Pengembang Perumahan Ceuri Katapang Indah Diduga Langgar Hukum, Konsumen Minta Tindakan Hukum dan Administratif

satu news 01

- Redaksi

Senin, 29 Juli 2024 - 11:30 WIB

5068 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id 

Kabupaten Bandung— Perbuatan pengembang perumahan Ceuri Katapang Indah jelas telah melakukan perbuatan melanggar hukum sebagaimana yang terdapat dalam KUHPidana Pasal 385 ayat 1 dan 2, Dimana Pihak Developer CV Rizki Jaya dan atau Gumilar Property telah memasarkan Tanah dan rumah yang berada di Desa Ceuri yang dikenal dengan Ceuri Katapang Indah (CKI) tanpa memiliki Perjanjian Jual beli dengan Pemilik tanah yang digunakan untuk Perumahan tersebut, akibat Perbuatan yang dilakukan developer tersebut sudah lebih dari 2 Tahun ini Konsumen Perumahan Ceuri Katapang Indah tidak mendapatkan Bukti2 Kepemilikan atas Tanah yang dibelinya bahkan IMB atau PBG atas Rumah nya pun tidak dimiliki nya, hal ini menjadi satu keresahan Bersama Konsumen Perumahan Ceuri Katapang Indah tersebut. Berbagai Upaya sudah dilakukan oleh Para Konsumen Perumahan Ceuri Katapang Indah baik menanyakan secara langsung kepada Developer maupun membuat surat Pengaduan kepada Kepolisian Resort Kota Bandung di Soreang, akan tetapi Upaya2 tersebut sampai saat ini belum ada titik terang, oleh karena itu Para Konsumen Perumahan ceuri Katapang Indah, berharap bantuan dan kepedulian dari Pihak Aparat Pemerintah dan Aparat Hukum untuk bisa membantu Menyelesaikan Permasalahan yang terjadi di Perumahan Ceuri Katapan Indah Soreang Bandung apalagi hampir seluruh Konsumen sudah melakukan Pelunasan Pembayaran Rumah dan Tanah tersebut.
Bahkan tidak menutup kemungkinan majelis penyelesaian sengketa konsumen memeriksa adanya perbuatan pidana yang dilakukan oleh pengembang. Apabila dalam pemeriksaannya dipandang perlu ada perbuatan pidana ada dimuat dalam pertimbangan sebagai salah satu pelanggaran yang dilakukan oleh pengembang maka putusan badan penyelesaian sengketa konsumen adalah bukti permulaan yang cukup untuk dimulainya pendidikan oleh kepolisian sebagaimana dimaksud dalam pasal 56 ayat 6 undang-undang Nomor 8 Tahun 1999.

Mengingat banyaknya pelanggaran-pelanggaran hak konsumen yang dilakukan oleh pengembang maka perkara ini semestinya diprioritaskan oleh bpsk dan segera menyampaikan aduan tentang perilaku pengang tersebut instansi yang berwenang agar diambil tindakan apakah itu pembekuan badan usaha atau tindakan lain yang secara administratif dapat dilakukan oleh instansi yang berwenang

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesimpulannya:

Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa pengembang perumahan Ceuri Katapang Indah diduga melakukan wanprestasi dan melanggar hak-hak konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 dan Juga Melangggar Pasal 385 KUH Pidana. Maka dari itu, disarankan agar perkara bisa di selesaikan oleh Pihak Kepolisian dan oleh badan penyelesaian sengketa konsumen di Kabupaten Bandung.

Tak hanya itu, kemungkinan badan penyelesaian sengketa konsumen juga dapat memeriksa dugaan pelanggaran pidana yang dilakukan oleh pengembang. Jika ditemukan cukup bukti, putusan dari badan tersebut dapat menjadi landasan bagi pihak kepolisian untuk memulai penyelidikan lebih lanjut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999.

“Mengingat adanya banyak pelanggaran yang diduga dilakukan oleh pengembang, penting bagi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) untuk memprioritaskan perkara ini dan segera mengirimkan aduan kepada instansi yang berwenang untuk mengambil tindakan administratif, seperti pembekuan badan usaha atau tindakan lainnya yang dianggap perlu.” Kutipnya.

Red***

Berita Terkait

Eko Mudji Menang Telak di Cikahuripan! Demokrasi RT 003 Meledak, Parade Kemenangan Pecah di Mega Residence
Final Panas Tanpa Ampun!Poper FC Bungkam Tunas Muda Lewat Drama Menegangkan
IKM Tasikmalaya Gagas Masjid Budaya Minang–Sunda, Lahan Sudah Siap Dan Ditargetkan Jadi Ikon Baru Daerah
Banjir di Setu Cikaret Kian Mengkhawatirkan, Warga Desak Rudy Susmanto Turun Tangan
Bakso & Mie Ayam Mas Karyo di Klapanunggal, Cita Rasa Istimewa dengan Harga Terjangkau
71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia
Gerak Cepat Polsek Muara Satu, HP Mahasiswa Hilang di Kos Berhasil Ditemukan dalam Hitungan Jam
MUSDES Ciangsana 2026–2031 Tetapkan Surya Atmaja Kembali Pimpin MUI Desa, Perkuat Sinergi Keagamaan dan Pemerintah
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:03 WIB

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

Minggu, 19 April 2026 - 16:21 WIB

Gerak Cepat Polsek Muara Satu, HP Mahasiswa Hilang di Kos Berhasil Ditemukan dalam Hitungan Jam

Sabtu, 18 April 2026 - 12:24 WIB

Lantik Ketua dan wakil Ketua Baznas OKU, Teddy: Langsung Kerja Jangan Banyak Retorika BATURAJA – Bupati Ogan Komering Ulu

Jumat, 17 April 2026 - 16:48 WIB

Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya

Kamis, 16 April 2026 - 22:15 WIB

Bupati OKU Gandeng Danantara, RDF Plant Jadi Solusi Sampah

Kamis, 16 April 2026 - 21:08 WIB

HKG PKK ke-54 OKU, Zwesty Ajak Kader Tetap Bergerak Meski Efisiensi

Kamis, 16 April 2026 - 17:01 WIB

Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Bupati OKU dan BPR Baturaja Bawa Pulang 3 Trofi TOP BUMD 2026

Rabu, 15 April 2026 - 19:14 WIB

Program Gentengisasi Hidupkan Kembali UMKM Genteng di Purwakarta

Berita Terbaru