Bertengkar Itu Jelek

satu news 01

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:39 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Idat Mustari**

Satunews.id — Ajaran Islam menekankan pentingnya persaudaran sesama muslim (ukhuwah Islamiyah), sebagaimana dalam Firman Allah : “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.” (QS.49 : 10).

Atas dasar inilah bahwa setiap orang yang beragama Islam meskipun tidak punya hubungan darah adalah saudara. Rasulullah saw mengumpamakan persaudaraan orang muslim dengan muslim lainnya bagaikan sebuah bangunan,” Perumpamaan kaum Mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam.”

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun hubungan yang harmonis antar sesama orang Islam tidak selamanya berjalan indah, ketika terjadi perbedaan. Perbedaan bisa karena beda pikiran, beda paham, beda cara pandang termasuk beda dalam fiqih (ikhtilaf). Sebenarnya berbeda antara satu dengan yang lainnya adalah keniscayaan, yang jadi masalah adalah salah menyikapi perbedaan hingga berujung jadi pertengkaran.

Kesalahan orang adalah saat berbeda paham, beda fiqih lantas kita dengan mudah memvonis orang lain dengan kata “sesat,” “bid’ah,” atau kata lainnya yang berkonotasi negatif. Padahal seharusnya ada  ruang hikmah keraguan kepada orang lain yang kebetulan berbeda . Yaitu dengan satu pertanyaan dalam hati,”Oh, dia berbeda dengan saya, tapi jangan-jangan dia yang benar.” Dan ini yang diajarkan dalam Al-Quran.

Sekelas Imam Syafi’i yang tidak diragukan keilmuannya pun masih sempat berkata dalam ungkapannya yang terkenal,” “Pendapatku benar, tapi memiliki kemungkinan salah. Pendapat orang lain salah, tapi memiliki kemungkinan benar.”

Yang salah dalam menyikapi perbedaan adalah memastikan diri paling benar dan orang lain pasti salah. Kata Almarhum Cak Nur,  “orang seperti itu disebutkan dalam Al-Quran  sebagai orang yang terindikasi kemusyrikan, karena orang itu kemudian memutlakan pendapatnya sendiri.” “Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu (yaitu) orang-orang yang memecah-belah agama mereka sehingga menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS.30 :31-32). Indikasi dari orang seperti ini adalah tidak mau shalat dibelakang kelompok orang lain yang berbeda paham dengan dirinya, karena dianggap sesat.

Tentu dan wajar jika orang yang dianggap “sesat,” “ahli bid’ah” pun melakukan perlawanan dalam rangka menjaga kehormatan dirinya, inilah yang jadi penyebab pertengkaran. Terlebih-lebih di era digital ini, sangat mudah memancing pertengkaran akibat ketidakmampuan menjaga telunjuk. Yang tanpa dipikir panjang, mudah menshare hal-hal yang bisa memancing pertengkaran. Padahal kata Imam Syafi’i saat menasihati muridnya Yunus bin Abdi,” Janganlah engkau berusaha untuk menjadi pemenang dalam setiap perbedaan pendapat. Sebab, terkadang meraih hati orang lain itu lebih utama daripada meraih kemenangan atasnya”. Dan memang, tidak ada satu dalil pun yang membenarkan  pertengkaran antar orang Islam, sebab bertengkar itu jelek.

Wallahu’alam, Semoga Bermanfaat

“” Ketua DKM Masjid Al Ihklas Istana kawaluyaan dan Penulis Bekerja Karena Allah

Berita Terkait

H. Deden Mulyana Hadiri Festival Ternak Domba Garut, Dukung Pelestarian Budaya dan Kemajuan Peternak
Polda Sumsel Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Jalanan, Tujuh Terduga Pelaku Masih Diburu
Kolam Retensi Tegalluar Jadi Solusi Banjir Bojongsoang, DPRD Siap Kawal Realisasinya
Samsu Dawam, S.H. Siap Mencalonkan Diri Kembali sebagai Kepala Desa Karang Asih Periode 2026–2034
Peringati Hari Lahir Pancasila, Lurah Akim Ajak Warga Jayabakti Perkuat Gotong Royong
Gelorakan 1 Juni, Kades Sukabudi Iim Pitung Ajak Warga Jadikan Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa
Pemilihan Pengisian Anggota BPD Desa Sukaringin Berjalan Transparan dan Kondusif
KDS: Pendapatan PKB dan BBN-KB Difokuskan untuk Perbaikan Infrastruktur Jalan

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:34 WIB

Polda Jabar Gelar Lomba Ketahanan Pangan Meriahkan HUT Bhayangkara ke 80

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:40 WIB

Dinkes Bandung Perluas Layanan Psikolog Klinis di Puskesmas, Warga Diminta Manfaatkan Konseling Sejak Dini

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:34 WIB

KDM Pastikan SPMB Jabar Transparan dan Tanpa Titipan, Orang Tua Diminta Tak Panik

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:20 WIB

Pekan Kreativitas Siswa dan Pelepasan Kelas VI SDN Cibereum Hilir 1: Merajut Kenangan, Mengukir Prestasi, Menyongsong Masa Depan Gemilang

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:41 WIB

MUSPROV III APINDO Kalbar Sukses Digelar, Edi Suhita Resmi Nahkodai Organisasi Pengusaha hingga 2031

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:26 WIB

PSEL Bandung Raya Tuai Kritik, WALHI Ingatkan Risiko Ekologis: “Jangan Ulangi Tragedi Leuwigajah”

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:21 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kota Cimahi Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah dan Aksi Nyata Hadapi Perubahan Iklim

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:20 WIB

35 Perusahaan dalam 5 Tahun Jadi Sorotan, PWDPI Desak Transparansi dan Penelusuran Aliran Dana

Berita Terbaru