Kontraktor Pekerjaan Hotmix Jembatan Alun-alun Intimidasi Wartawan

- Redaksi

Kamis, 18 Desember 2025 - 23:54 WIB

505 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kontraktor Pekerjaan Hotmix Jembatan Alun-alun Intimidasi Wartawan

Indramayu , – SatuNews.id-– Dunia Jurnalistik kembali mengalami nasib tak beruntung. Berniat melakukan tugas liputan dalam pekerjaan proyek hotmix di wilayah jantung kota, namun mereka mendapat perlakuan tidak baik, bahkan terkesan diintimidasi.

Proyek yang dibiaya rakyat kembali tercoreng atas ulah kontraktor yang arogan dan bersikap layaknya preman.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua wartawan media online asal Indramayu mengaku mendapatkan perlakuan intimidatif saat menjalankan tugas peliputan proyek rehabilitasi (hotmix) Jembatan Alun-alun Indramayu yang diduga dikerjakan oleh CV Tiga Utama pada Kamis malam (18/12/2025).

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar luas. Dalam rekaman tersebut, terlihat wartawan M Guntur dari Metroonline mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari oknum pihak kontraktor.

Bahkan, oknum tersebut diduga hendak membanting handphone milik Guntur saat proses peliputan berlangsung. “Kenapa foto – foto, entar saya banting hpnya,”ucap seseorang yang diduga kuat kontraktor.

Mereka juga menggertak wartawan dengan gerakan wajah sinis dan mata melotot. “Kamu dari mana, dari media apa,”kata oknum kontraktor yang menanya balik identitas wartawan, saat M Guntur menanyakan kepadanya, “Bapak sebagai apa kepada kontraktor arogan tersebut.

Perlakuan tidak terpuji juga menimpa wartawan lain, Rochmanto dari Media Rakyat Nusantara. Dirinya mengaku mendapat respons tidak kooperatif saat mempertanyakan transparansi proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu, yakni uang rakyat.

Rochmanto menanyakan keberadaan papan informasi proyek, serta spesifikasi teknis pekerjaan hotmix seperti panjang, lebar dan ketebalan aspal. Namun, pertanyaan tersebut tidak dijawab secara jelas.

Kontraktor yang diduga berinisial F justru memberikan jawaban cetus dan terkesan menghindar.

“Papan informasi hilang, kalau nanya tebal silakan tanya ke pengawas saja,” ucapnya.

Sikap tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak. Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) DPC Indramayu, Sekretaris KWRI DPC Indramayu, Wira Hadiyono, menegaskan bahwa tindakan intimidasi terhadap wartawan merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers yang dilindungi undang-undang.

“Apa yang dialami rekan-rekan wartawan ini adalah bentuk nyata intimidasi dan penghalangan kerja jurnalistik. Ini tidak bisa ditoleransi. Wartawan menjalankan tugas untuk kepentingan publik, apalagi ini proyek yang dibiayai dari APBD,” tegas Wira.

Dirinya juga menyoroti minimnya transparansi pihak kontraktor terkait papan informasi proyek yang seharusnya wajib terpasang di lokasi pekerjaan.

“Papan informasi proyek itu kewajiban, bukan formalitas. Kalau sampai tidak ada, apalagi disebut hilang, ini patut dipertanyakan. PUPR Indramayu harus segera turun tangan dan memberikan teguran keras, bahkan sanksi jika ditemukan pelanggaran,” tambahnya.

Wira menegaskan bahwa KWRI DPC Indramayu akan terus mengawal kasus ini dan siap melaporkan ke instansi terkait apabila tidak ada tindak lanjut yang jelas.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan intimidasi terhadap wartawan maupun sikap kontraktor CV Tiga Utama di lapangan.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya transparansi proyek publik serta penghormatan terhadap kerja jurnalistik sebagai pilar demokrasi.

(Masno)**

Berita Terkait

Marif Yoga Yanda Perdana Terpilih Menjadi Ketua FPTI Kabupaten Indramayu Periode 2026 – 2030
Warga Indramayu Laporkan Pemilik Pabrik Beras ke Polisi atas Dugaan Perusakan dan Ancaman
Kepala UPL PLN Purwakarta Enggan Temui Insan Pers, Jurnalis Kecewa
Simposium FISIP Unpas: Mahasiswa Diajak Jadi Solusi bagi Masalah Masyarakat
Sidang Lanjutan Kasus Pembunuhan Berencana di PN Indramayu, Keluarga Korban Kawal Persidangan
Pengundian Nomor Urut Pilwu Antar Waktu Desa Jatibarang Baru, Warga sangat Antusias
Tanggul Kritis Berujung Jalan Putus Berdampak Lumpuhnya Aktifitas Warga
Korban di Janjikan Kerjasama Agen Pangkalan Elpiji Tempuh Jalur Hukum
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:53 WIB

Setelah Sosialisasi, Bangunan Liar di Bantaran Citarum Dayeuhkolot Dibongkar

Senin, 9 Februari 2026 - 15:44 WIB

Camat Kankan Taufik Tegaskan Banyak Jalur Aspirasi, Musrenbang Tetap Jadi Aksi Nyata Masyarakat

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:55 WIB

Pentahelix Dayeuhkolot Ajak Para Ketua RW Berkolaborasi Atasi Banjir Dayeuhkolot

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:59 WIB

Jembatan Dayeuhkolot Diprotes Warga, KDM: Sudah Dianggarkan, Tinggal Proses Teknis

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:58 WIB

Camat Baleendah Tinjau Perbaikan 3 Pintu Air Duckbill, Upaya Nyata Tekan Banjir

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:10 WIB

Renie Rahayu Pastikan Aspirasi Rakyat Tak Berhenti di Janji, Warga Paseh Terima Manfaat Nyata

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Kadis PUTR Zeis Zultaqawa: Jasa Konstruksi Bukan Sekadar Bangun Fisik, Tapi Fondasi Ekonomi Daerah

Selasa, 3 Februari 2026 - 23:21 WIB

Atasi Banjir di Sempadan Sungai, Pentahelix : Bangunan Liar Harus Ditertibkan

Berita Terbaru