Program Pendampingan Perguruan Tinggi (Papanting) IPB Bekerja Sama Dengan BKKBN Pusat

satu news 01

- Redaksi

Jumat, 23 Agustus 2024 - 17:00 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

Kabupaten Sukabumi – Program ini diadakan di Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit. Kegiatan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Sukabumi dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Camat Kadudampit, pada Kamis (23/08/2024).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tien Herawati dari IPB menyampaikan kepada awak media, “Kedatangan kami dalam Program Pendampingan Perguruan Tinggi ini bertujuan untuk mendukung percepatan penurunan stunting. Kami bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia. Program ini kami adakan di dua desa, yaitu Desa Sukamanis dan Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit. Kegiatan ini termasuk dalam Program Pendampingan atau PAPANTING, yaitu Pojok Pangan Atasi Stunting.”

Tien melanjutkan, “Harapannya, dengan memanfaatkan lahan-lahan yang belum dikelola secara maksimal untuk menanam berbagai jenis tanaman, sayuran, dan buah-buahan, dapat membantu keluarga serta mempermudah akses. Ini diharapkan dapat membuat anak-anak lebih suka mengonsumsi sayuran dan buah-buahan, serta memberi semangat kepada ibu-ibu dengan anak baduta dan balita dalam memberikan makanan sehat. Pojok Pangan Atasi Stunting ini akan ditanami dengan buah pepaya, sayuran, pakcoy, kailan, dan salad yang didukung oleh Direktorat Pengembangan Masyarakat Agro Maritin IPB.”

“Saya berharap kegiatan ini dapat berlanjut dengan baik dan bermanfaat, khususnya untuk warga Desa Sukamanis,” tambahnya.

Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk BKKBN Pusat, Munawar Asikin, menambahkan, “Sejalan dengan kebijakan mengenai stunting yang telah ditetapkan, kami berharap kegiatan ini dapat fokus pada seribu hari pertama kehidupan. Selain program PAPANTING, ada juga program pemberian makanan tambahan berupa protein hewani secara kontinu selama enam bulan. Menurut pakar gizi, salah satu cara untuk mempercepat penurunan angka stunting adalah dengan memberikan asupan gizi yang tepat untuk bayi dua tahun.”

Munawar menjelaskan lebih lanjut bahwa saat ini terdapat beberapa skema untuk pemberian makanan tambahan, seperti program “Dapur Sehat Atasi Stunting” yang dijalankan di berbagai daerah. Program ini juga mencakup tambahan vitamin, mineral, dan susu. Kami menggandeng berbagai pihak, termasuk kementerian, lembaga, dan TNI, untuk menjadi bapak asuh atau bunda asuh anak stunting. Dukungan ini bertujuan untuk memperkuat program pemberian gizi yang tepat dan memperbaiki angka stunting di Sukabumi.

 

Kepala Desa Sukamanis, Ade Irawan, dalam ucapannya, menyatakan, “Kami mengucapkan terima kasih atas dilaksanakannya Program PAPANTING di desa kami, yang merupakan yang pertama di Sukamanis. Kami sangat senang dan bangga atas kedatangan tamu dari IPB dan BKKBN pusat beserta mahasiswa. Kami, bersama jajaran dan kader yang telah terlatih selama 15 hari, akan melanjutkan bimbingan ke depannya. Semoga program ini dapat meningkatkan aktivitas dan kinerja warga di Desa Sukamanis.”

Jurnalis: Eneng Nur KS

Berita Terkait

Banjir Terus Berulang, Warga Cikaret Harapan Jaya Desak Bupati Bogor Turun Langsung Tinjau Lokasi
Pengantin Pria Ditangkap Usai Akad Nikah, Istri Cantik Gagal Malam Pertama Gegara Kasus Curanmor
Euforia Kemenangan Persib Diwarnai Insiden, 19 Kecelakaan dan Satu Kasus Pembacokan Terjadi di Bandung
Pemkot Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Modern, Terima Kunjungan CPIU, CPMU dan Tim Bank Dunia
Pemdes Gunungsari Gelar MUSDES LPJ BUMDes Bina Mitra Desa Tahun 2025, Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Usaha Desa
Rupiah Kembali Tertekan, Sentimen Konflik Global dan Ketidakpastian AS-Iran Picu Pelemahan
Oknum Suporter PSM Diduga Tendang Pemain Persib Usai Maung Bandung Menang Dramatis 2-1 di Parepare
Persib Bandung Bungkam PSM Makassar, Euforia Nobar Bobotoh Pecah di Berbagai Daerah

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:27 WIB

Banjir Terus Berulang, Warga Cikaret Harapan Jaya Desak Bupati Bogor Turun Langsung Tinjau Lokasi

Senin, 18 Mei 2026 - 21:23 WIB

Pengantin Pria Ditangkap Usai Akad Nikah, Istri Cantik Gagal Malam Pertama Gegara Kasus Curanmor

Senin, 18 Mei 2026 - 18:16 WIB

Euforia Kemenangan Persib Diwarnai Insiden, 19 Kecelakaan dan Satu Kasus Pembacokan Terjadi di Bandung

Senin, 18 Mei 2026 - 17:28 WIB

Pemkot Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Modern, Terima Kunjungan CPIU, CPMU dan Tim Bank Dunia

Senin, 18 Mei 2026 - 14:51 WIB

Rupiah Kembali Tertekan, Sentimen Konflik Global dan Ketidakpastian AS-Iran Picu Pelemahan

Senin, 18 Mei 2026 - 13:30 WIB

Oknum Suporter PSM Diduga Tendang Pemain Persib Usai Maung Bandung Menang Dramatis 2-1 di Parepare

Senin, 18 Mei 2026 - 13:13 WIB

Persib Bandung Bungkam PSM Makassar, Euforia Nobar Bobotoh Pecah di Berbagai Daerah

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:57 WIB

Ribuan Warga Padati Bandung, Kirab Milangkala Tatar Sunda Jadi Panggung Budaya Terbuka

Berita Terbaru