dijadikan titik pijak perhitungan kalender Islam, oleh-dijaman Umar Bin Khatab Ra.

Tentu saja , harapan utama dari peringatan 1 Muharram sebagai media menginjeksikan ingatan-ingatan tentang nilai kejuangan. Tentang sebuah epos dalam fragmen sejarah kenabian yang telah mencapai puncak-puncak keadaban itu. Menghidupkan memori hijrah sebenarnya media  menghidupkan narasi spirit masa lampau.

Peristiwa hijrah menjadi titik tolak lahirnya peradaban Islam yang lebih kuat, inklusif, dan berdampak luas. Dari sinilah Islam bukan saja mengandung ajaran yang hanya berisi ibadah secara personal, bukan pula sekedar gerakan kultural  tetapi juga ibadah sosial dan gerakan struktural.

Islam bukan saja mengajarkan bagaimana hubungan manusia dengan Allah tetapi juga mengajarkan bagaimana menata hidup yang baik sebagai mahluk sosial. Dari sini pula seorang muslim bukan saja harus saleh secara individual tetapi juga harus saleh secara sosial.

Dalam kehidupan sehari-hari, spirit hijrah bisa diwujudkan dengan memperbaiki akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, membangun hubungan sosial yang lebih sehat, hingga memilih gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. Setiap individu punya peluang untuk berhijrah—meski tak harus melintasi padang pasir, cukup dengan melintasi batas-batas diri sendiri.

Sayangnya, perayaan Tahun Baru Hijriah sering kali hanya menjadi rutinitas simbolik pawai obor, pengajian akbar, atau sekadar hiasan kalender. Padahal, yang paling dibutuhkan adalah pemaknaan yang lebih dalam. Hijrah adalah proses internal yang sunyi tapi berdampak nyata. Ia tak butuh sorotan, tapi butuh keteguhan dan komitmen pribadi untuk terus menjadi lebih baik. Dan semoga saja kita bisa !

Akhirnya saya ucapkan “Selamat Tahun Baru Islam 1448 H. Semoga hati semakin dekat dengan Allah, hidup pun semakin penuh makna dan jadi pribadi yang lebih baik.”

** Penulis Buku Bekerja Karena Allah dan Komisaris di BUMD kab Bandung

Berita Terkait

Pemkot Bandung Percepat Revitalisasi Bandung Zoo, Ditargetkan Kembali Beroperasi dalam Waktu Kurang dari Satu Tahun
Harga Kedelai Naik, Pemkot Bandung Dorong Efisiensi dan Jaga Keberlangsungan Produksi Tahu Tempe
Pemkot Bandung dan Forkopimda Intensifkan Patroli Gabungan, Pastikan Kota Aman dan Kondusif Selama Libur Sekolah
Desa Ciangsana Jadi Sorotan Akademisi Internasional! Dekan Universiti Putra Malaysia Turun Langsung Pelajari Tata Kelola Desa Berbasis Data Presisi
Disiplin ASN Tetap Prioritas, Wali Kota Bandung: Euforia Piala Dunia 2026 Jangan Ganggu Pelayanan Publik
Pemkot Bandung Gerak Cepat Tangani Longsoran Tebing Dago Bengkok, Keselamatan Pengguna Jalan Jadi Prioritas
Warung Orang Tua Siswa SSB Alaska Cikempong Dibobol Maling, Gudang Dijebol, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah
Pemkot Bandung Perketat Penertiban Penyakit Masyarakat, Ribuan Botol Miras Ilegal Disita dan Lokasi Rawan Diawasi

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:24 WIB

Indomaret Fun Bike 2026 Jadi Magnet Baru Olahraga Masyarakat Bandung,

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:54 WIB

Pemilihan BPD Desa Bojongmalaka Berlangsung Demokratis, Diharapkan Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Desa

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:56 WIB

Bandung Jewellery Fair 2026 Jadi Momentum StarGold Pusat Logam Mulia Perkenalkan Investasi Emas Terpercaya

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:35 WIB

Kadisdik Kabupaten Bandung Monitoring SPMB, Pastikan Proses Berjalan Objektif dan Transparan

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:09 WIB

Sukses Menangi Pileg 2024, KDS Kembali Pimpin PKB Kabupaten Bandung

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:52 WIB

9th Anniversary MC.BDG Nawawarna, Wadah Profesional MC Bandung Kian Berkembang

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:25 WIB

Bandung Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Tenis Meja ASEAN, 114 Atlet dari 6 Negara Bertanding

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:54 WIB

Ketua DPRD Kab Bandung Renie Rahayu Gelar Program Boling, Serap Aspirasi Masyarakat

Berita Terbaru

Artikel

1 Muharram*

Minggu, 14 Jun 2026 - 20:30 WIB