Pasukan Hitam/Pangsi: Pengembangan dan Pemertahan Budaya Sunda

satu news 01

- Redaksi

Selasa, 14 Januari 2025 - 19:06 WIB

5085 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bandung

Berikut adalah versi yang telah diedit dan disempurnakan:

Pasukan Hitam/Pangsi: Pemertahan Budaya Sunda

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada tanggal 6 Februari 2024, Gedung Bika Soga, Jalan Batununggal, Bandung, menjadi saksi sejarah pentingnya. Pasukan Hitam/Pangsi, sebagai ikon budaya Sunda, mempertunjukkan kekuatan dan kesolidanan dalam acara kebangsaan yang dihadiri oleh 1.000 ulama tasawuf dan ahli thariqah dari Jawa Barat.

Acara Kebangsaan

Acara ini dibawakan oleh ulama besar, Habib Lutfi, dan dihadiri oleh:

1. Sastra Miharja (Ketua Koordinator Pasukan Hitam)
2. Rd. Cakra Bahar (Sesepuh Baraya Garut Banten)
3. Ki Anom Debus (Sesepuh Padepokan Bunga Padi)

Profil Pasukan Hitam/Pangsi

Pasukan Hitam/Pangsi terdiri dari 33 anggota dari berbagai padepokan di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Mereka menunjukkan kekuatan dan kesolidanan dalam menjaga keamanan acara.

Tujuan Penampilan

Pasukan Hitam/Pangsi bertujuan:

1. Melestarikan budaya Sunda.
2. Menjaga keamanan dan ketertiban.
3. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya budaya dan tradisi.

Konfirmasi

Kang Sastra Miharja, Ketua Koordinator Pasukan Hitam, mengungkapkan rasa terharu dan terhormat atas peristiwa penting tersebut. Menurutnya, ini adalah suatu anugerah budaya yang selama ini sering diacuhkan atau menjadi perdebatan.

“Kami percaya bahwa budaya dan agama saling memerlukan dan saling membutuhkan. Seperti ulama dapat mengajarkan akidah, budaya, atau padepokan mengajar seni bela diri. Kami yakin bahwa kekuatan budaya Sunda akan kuat jika dipersatukan,” ujar Kang Sastra Miharja.***

 

Berita Terkait

Pentahelix Dayeuhkolot dan Prima Gelar Doa Bersama Sambut HUT ke-385 Kabupaten Bandung
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Frutika Sirup Indonesia Hadirkan Produk Minuman Premium, Siap Bersaing di Pasar Global
Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah
Halalbihalal NasDem Jabar Jadi Momentum Kolaborasi dengan Pemprov
Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya
Pansus XI DPRD Provinsi Jawa Barat Dorong Optimalisasi Perumda Tirta Tarum
625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Sabtu, 18 April 2026 - 21:09 WIB

Aksi Pentahelix Dayeuhkolot, 7 Titik Disasar: Sedot Genangan hingga Bersih-Bersih Sampah

Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB

Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya

Jumat, 17 April 2026 - 13:52 WIB

625 KK Terdampak Banjir di Desa Cangkuang Wetan Terima Bantuan Pangan

Kamis, 16 April 2026 - 07:06 WIB

Bupati KDS: Selain Satgas Bangli dan Tim Pentahelix, Satgas Citarum Harum Masih Dibutuhkan

Rabu, 15 April 2026 - 17:11 WIB

Dulu Terendam, Kini Kering: Bukti Nyata Kerja Pentahelix – BBWS di Kampung Bolero Dayeuhkolot

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

Pantauan Tim Pentahelix: Hampir Seluruh Wilayah Dayeuhkolot Masih Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai Citarum

Selasa, 14 April 2026 - 18:00 WIB

Bandung Makin Geulis! DSDABM Gaspol Benerin Jalan Biar Nggak Bikin Emosi

Berita Terbaru