Pesan Damai Dari Presiden Prabowo

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 18 Desember 2024 - 07:22 WIB

5014 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Idat Mustari

 

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Opini – Mengutip sebagian dari pidato Presiden Prabowo Subianto dalam acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun Partai Golkar ke-60 Tahun, di Sentul International Convention Center, “Perdamaian bukanlah hadiah dari langit, melainkan hasil dari upaya yang sulit. Tidak semua negara dan tidak semua kekuatan di dunia beriktikad baik. Untuk itu, kita harus waspada. Kita harus waspada dan kuncinya adalah kalau semua unsur pemimpin dari semua lapisan bisa rukun Bersatu. Tidak berarti kita tidak boleh berbeda pendapat, tetapi ujungnya kita tidak boleh bermusuhan.

Saya tidak pernah mau terpancing untuk membenci. Di bidang politik, kita tidak boleh sampai membenci lawan, mencaci maki, maupun menghardik. Kembali kepada kepribadian kita, kembali kepribadian asli bangsa Indonesia. Kita diajarkan oleh nenek moyang kita bermusyawarah. Pentingnya mengedepankan nilai-nilai seperti prinsip mikul dhuwur mendem jero, yakni mengangkat hal-hal kebaikan dan memendam hal-hal yang negatif.

Tidak mungkin hubungan antara manusia, antara kelompok tidak mungkin tidak ada selisih, tidak mungkin tidak ada salah ucap, tidak mungkin tidak ada salah tindak, tidak mungkin tidak ada salah sangka, tidak mungkin.” (Sumber Youtube).

Dari pidato Presiden Prabowo itu, ada beberapa pesan yang bisa kita tangkap, antara lain; (1) Perdamaian tidak datang begitu saja. (2) Tidak boleh membenci lawan politik. (3) Jauhi Sengketa. Boleh jadi pesan itu pun untuk mengingatkan para peserta yang baru berlaga di Pilkada Serentak 2024. Para Paslon Kepala Daerah seharusnya senantiasa memelihara perdamaian pasca Pilkada. Tak boleh ada saling membenci diantara Paslon. Begitupun hindari Sengketa pasca Pilkada.

Pilkada tanpa sengketa hanya ada ketika Paslon Kepala Daerah yang kurang beruntung tidak mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan kata lain kalau di satu daerah ada Paslon yang mengajukan gugatan Ke MK berarti PIlkada ada sengketa.

Paling tidak ada dua alasan Paslon mengajukan gugatan ke MK, yakni (1). Berharap pasangan calon yang sudah diumumkan pemenang didiskualifikasi, sehingga pasangan calon yang semula dianggap menang menjadi kalah, atau sebaliknya.  (2). Bisa mengulur waktu pelantikan kepala daerah terpilih.

Jika disuatu daerah ada Pilkada Sengketa, maka itu menjadi pertanda adanya potensi konflik diantara masing-masing Paslon termasuk para pendukungnya. Rekonsiliasi diantara Paslon dan para pendukungnya semakin sulit, padahal rekonsiliasi politik pasca Pilkada sangatlah penting. Tujuannya agar pemerintahan daerah berjalan dengan baik, selama lima tahun ke depan. Begitupun apapun hasil putusan MK akan memberi dampak memicunya konflik, ketika putusan dianggap tidak adil.

Oleh karena sejatinya Pasca Pilkada tidak ada sengketa, sebab Ajaran Islam mengajarkan untuk menjauhi sengketa. Dan sengketa jauh dari makna perdamaian seperti yang diserukan oleh Presiden Prabowo pentingnya arti perdamaian.

*_Pemerhati Sosial, Mantan Pengurus KNPI Jawa Barat_

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru