Jacob Ereste : Penganiayaan Insan Pers di Subang Harus Dapat Diselesaikan Dengan Cara Yang Lebih Bijak & Arif

Satunews.id

- Redaksi

Minggu, 3 November 2024 - 12:53 WIB

5011 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Jacob Ereste : Penganiayaan Insan Pers di Subang Harus Dapat Diselesaikan Dengan Cara Yang Lebih Bijak & Arif

Oleh: Jacob Ereste

Satunews.id,- Tragedi jurnalis di Subang, Jawa Barat pada 26 Oktober 2024 hingg terulang lagi pada 31Oktober 2024, menunjukkan hal yang serius untuk menyebut Subang sebagai zona merah yang terkait dengan aktivitas bisnis gas oplosan yang menjadi awal masalah sebagai pemicu keributan hingga terjadi penganiayaan. Peristiwa ini kembali mengingatkan jasa baik jurnalis senior saat penulis mulai menekuni dunia jurnalistik tahun 1980-an, agar dapat sedikit ilmu bela diri untuk sekedar menjaga berbagai kemungkinan yang bisa terjadi saat menjalankan tugas di lapangan.

Peristiwa tragis yang dialami sejumlah jurnalis dari Jakarta dan sekitarnya saat melakukan tugas jurnalistik ke Subang melaporkan telah mengalami penganiayaan oleh sekelompok masyarakat setempat yang mungkin merasa terganggu kenyamanannya atas kehadiran sejumlah jurnalis yang melakukan investigasi untuk laporan pemberitaan yang akan disajikan dalam media mereka.

Akibatnya, atas tindak penganiayaan yang tidak berbalas itu, para insan pers yang tergabung dalam Forum Wartawan Jaya, merasa tidak cukup hanya melaporkan peristiwa yang membuat mereka cedera secara fisik itu kepada Polres Subang, tapi menganggap perlu meningkatkan ke Polda Jawa Barat, mengingat seriusnya kejadian itu harus ditangani sampai tuntas.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tentu saja, pangkal soal dari masalah yang menyulut peristiwa naas itu terjadi adalah kebenaran terhadap dugaan adanya kegiatan yang melalukan oplosan gas yang pasti akan sangat merugikan warga mayarakat setempat. Namun peristiwa penganiyaan para jurnalis yang sedang melakukan investigasi di Subang ini tidak seyogyanya terjadi, apalagi kemudian hendak diulang seperti peristiwa yang sudah mereka alami dalam dua babak yang berturut-turut waktu kejadiannya, seperti cerita di atas.

Agaknya, dari peristiwa yang patut disesalkan ini, cukup sudah memberi peringatan kepada pekerja pers untuk lebih waspada — bila perlu membekali diri dengan ilmu bela diri secukupnya — untuk sekedar menjaga diri dari berbagai kemungkinan tindak kekerasan seperti yang sudah berulang kali terjadi di berbagai tempat dan daerah yang juga dialami oleh para pewarta dari berbagai pihak yang tidak bisa diduga sebelumnya.

Karena itu — selain perlu dan penting membekali diri dengan ilmu bela diri — dapatlah segera disadari perlunya ada semacam organisasi pelindung — tempat insan pers berlindung dari segenap bentuk ancaman, intimidasi, per-sekusi-an atau penganiyaan yang bisa kapanpun datangnya. Jadi dari peristiwa ini, seluruh insan pers — jurnalis — sangat memerlukan organisasi pelindung dalam menjalankan pekerjaan profesi sebagai jurnalis, baik secara hukum maupun dalam bentuk jaminan lainnya seperti apa yang dimiliki oleh organisasi buruh dengan legal standing yang jelas dapat mendampingi semua anggota organisasi saat menghadapi perkara di pengadilan industrial.

Oleh sebab itu, lewat sejumlah tulisan penulis sudah berulang kali mengusulkan agar pekerja pers memiliki organisasi yang solid dan mumpuni untuk melindungi anggota organisasi yang bergabung di dalam organisasi insan pers tersebut. Sebab organisasi pers yang ada belum sepenuhnya mampu berperan memberi perlindungan, arahan serta bimbingan baik dalam segi hukum maupun teknis pelaksanaan jurnalistik di era media elektronik berbasis internet.

Sebagai penulis yang tetap merasa sebagai bagian dari insan pers — jurnalis — sungguh ikut prihatin atas kejadian yang tidak elegan di Subang itu, seraya berharap dapat diselesaikan sebaik mungkin dengan cara yang lebih bijak untuk kebaikan bersama, sesama kalangan aktivis. Bila mungkin justru dapat menjadi momentum awal yang mempersatukan dalam berbagai aktivitas dan kegiatan bersama di masa mendatang.

JACOB ERESTE – Banten, 3 Oktober 2024

Berita Terkait

Pelantikan RT/RW Cikahuripan 2026: 80 Pengurus Resmi Dilantik, Simbol Penguatan Layanan di Tingkat Warga
Pelantikan RT/RW Cikahuripan 2026: 80 Pengurus Resmi Dilantik, Sinergi dan Responsivitas Jadi Kunci
LDK Karang Taruna Puri Harmoni Cikahuripan Digelar di Puncak: Ketua RW 020 Tegaskan Komitmen Cetak Pemimpin Muda yang Solid dan Progresif
Forkoda Jabar Geruduk DPD RI: Moratorium Pemekaran Harus Dicabut, Jabar Rugi Rp55 T Dibanding Jatim
Bekasi Timur Memanas, Kunjungan Dishub di Perlintasan Ampera Picu Lumpuhnya Arus Lalu Lintas, Standar Keselamatan Dipertanyakan
Pengajian Rutin Bojongnangka Menggema: Menguatkan Iman, Mempererat Silaturahmi Warga
Tragedi Flyover Bojong Menteng : Truk Fuso Diduga Rem Blong, Pengendara Motor Tewas di Tempat 

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:01 WIB

Pelantikan RT/RW Cikahuripan 2026: 80 Pengurus Resmi Dilantik, Simbol Penguatan Layanan di Tingkat Warga

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:56 WIB

Pelantikan RT/RW Cikahuripan 2026: 80 Pengurus Resmi Dilantik, Sinergi dan Responsivitas Jadi Kunci

Sabtu, 2 Mei 2026 - 22:41 WIB

LDK Karang Taruna Puri Harmoni Cikahuripan Digelar di Puncak: Ketua RW 020 Tegaskan Komitmen Cetak Pemimpin Muda yang Solid dan Progresif

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:43 WIB

Forkoda Jabar Geruduk DPD RI: Moratorium Pemekaran Harus Dicabut, Jabar Rugi Rp55 T Dibanding Jatim

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:47 WIB

Bekasi Timur Memanas, Kunjungan Dishub di Perlintasan Ampera Picu Lumpuhnya Arus Lalu Lintas, Standar Keselamatan Dipertanyakan

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:54 WIB

Pengajian Rutin Bojongnangka Menggema: Menguatkan Iman, Mempererat Silaturahmi Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:41 WIB

Tragedi Flyover Bojong Menteng : Truk Fuso Diduga Rem Blong, Pengendara Motor Tewas di Tempat 

Kamis, 30 April 2026 - 16:59 WIB

Musdesus BLT DD 2026 Leuwikaret Tetapkan 43 KPM, Bantuan Rp100 Ribu/Bulan Uji Komitmen Transparansi

Berita Terbaru