Ironi Transportasi Bandung: Potensi Besar, Minim Perhatian

Satunews.id

- Redaksi

Kamis, 23 November 2023 - 05:08 WIB

503 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SATUNEWS.ID

BANDUNG || sering kali menjadi kota yang estetikanya diromantisasi oleh masyarakat, terlebih di media sosial. Namun, satu hal yang kadang terlupakan adalah kemacetan yang memeluk Bandung dengan eratnya.

Setiap tahunnya, terdapat peningkatan yang signifikan pada jumlah kepemilikan kendaraan di kota Bandung. Kemudian, hal ini tidak didukung dengan lahan parkir kendaraan, memaksa pengendara memarkirkan kendaraan di ruang yang memungkinkan, tak terkecuali pinggiran badan jalan. Akibatnya kemacetan lalu lintas tak terhindarkan

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Transportasi umum adalah salah satu solusi yang dapat ditempuh untuk mengurangi kemacetan. Menurut situs resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), transportasi umum pernah menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Seiring perkembangan kesejahteraan, masyarakat masa kini lebih banyak yang memilih menggunakan kendaraan pribadi dalam mobilitas sehari-harinya.

Dengan transportasi umum yang ada saat ini, Raihan juga mengajak masyarakat Bandung untuk memanfaatkan sarana tersebut semaksimal mungkin. Harapannya, antusiasme masyarakat juga dapat mendorong pemerintah agar memberi perhatian lebih.

“Kepada pemerintah, tolong perhatikan lagi rakyatnya, dan pada masyarakat, ayo kita coba naik transportasi umum yang udah ada,” ajak Raihan.

Kota Bandung memiliki sejumlah transportasi umum. Namun, kualitas dan jangkauannya dinilai masih kurang untuk bisa menjadi pilihan utama masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komunitas Transport for Bandung Raihan Aulia.

“Transportasi umum di Bandung bisa dibilang sangat kurang, tapi potensinya besar. Kita lihat sebenernya minat orang Bandung untuk bertransportasi umum itu gede. Jadi bukan karena orang Bandung males naik kendaraan umum, cuman tidak ada,” katanya pada agenda Hari Peringatan Korban Lalu Lintas di Universitas Padjadjaran kampus Jatinangor, Senin (20/11).

Hal ini dibuktikan dengan respons positif masyarakat pada pengadaan bus listrik untuk Trans Metro Pasundan (TMP) koridor 4 yang baru-baru ini mulai beroperasi. Penggunaan transportasi umum juga bisa dilihat di Alun-Alun Kota Bandung, di mana, tiga jenis transportasi umum dijadikan pilihan mobilitas masyarakat. Transportasi umum tersebut di antaranya Trans Metro Pasundan, Trans Metro Bandung, dan angkutan kota (angkot) pada umumnya.

Namun, jangkauan transportasi umum Kota Bandung masih belum cukup luas. Alasan paling umum masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi adalah perjalanan langsung dari rumah ke tempat kerja atau sekolah. Menurut Raihan, pilihan masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi tidak dapat disalahkan. Ia menjelaskan bahwa minat masyarakat pada transportasi umum akan meningkat jika bisa mencapai tempat seperti sekolah, kantor, atau pemukiman penduduk.

“Cuma kita lihat ya, kalau seandainya transportasi umum itu memadai, dan coverage-nya menjangkau kantong-kantong rumah, sekolah, atau kantor seperti itu, pasti orang akan malas juga naik kendaraan pribadi. Kenapa saya harus beli bensin, beli mobil, beli kendaraan, ngerawat segala macem, kalau saya bisa ke halte saya bayar bus, saya naik bus, duduk, selesai. Jadinya kita nggak bisa menyalahkan orang untuk membeli kendaraan pribadi kalau kendaraan umumnya nggak ada,” jelasnya.

Sebagai pegiat transportasi umum, besar harapan Raihan agar Pemerintah Kota Bandung bisa memberikan perhatian lebih pada transportasi umum. Alih-alih memberikan anggaran besar pada prasarana lalu lintas, Raihan menyebutkan, ada baiknya sarana seperti pengadaan transportasi umum juga diperhatikan.

“Kami mencoba mengajak kembali pemerintah, stop car-oriented. Marilah kita memikirkan kembali soal transportasi umum. Cukup lah sudah banyak fly over yang dibangun. Tapi kendaraan transportasi umumnya masih gitu-gitu aja. Mungkin dengan membangun fly over tuh sebenarnya anggarannya bisa dipakai untuk yang lain. Untuk konversi angkot kah, atau menyediakan bus bus yang baru lah,” harapnya.

Ditulis Oleh : Henhen Editor

Berita Terkait

Frutika Sirup Indonesia Hadirkan Produk Minuman Premium, Siap Bersaing di Pasar Global
Lantik Ketua dan wakil Ketua Baznas OKU, Teddy: Langsung Kerja Jangan Banyak Retorika BATURAJA – Bupati Ogan Komering Ulu
Pangdam Siliwangi Turun Langsung: Halal Bihalal KBT Jabar Bagi Rutilahu Rp25 Juta, Tegaskan Silaturahmi Nggak Ada Matinya
Pansus XI DPRD Provinsi Jawa Barat Dorong Optimalisasi Perumda Tirta Tarum
Bupati OKU Gandeng Danantara, RDF Plant Jadi Solusi Sampah
HKG PKK ke-54 OKU, Zwesty Ajak Kader Tetap Bergerak Meski Efisiensi
Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Bupati OKU dan BPR Baturaja Bawa Pulang 3 Trofi TOP BUMD 2026

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:04 WIB

Ketua Pentahelix Tri Rahmanto Apresiasi Langkah Bupati Bandung Prioritaskan Penanganan Banjir

Jumat, 17 April 2026 - 22:22 WIB

ANGKA FANTASTIS! BELANJA ELEKTRONIK, FURNITUR DAN PAKAIAN SEKRETRIAT DPRD PRINGSEWU TEMBUS MILYARAN, DISOROT TAJAM PULIK

Jumat, 17 April 2026 - 17:39 WIB

LSM Trinusa DPD Lampung Akan Gelar Aksi di KPK 21 April, Soroti Dugaan Kejanggalan Banjir, Hibah Rp60 Miliar, Program Umroh berulang serta Proyek PUPR Bermsalah

Kamis, 16 April 2026 - 22:24 WIB

Gerak Cepat, Bupati OKU Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir

Kamis, 16 April 2026 - 21:48 WIB

Pemkot Bandung: FKPPI Harus Jadi Motor Bela Negara dan Solusi Masalah Kota

Kamis, 16 April 2026 - 07:08 WIB

DATA TERUNGKAP: ANGGARAN MAKAN MINUM DPRD PRINGSEWU TAHUN 2025 MENCAPAI RP1,35 MILIAR, DINILAI TIDAK WAJAR DAN MEMBOROSKAN

Rabu, 15 April 2026 - 06:33 WIB

Pembayaran MoU Media Tahun 2025 Rp1,3 Miliar: Sekwan Lempar Tanggung Jawab, Sekretariat & Kaspro Bungkam Saat Dikonfirmasi

Selasa, 14 April 2026 - 11:06 WIB

LSM PENJARA INDONESIA TANGGAPI PERNYATAAN WAKIL KETUA I DPRD PESAWARAN TERKAIT PERBAIKAN GEDUNG DPRD

Berita Terbaru