Pemkot Cimahi Perkuat Edukasi Mitigasi, Gelar Program Sekolah dan Madrasah Aman Bencana

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 12 November 2025 - 13:54 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cimahi, Satunews.id – Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam melalui pendidikan kebencanaan sejak dini. Sebagai wilayah yang berada di jalur aktif Sesar Lembang dan memiliki risiko tinggi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, Cimahi berkomitmen menanamkan budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkot Cimahi kembali menggelar kegiatan Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) selama dua hari, pada 11–12 November 2025, di SMPN 9 Cimahi dan SMPN 7 Cimahi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini bertujuan membangun budaya sadar bencana di sekolah serta memperkuat kemampuan warga sekolah dalam menghadapi risiko gempa bumi dan bencana lainnya.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyampaikan bahwa edukasi kebencanaan harus menjadi bagian berkelanjutan dari proses belajar-mengajar. Ia juga menegaskan bahwa Pemkot Cimahi telah menugaskan BPBD untuk memperluas pelaksanaan program SMAB ke seluruh satuan pendidikan mulai tahun 2026.

“Edukasi dan latihan seperti ini sangat penting. Anak-anak perlu tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Tahun depan, kami sudah minta BPBD agar program seperti ini digelar bergilir di semua sekolah,” ujar Adhitia.

Lebih lanjut, Adhitia menekankan pentingnya kesiapan dan kesadaran sebagai kunci utama dalam menghadapi bencana. Selain edukasi dan latihan, aspek teknis seperti tata bangunan yang aman dan tahan gempa juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Yang paling utama adalah edukasi dan simulasi, lalu baru masuk ke aspek teknis seperti ketahanan bangunan. Ini penting agar fasilitas publik, termasuk sekolah, benar-benar siap saat bencana terjadi,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menuturkan bahwa sekolah merupakan salah satu tempat paling rentan saat bencana karena menampung banyak anak-anak. Oleh sebab itu, pendidikan kebencanaan perlu dijadikan bagian dari budaya sekolah.

“Program Sekolah Aman Bencana bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah langkah nyata agar seluruh warga sekolah, mulai dari guru hingga siswa, siap menghadapi situasi darurat. Edukasi kebencanaan harus menjadi budaya, bukan sekadar latihan tahunan,” ungkap Fithriandy.

Ia menambahkan, pelaksanaan SMAB berlandaskan pada tiga pilar utama satuan pendidikan aman bencana, yaitu:

Fasilitas sekolah yang aman dan tangguh bencana, Manajemen bencana di lingkungan sekolah, dan Pendidikan pengurangan risiko bencana (PRB).

Kegiatan SMAB meliputi pemaparan materi kebencanaan, praktik school watching untuk mengenali potensi bahaya di lingkungan sekolah, pembentukan tim siaga bencana, hingga simulasi evakuasi mandiri saat gempa bumi.

Dalam simulasi tersebut, siswa dan tenaga pendidik dilatih melakukan perlindungan diri, evakuasi menuju titik aman, hingga penanganan korban luka ringan dan berat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah dan masyarakat Kota Cimahi dapat lebih siaga, tangguh, dan mandiri dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

“Kami ingin seluruh sekolah di Cimahi tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat edukasi kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat sekitar,” tutup Fithriandy.

(Tini)

Berita Terkait

Eko Mudji Menang Telak di Cikahuripan! Demokrasi RT 003 Meledak, Parade Kemenangan Pecah di Mega Residence
Final Panas Tanpa Ampun!Poper FC Bungkam Tunas Muda Lewat Drama Menegangkan
Banjir di Setu Cikaret Kian Mengkhawatirkan, Warga Desak Rudy Susmanto Turun Tangan
Bakso & Mie Ayam Mas Karyo di Klapanunggal, Cita Rasa Istimewa dengan Harga Terjangkau
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
MUSDES Ciangsana 2026–2031 Tetapkan Surya Atmaja Kembali Pimpin MUI Desa, Perkuat Sinergi Keagamaan dan Pemerintah
BLT-DD 2026 Disesuaikan, 82 Warga Desa Lulut Tetap Terima Bantuan dengan Prioritas Lansia
Lantik Ketua dan wakil Ketua Baznas OKU, Teddy: Langsung Kerja Jangan Banyak Retorika BATURAJA – Bupati Ogan Komering Ulu

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:04 WIB

Ketua Pentahelix Tri Rahmanto Apresiasi Langkah Bupati Bandung Prioritaskan Penanganan Banjir

Sabtu, 18 April 2026 - 10:15 WIB

Komisi IV DPRD Bekasi Soroti Kasus 78 TKA Ilegal, Minta Perusahaan Ditindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 - 22:22 WIB

ANGKA FANTASTIS! BELANJA ELEKTRONIK, FURNITUR DAN PAKAIAN SEKRETRIAT DPRD PRINGSEWU TEMBUS MILYARAN, DISOROT TAJAM PULIK

Jumat, 17 April 2026 - 17:39 WIB

LSM Trinusa DPD Lampung Akan Gelar Aksi di KPK 21 April, Soroti Dugaan Kejanggalan Banjir, Hibah Rp60 Miliar, Program Umroh berulang serta Proyek PUPR Bermsalah

Kamis, 16 April 2026 - 22:24 WIB

Gerak Cepat, Bupati OKU Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir

Kamis, 16 April 2026 - 21:48 WIB

Pemkot Bandung: FKPPI Harus Jadi Motor Bela Negara dan Solusi Masalah Kota

Kamis, 16 April 2026 - 07:08 WIB

DATA TERUNGKAP: ANGGARAN MAKAN MINUM DPRD PRINGSEWU TAHUN 2025 MENCAPAI RP1,35 MILIAR, DINILAI TIDAK WAJAR DAN MEMBOROSKAN

Rabu, 15 April 2026 - 06:33 WIB

Pembayaran MoU Media Tahun 2025 Rp1,3 Miliar: Sekwan Lempar Tanggung Jawab, Sekretariat & Kaspro Bungkam Saat Dikonfirmasi

Berita Terbaru