*Tafakur Membangun Kesadaran Diri

satu news 01

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:34 WIB

5042 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*Oleh : Idat Mustari***

Satunews.id — Seperti dalam tulisan sebelumnya”Menjeda Dunia,Merenungi Diri.” adalah upaya  mengingatkan diri pada satu penyakit zaman modern yang paling jarang disadari manusia: kelelahan jiwa di tengah kesibukan dunia. Manusia hari ini tidak kekurangan aktivitas, tetapi kekurangan kesadaran diri.

Nabi Muhammad Saw, sebelum menerima wahyu bukan mencari keramaian, bukan mencari popularitas, tetapi justru menjauh dari hiruk-pikuk masyarakat untuk memahami dirinya dan realitas kehidupan. Gua Hira bukan sekadar tempat fisik, melainkan simbol: bahwa kebenaran sering ditemukan bukan saat kita banyak berbicara, tetapi saat kita berani diam.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di era sekarang, manusia hampir tidak pernah sendiri. Tangannya memegang ponsel, matanya menatap layar, pikirannya dipenuhi notifikasi, tetapi hatinya kosong. Kita sibuk mengetahui kehidupan orang lain, namun tidak mengenal keadaan diri sendiri.

Di sinilah makna tafakur menjadi sangat dalam. Islam tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi ibadah kesadaran. Banyak orang rajin beribadah, namun mudah marah, mudah menyakiti, mudah sombong. Itu tanda ibadahnya bergerak di badan, belum sampai ke hati.

Tafakur adalah jembatan antara ibadah dan akhlak. Ketika seseorang benar-benar merenung, ia akan melihat: betapa banyak nikmat yang selama ini tidak ia syukuri, betapa banyak kesalahan yang ia anggap benar,
betapa banyak ambisi dunia yang ternyata tidak membuatnya tenang.

Tentu saja ketika Rasulullah Saw menyatakan bahwa merenung sesaat lebih baik daripada ibadah setahun. Maksudnya bukan merendahkan ibadah, tetapi menegaskan bahwa ibadah tanpa kesadaran bisa menjadi rutinitas, sedangkan kesadaran melahirkan perubahan.

Ramadhan sebenarnya bukan sekadar bulan menahan lapar, tetapi bulan mengembalikan manusia kepada dirinya. Lapar hanya metode; tujuan sebenarnya adalah melembutkan hati. Saat dunia dijeda, barulah suara nurani terdengar.

Kita sering meminta kepada Allah agar hidup berubah, namun jarang memberi waktu kepada diri sendiri untuk bertanya: apa yang sebenarnya harus saya ubah dari diri ini.

Sering kita lupa, bahwa dalam hidup ini yang paling kita butuhkan bukan tambahan kesibukan, melainkan jeda. Sebab dalam jeda, itulah manusia menemukan arah. Karena kadang manusia tidak tersesat karena tidak punya jalan,tetapi karena terlalu cepat berjalan tanpa pernah berhenti melihat tujuan.

Semoga Ramadhan bukan hanya mengurangi makan kita, tetapi menambah kesadaran,terutama kesadaran bertaubat. ” _Allāhumma innaka afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.”_

Salam Takjim

**Penulis Buku Bekerja Karena Allah,Komisaris di BUMD Kab Bandung

Berita Terkait

PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?
Tutup HJKB, Pawai Jampana Berlangsung Meriah dan Penuh Makna
Setengah Periode Kepemimpinan, Farhan Perkuat Penanganan Masalah Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:28 WIB

Rp696,78 Juta untuk Lebak Nangka! Mulyadi Anwar Dorong Jalan Desa Kadumanggu Kini Lebih Bagus dan Mulus

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Rp701,28 Juta untuk Cipambuan! Dadang Darajat Launching Rehabilitasi Kantor Desa dan Dayeuh Pajajaran

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kualitas Pelayanan, Lapas Palembang Terima Kunjungan Ombudsman Sumsel

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Kapolda Sumsel Dorong Pelajar SMKN 6 Palembang Berprestasi, Disiplin, dan Bebas Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Karutan Kelas I Palembang Bersama Jajaran Panen Kangkung, Dukung Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Lahan Produktif

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Rutan Kelas I Palembang Jalin Kerja Sama dengan Bank Sampah Graha Pena untuk Pengelolaan Sampah Anorganik  

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:20 WIB

Firdaus Hasbullah: Jangan Biarkan Narkoba Merampas Masa Depan Anak-Anak PALI!  

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Sinergi Forkopimda di The 12th World Anxi Conference, Polda Sumsel Dukung Iklim Daerah yang Kondusif

Berita Terbaru