RDP DPRD OKU Memanas: Seleksi PAW Kades Tanjung Kemala Dituding Cacat Prosedur, Regulasi Jadi Alat Manipulasi?

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 24 September 2025 - 17:19 WIB

5025 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Oku, Satunews.id – Baturaja, 24 September 2025 | Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi I DPRD OKU berubah panas. Polemik seleksi tambahan Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Tanjung Kemala menyeruak setelah Sahril melayangkan surat sanggahan resmi kepada DPRD.

Dalam forum resmi ini, Sahril yang diwakili oleh aktivis OKU, Mukti Ali, menuding panitia seleksi telah meloloskan calon tanpa dasar hukum yang sah. Bahkan, ia menyebut proses seleksi itu cacat prosedur dan rawan manipulasi.

“Panitia mengabaikan aturan yang jelas dalam Perda OKU No.10 Tahun 2015 dan Perbup No.12 Tahun 2018. Bagaimana mungkin calon yang tidak memenuhi syarat pengalaman kerja bisa diloloskan? Ini bukan sekadar kesalahan teknis, ini pelanggaran serius,” tegas Mukti Ali.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama tiga calon ( Novizar, Danial Wajedi, dan Dasril ) dipersoalkan karena dinilai tak memiliki bukti autentik pengalaman di pemerintahan desa. Bukti yang diajukan hanya berupa fotokopi keputusan, yang menurut penggugat tidak sah secara hukum.

Kepala Dinas PMD OKU, Nanang Nurzaman, membela panitia dengan menyebut proses seleksi sudah sesuai regulasi. Menurutnya, pengalaman kerja hanya instrumen penilaian berbobot, bukan syarat mutlak.

“Panitia berpegang pada Pasal 65 ayat (6) Perda 10/2015 dan Pasal 33 Perbup 12/2018. Jadi, tidak ada pelanggaran,” ujar Nanang.

Pernyataan ini langsung menuai reaksi keras. Aktivis menilai pemerintah justru memelintir aturan untuk melegitimasi calon tertentu. “Ini bentuk tafsir sewenang-wenang yang berpotensi mencederai demokrasi desa,” sergah Mukti Ali.

Ketua Komisi I DPRD OKU, Naproni, S.T., M.Kom., akhirnya angkat suara. Ia mengakui bahwa multitafsir regulasi menjadi akar masalah.

“Jangan sampai aturan dibuat longgar lalu dimanfaatkan. Jika ini dibiarkan, PAW Desa bisa jadi panggung dagelan demokrasi. DPRD akan mendorong revisi aturan agar jelas, tegas, dan tak bisa dimanipulasi,” tandasnya.

Ia menegaskan, sesuai UU Desa No.6/2014, konflik PAW seharusnya diselesaikan lewat musyawarah desa. Namun, jika regulasi masih abu-abu, potensi konflik horizontal di masyarakat makin besar.

RDP berlangsung alot dengan adu argumen keras. Dari hasil rapat, DPRD menyampaikan beberapa rekomendasi:

– Menunda pelaksanaan PAW Tanjung Kemala hingga ada klarifikasi sahih.

– BPD diminta menggelar musyawarah luar biasa bersama masyarakat.

– Pemkab OKU wajib melakukan telaah ulang hukum terhadap mekanisme seleksi.

– DPRD akan mendorong revisi Perda 10/2015 dan Perbup 12/2018 agar tidak lagi multitafsir.

LSM dan pers yang hadir menegaskan, jika kasus ini dibiarkan, PAW akan kehilangan legitimasi moral dan hukum, serta membuka ruang konflik sosial.

Polemik ini menelanjangi lemahnya regulasi dan lemahnya integritas panitia. Jika rekomendasi DPRD tidak ditindaklanjuti, PAW Desa Tanjung Kemala berpotensi jadi preseden buruk: aturan dilanggar, demokrasi desa dikorbankan, dan konflik horizontal hanya tinggal menunggu waktu.

(Diego A.M)

Editor : dr.j

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru