SATUNEWS.ID
KAB. TASIKMALAYA || Ikatan Keluarga Minang (IKM) Tasikmalaya menghadiri syukuran khitanan Fathan Alfa Rizqi Rajendra, putra dari pasangan Jendra Foki Manday dan Yeni Yanti, Minggu (6/7), di kediaman keluarga besar Rumah Makan Padang Uni Yeni, Kampung Ciseda, Desa Suka Asih, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
Kehadiran IKM Tasikmalaya yang dipimpin langsung oleh Ketua Syahrial Koto ini dilakukan dengan semangat “Pai Basamo”, tradisi Minang yang berarti “pergi bersama-sama”, sebagai simbol kekompakan dan solidaritas antarperantau.
Dalam sambutannya, Syahrial menekankan bahwa semangat kebersamaan tersebut tak hanya berlaku di momen bahagia, tetapi juga saat duka. IKM Tasikmalaya senantiasa hadir untuk membantu warga yang mengalami musibah, mulai dari sakit hingga pengurusan jenazah. Semua bentuk bantuan itu dikoordinasikan secara terstruktur oleh pengurus.
“Pai Basamo bukan sekadar hadir bersama. Ini adalah cerminan semangat persatuan dan kepedulian sesama perantau Minang,” ujar Syahrial.
Ia menambahkan, tradisi menghadiri undangan sesama warga Minang menjadi prinsip timbal balik yang memperkuat hubungan sosial di tanah rantau. “Meskipun tidak saling kenal, warga akan tetap hadir karena undangan disampaikan atas nama IKM,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Syahrial juga mengingatkan pentingnya kontribusi warga dalam rencana pembangunan Masjid Perantau Minang di Kampung Madewangi, Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Masjid yang akan dibangun di atas lahan seluas 2.800 meter persegi ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial-budaya masyarakat Minang di perantauan.
“Dalam waktu dekat, insyaallah akan dilaksanakan peletakan batu pertama. Mari kita giatkan kembali sedekah, infak, dan berbagi rezeki agar pembangunan ini berjalan lancar,” ajaknya.
Suasana syukuran berlangsung penuh kehangatan. Para tamu disambut hidangan khas Minang yang disiapkan oleh keluarga besar Uni Yeni, pelaku usaha kuliner Padang ternama di Tasikmalaya.
Selain sebagai perayaan keluarga, syukuran ini mencerminkan kuatnya jalinan sosial dan nilai budaya di antara warga Minang di Tasikmalaya. Prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah terbukti masih hidup dan mengakar di tengah kehidupan para perantau.
Tuan rumah, Jendra Foki Manday dan Yeni Yanti, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara serta mengucapkan terima kasih atas kehadiran IKM Tasikmalaya dan seluruh tamu undangan.
(Rizal)