Satunews.id
Kab. Bandung — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pembangunan Jembatan Dayeuhkolot tetap dilaksanakan setelah muncul kritik warga yang menilai proyek tersebut mangkrak. Kritik disampaikan melalui pemasangan spanduk protes di sekitar lokasi jembatan.
Dalam spanduk itu, warga menuliskan sindiran, di antaranya “Bukan kurang anggaran, tetapi kurang kepedulian” dan “Tahun silih berganti, jembatan mangkrak.”
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Dayeuhkolot merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan telah masuk dalam anggaran tahun ini.
“Jembatan Dayeuhkolot memang kewenangan Pemprov Jawa Barat dan tahun ini sudah dianggarkan untuk dibangun,” ujar KDM melalui akun media sosial resminya, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan, terdapat dua opsi konsep pembangunan. Opsi pertama melanjutkan desain yang sudah ada dengan estimasi anggaran sekitar Rp60 miliar. Namun, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) meminta jembatan ditinggikan untuk menyesuaikan aspek teknis pengendalian banjir.
Permintaan tersebut membuat kebutuhan anggaran meningkat menjadi sekitar Rp100 miliar.
Selain itu, proses pembebasan lahan saat ini masih berlangsung dan menjadi bagian penting dari tahapan pembangunan.
KDM juga mengapresiasi kritik warga sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kritik dari warga dan mohon maaf atas keterlambatan. Pembangunan infrastruktur membutuhkan perencanaan matang, pembebasan lahan, dan pembiayaan terukur, dan semuanya sedang disiapkan,” katanya.
Sumber : @dedimulaydi71



























