Satunews.id, Kota Bandung – Peringatan Hari Autisme Internasional menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Bandung untuk memperkuat komitmen terhadap inklusivitas dan kesetaraan bagi penyandang autisme.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri Press Conference Tiento Run 2026 di D’Botanica, Kamis (2/04/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Farhan menegaskan bahwa upaya yang saat ini perlu diperkuat tidak hanya sebatas pada aspek terapi dan pendidikan, tetapi juga pada peningkatan kemandirian individu dalam spektrum autisme agar dapat berpartisipasi secara penuh di tengah masyarakat.
Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap autisme telah mengalami perkembangan signifikan. Jika pada era 1990-an autisme lebih banyak dipandang sebagai gangguan perkembangan anak, kini individu dalam spektrum autisme telah tumbuh menjadi bagian dari masyarakat dewasa yang membutuhkan dukungan yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Isunya sekarang bukan hanya terapi dan pendidikan, tetapi bagaimana individu autistik dapat mandiri dan diterima secara terbuka oleh masyarakat,” ujarnya.
Farhan menekankan bahwa inklusivitas tidak boleh berhenti sebagai konsep semata, melainkan harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kota Bandung, lanjutnya, berkomitmen untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi individu dalam spektrum autisme agar dapat berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh kesempatan yang setara di berbagai bidang kehidupan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan akses terhadap pendidikan, pembukaan peluang kerja, serta penguatan lingkungan sosial yang ramah dan bebas dari diskriminasi.
Selain itu, Farhan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut ambil bagian dalam membangun kota yang inklusif dan berkeadilan sosial.
“Kita ingin Bandung menjadi kota yang terbuka bagi semua, termasuk mereka yang berada dalam spektrum autisme,” ucapnya.
Melalui momentum Hari Autisme Internasional ini, diharapkan kesadaran dan kepedulian masyarakat semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih menerima, mendukung, dan memberdayakan penyandang autisme secara berkelanjutan.
(drj)




























