Isu Dugaan Kolusi Warnai Pelantikan Pejabat Eselon II DKI Jakarta

- Redaksi

Selasa, 12 Agustus 2025 - 11:06 WIB

5049 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SATUNEWS.ID – JAKARTA – Pelantikan 59 pejabat eselon II di lingkungan Pemprov DKI Jakarta pada 7 Mei 2025 menuai sorotan. Seorang aparatur sipil negara (ASN) mengungkap adanya dugaan permainan dalam proses seleksi yang melibatkan sejumlah pihak di internal pemerintah daerah.

ASN berinisial SW dari Kedeputian Gubernur DKI Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi menyebut, ada dugaan kolaborasi antara pimpinan DPRD DKI Jakarta dan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk meloloskan 20 pejabat tanpa sepengetahuan Gubernur Pramono Anung. “Sayang sekali Bapak Gubernur tidak menyadari hal itu, karena memang tidak tahu ada permainan di belakang,” ujar SW, Senin (11/8/2025).

SW mengaku memperoleh informasi ini dari beberapa anggota DPRD DKI. Menurutnya, pihak-pihak tersebut diduga mengatur penempatan pejabat guna mempermudah pengaturan proyek. Ia juga menyebut adanya peran orang dekat mereka yang bertindak sebagai operator lapangan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, SW menuturkan bahwa sejumlah pertemuan dan pemanggilan pejabat dinas, pimpinan BUMD, hingga kontraktor kerap dilakukan untuk membahas proyek. Aktivitas ini disebut melibatkan beberapa staf dan pihak eksternal yang memiliki akses ke ruang kerja pejabat tinggi DKI.

Tak hanya itu, SW juga menduga adanya dukungan dari pihak eksternal yang memperkuat posisi kelompok tersebut. Hal ini, menurutnya, membuat para pejabat dinas hingga pimpinan BUMD berada dalam tekanan untuk mengikuti arahan tertentu.

Menjelang pelantikan pejabat eselon III dan IV mendatang, SW mengingatkan Gubernur Pramono Anung agar lebih waspada. Ia khawatir pola yang sama akan kembali terjadi, terutama pada jabatan strategis seperti camat, lurah, dan dinas teknis.

“Mereka sudah pasang kuda-kuda untuk menaruh orang-orangnya di jajaran pejabat eselon III dan IV yang akan dilantik berikutnya. Pak Gubernur harus hati-hati agar tidak kecolongan lagi,” kata SW.

Pelantikan pejabat eselon II ini sendiri dilakukan berdasarkan sejumlah surat resmi, termasuk dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), DPRD DKI Jakarta, dan Keputusan Menteri Dalam Negeri.

Dalam ketentuan tersebut, pengisian jabatan dimaksudkan untuk memperkuat pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik, dengan seleksi melibatkan BKN dan KASN sesuai Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam dugaan tersebut. (Red**)

Berita Terkait

DHL Express Sesuaikan Tarif Pengiriman Mulai 1 Januari 2027, Perkuat Investasi Teknologi dan Jaringan Global
KPK Tahan 4 Tersangka Korupsi Iklan Bank BJB, Total Kerugian Masih Dihitung
Konferensi pers Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 H yang digelar di Kantor Kemenag
Forkoda Jabar Geruduk DPD RI: Moratorium Pemekaran Harus Dicabut, Jabar Rugi Rp55 T Dibanding Jatim
Bupati OKU Gandeng Danantara, RDF Plant Jadi Solusi Sampah
Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Bupati OKU dan BPR Baturaja Bawa Pulang 3 Trofi TOP BUMD 2026
DPP Pembasmi Investasi Milyaran Rupiah untuk Aplikasi Hallo Law
Komisi I DPR RI: Waspada Eskalasi Konflik Israel-AS dan Iran

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Perkuat Infrastruktur Desa, Pemdes Cikutamahi Mulai Peningkatan Jalan Kp. Tegal Peundeuy dengan Anggaran Rp220,97 Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Hari Santri Nasional 2026, H. Junaidi Samsudin Ajak Generasi Muda Meneladani Perjuangan Ulama dan Belajar Sepenuh Hati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Momentum Hari Santri Nasional 2026, Danramil Cileungsi Mayor , Endang Lili Gaungkan Pesan Indonesia Damai dan Penuh Berkah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Kades Uwes Wijaya Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Hari Santri Nasional 2026, DPC PPP Kabupaten Bogor Tegaskan Peran Santri sebagai Pilar Moral Bangsa Menuju Indonesia Emas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:16 WIB

Launching BKK Akselerasi 2026, Desa Gunung Putri Alokasikan Rp1,5 Miliar untuk 12 Program Pembangunan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Hari Santri 2026, H. Udin Saputra dan Hj. Silvia Maharani: Santri Pilar Moral Bangsa, Penguat Indonesia Emas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:59 WIB

KORVE Gerakan Indonesia Asri, Kades Citeureup Gugun Wiguna: Jangan Tunggu Lingkungan Kotor Baru Bergerak!

Berita Terbaru