Oleh : idat Mustari
Assalamu’alaikum
Salah satu penyebab pekerja/karyawan hilang kebahagiaannya adalah ketika memikirkan gaji orang lain. Padahal kebahagiaan seseorang tidak ditentukan oleh seberapa besar gaji yang diterima. Sebab belum tentu seseorang bisa bahagia karena gaji yang diterima sama dengan orang lain.
Kebahagiaan tak ada hubungannya dengan besar atau kecilnya gaji melainkan seberapa besar kemampuan bersyukurnya. Tanda seseorang memiliki kemampuan bersyukur dengan gaji yang ia terima adalah ketika ia merasa cukup.
Merasa cukup itu ukurannya di hati. Dengan kata lain boleh jadi ada orang yang gaji nya lebih besar dari yang lain, tetapi ia dihinggapi perasaan kurang dan selalu kurang.
Seorang karyawan yang memiliki kemampuan beryukur, akan Allah tambah rezekinya. Tambah rezeki itu bukan berarti naik gaji. Sebab rezeki dengan gaji itu dua hal yang berbeda. Gaji itu ukurannya kuantitas, sedangkan rezeki itu kualitas.
Boleh jadi Si A gajinya lebih kecil dari Si B, tetapi si A rezekinya lebih besar dari Si B. Si A meskipun gajinya lebih kecil dari Si B, tapi Si A lebih bisa hidup nyaman, tenang dan bahagia dibandingkan Si B, karena Si A rezekinya lebih besar meskipun gajinya kecil dibandingkan si B.
Oleh karena itu sebaiknya fokus pada berkahnya gaji, bukan besarnya gaji. Indikator gaji yang berkah adalah adanya rasa cukup di hati. Hatinya tenang, anak-istrinya sehat dan bahagia, Bahkan masih bisa menyisihkan untuk infaq atau shadaqah.
Kebahagiaan tidak terletak pada besarnya gaji atau uang, atau kekayaan. Sebab jika kebahagiaan ukurannya kekayaan, tidak mungkin ada orang kaya mati bunuh diri.
Betapa banyak orang dianggap miskin oleh orang lain tetapi hidupnya justru bahagia dibandingkan dengan yang menganggapnya miskin. Karena sesungguhnya rasa bahagia itu adalah anugerah yang diberikan oleh Allah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.
Semoga kita diberikan rasa cukup atau dalam bahasa agama disebut Qanaah. Ketika kita memiliki rasa cukup di hati, maka itulah yang disebut oleh Rasulullah saw sebagai orang yang paling Kaya.
Wallahu’alam
**Penulis Buku Bekerja* *Karena Allah*
Met aktivitas, Smg sehat selalu, bahagia selalu, berkah rezekinya..
Met jum’atan, jangan lupa isi kencleng




























