Balita 2,5 Tahun di Indramayu Dilarikan ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan MBG

satu news 01

- Redaksi

Senin, 26 Januari 2026 - 14:00 WIB

5047 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu , -SatuNews. I’d –
Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di Posyandu Desa Ujung Pendok Jaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, menuai sorotan serius dari masyarakat. Sorotan ini mencuat setelah seorang balita berusia 2,5 tahun dilaporkan mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi salah satu menu MBG, yakni buah naga yang diduga sudah tidak layak konsumsi.

Berdasarkan keterangan Agung, ayah korban, gejala muntah-muntah dialami anaknya tidak lama setelah mengonsumsi buah naga dari paket MBG tersebut. Kondisi korban kemudian semakin memburuk sehingga harus segera dilarikan ke RS Mitra Plumbon, Widasari, pada Jumat sore hingga malam Sabtu (23/01/2026).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Baru selesai makan buah naga, anak saya langsung muntah-muntah. Buahnya sudah tidak layak, bahkan ada belatung,” ungkap Agung kepada awak media.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan medis di RS Mitra Plumbon. Pihak rumah sakit masih melakukan observasi dan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti dugaan keracunan yang dialami korban.

Tak hanya menu buah naga, sejumlah warga Desa Ujung Pendok Jaya juga mengeluhkan kualitas menu MBG lainnya. Beberapa makanan dinilai kurang layak konsumsi, seperti sayuran yang diduga sudah basi, perkedel yang keras, serta roti tawar yang hanya dibungkus kertas tanpa pelengkap dan dalam kondisi kering. Akibatnya, sebagian warga mengaku memilih untuk tidak mengonsumsi bahkan membuang paket MBG yang diterima.

Warga pun mempertanyakan peran Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) serta tenaga ahli gizi dalam proses pengawasan kualitas makanan. Mereka mendesak agar setiap menu MBG diperiksa secara ketat dan dicicipi terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada anak-anak, demi menghindari kejadian serupa.

Selain kualitas makanan, waktu pendistribusian MBG juga menjadi perhatian. Di Desa Ujung Pendok Jaya, paket MBG disebut baru diterima sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa makanan sudah tidak lagi segar saat sampai ke tangan penerima.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, awak media mendatangi dapur MBG yang berlokasi di Desa Ujung Jaya. Di lokasi, awak media ditemui oleh salah satu karyawan yang juga menjabat sebagai Asisten Lapangan (Aslap), Tri Septi. Ia mengakui adanya kelalaian dalam proses pendistribusian dan menyatakan pihaknya akan segera melakukan evaluasi internal.

“Kami mengakui adanya kelalaian dari tim pendistribusian. Hal ini akan segera kami evaluasi dan kami tindak lanjuti dengan memberikan teguran kepada pihak terkait,” ujar Tri Septi.

Ia juga menyampaikan bahwa pada hari yang sama, pihak korban bersama Kepala Desa Ujung Pendok Jaya, Hj. Waelinah, dijadwalkan datang ke dapur MBG untuk melakukan klarifikasi terkait insiden tersebut.

“Ya, sebentar lagi pihak korban dan Ibu Kuwu akan datang untuk klarifikasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Nurwasita selaku mitra pelaksana Program MBG tidak berada di kantor saat awak media berkunjung karena libur operasional. Keterangan sementara disampaikan oleh Tri Septi yang mewakili pihak yayasan dan membenarkan adanya kekeliruan terkait dugaan keracunan setelah konsumsi paket MBG.

Hingga saat ini, hasil pertemuan antara pihak korban dan mitra MBG masih belum diperoleh. Rajawalinusantaratv.id akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi terbaru setelah adanya keterangan resmi dari pihak terkait.

(Mas)

Berita Terkait

BNN Gelar Pasanggiri Kawih Sinom, Gaungkan Perang Melawan Narkoba Lewat Seni Sunda
Pemkot Bandung Targetkan Raih Pendapatan Daerah Rp7,46 Triliun Pada APBD 2027
Dukung Program Prioritas Kapolri, Puslitbang Polri Gelar Penelitian Kamseltibcarlantas Berbasis Teknologi di Polda Sumsel
Pisah Sambut Kalapas Kelas I Palembang, Estafet Pengabdian Berlanjut  
Tenggelam Di Sungai Komering Bocah 10 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia  
Kolong Jembatan Pasopati Harus Bersih, Sekda Herman Dorong Penanganan Sampah dari Hulu
Jajaran Pemasyarakatan Sumatera Selatan Laksanakan Penanaman Pohon di Lapas Pagar Alam
Ramaikan GIIAS 2026, Pemprov Jabar Beri Diskon 10 Persen atas Bea Balik Nama Kendaraan Baru dan Pajak Kendaraan 1 Tahunan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 08:27 WIB

BNN Gelar Pasanggiri Kawih Sinom, Gaungkan Perang Melawan Narkoba Lewat Seni Sunda

Selasa, 15 September 2026 - 08:19 WIB

Pemkot Bandung Targetkan Raih Pendapatan Daerah Rp7,46 Triliun Pada APBD 2027

Senin, 14 September 2026 - 22:24 WIB

Dukung Program Prioritas Kapolri, Puslitbang Polri Gelar Penelitian Kamseltibcarlantas Berbasis Teknologi di Polda Sumsel

Senin, 14 September 2026 - 17:53 WIB

Pisah Sambut Kalapas Kelas I Palembang, Estafet Pengabdian Berlanjut  

Minggu, 13 September 2026 - 08:24 WIB

Kolong Jembatan Pasopati Harus Bersih, Sekda Herman Dorong Penanganan Sampah dari Hulu

Sabtu, 12 September 2026 - 21:13 WIB

Jajaran Pemasyarakatan Sumatera Selatan Laksanakan Penanaman Pohon di Lapas Pagar Alam

Sabtu, 12 September 2026 - 15:26 WIB

Ramaikan GIIAS 2026, Pemprov Jabar Beri Diskon 10 Persen atas Bea Balik Nama Kendaraan Baru dan Pajak Kendaraan 1 Tahunan

Jumat, 11 September 2026 - 23:35 WIB

Bripda Rizki Ardianto, Personel Dit Samapta Polda Sumsel yang Hilang, Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Badak

Berita Terbaru