Bupati Purwakarta, Anne, Lindungi Masyarakat Dari Penyakit

Satunews.id

- Redaksi

Jumat, 18 Agustus 2023 - 15:45 WIB

505 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purwakarta // Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika meminta jajarannya untuk mengantisipasi terjadinya penurunan kualitas udara dampak dari musim kemarau yang panjang dan ekstrim.

Perintah itu diberikan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat bisa terhindari dari berbagai potensi penyakit yang disebabkan kualitas udara yang buruk.

Perintah itu sekaligus sebagai langkah antisipasi menyusul terjadinya penurunan kualitas udara di sejumlah kota besar diantaranya DKI Jakarta dan kawasan Bodetabek (Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kualitas udara di Purwakarta harus terus dijaga berada dalam kondisi baik. Harus disiapkan langkah antisipasi yang mampu mencegah terjadinya penurunan kualitas udara di Purwakarta. Kita harus melindungi masyarakat dari berbagai potensi penyakit yang ditimbulkan dari penurunan kualitas udara,” kata Bupati Anne Ratna Mustika, Jumat, 18 Agustus 2023.

Orang nomor satu Purwakarta itu juga menghimbau masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mengingat musim kemarau yang ekstrem dampak dari fenomena El Nino akan berpengaruh pada kesehatan manusia.

“Tingkatkan kebiasaan pola hidup bersih dan sehat, musim kemarau yang ekstrim akan berpengaruh pada daya tahan tubuh manusia yang berdampak pada kualitas kesehatan,” ujar Anne Ratna Mustika.

Cuaca panas dan debu yang saat ini melanda karena dampak dari musim kemarau menurut Bupati perempuan pertama di Purwakarta dikhawatirkan berdampak pada kualitas udara di Purwakarta.

Bupati Anne juga menginstruksikan para  stakeholder di jajaran Pemkab Purwakarta untuk mewaspadai setiap fenomena alam yang terjadi, seperti kualitas udara yang berdampak pada kesehatan masyarakat.

“Kita harus bersiaga penuh untuk mencegah dan mengantisipasi setiap fenomena yang terjadi. Melakukan pencegahan itu jauh lebih baik dari pada mengobati,” ujarnya.

Seperti diberitrakan sejumlah media massa, penurunan kualitas udara terjadi di Ibu Kota Jakarta dan beberapa wilayah lainnya. Seperti Bogor, Bekasi dan Tangerang. Kondisi itu terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Antara lain, kemarau panjang yang ekstrim,  konsentrasi polutan, emisi kendaraan  bermotor, termasuk dari manufaktur industri.

*Kualitas Udara Baik*

Sementara itu, berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Purwakarta melalui metode passive sampler kualitas udara di kabupaten tersebut dalam kondisi cukup baik, dan tidak tercemar.

Metode passive sampler merupakan pemantauan mutu udara ambien, dan merupakan salah satu upaya untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan program pengendalian pencemaran udara.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan dan Lingkungan (P2KL) DLH Purwakarta Agung Mutaqin mengatakan, faktor pendukung lainnya seperti Ruang Terbukan Hijau (RTH) yang berada di pusat kota cukup membantu menjaga kualitas udara di Purwakarta.

“Geografis di Purwakarta itu kan banyak di dominasi oleh wilayah perkebunan karet, teh, kehutanan dan perkebunan warga, dan perkebunan bambu di Sukasari, termasuk RTH di pusat kota, keberadaan itu sangat membantu menjaga kualiatas udara di Purwakarta,” ujar Agung.

Agung menjelaskan, faktor lainnya kualitas udara di Purwakarta terjaga karena pengelolaan emisi di sektor industri masih bisa dikenadalikan.

“Aktivitas kendaraan dan emisi disektor industri masih bisa kita kendalikan. Kita juga melakukan pengujian berkala untuk kualitas udara di Purwakarta,” ujarnya.

*_Waspadai Penyakit_*

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Purwakarta, drg. Elitasari Kusuma Wardani meminta masyarakat untuk tetap disiplin saat beraktifitas di luar rumah, seperti menggunakan masker. Banyaknya debu saat kemarau bisa memicu terjadinya penyakit lain selain ISPA, yakni batuk pilek (Common Cold), sinusitis, radang tenggorakan akut, Laringitis akut dan Pneunomia (Radang Paru-paru).

“Usahakan menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah agar debu tidak langsung masuk ke hidung dan mulut kita, debu dijalan apabila masuk langsung ke rongga hidung bisa menyebabkan alergi dan infeksi, dan memicu terjadinya batuk filek, radang tenggorokan serta lainnya,” katanya.

Adanya peningkatan penderita ISPA di kota-kota besar di Jawa Barat seperti Depok dan kota Tasikmalaya sempat mendapat perhatian karena adanya peningkatan penyakit ISPA diwilayah tersebut.

Untuk antisipasi hal itu, Elita mengaku, sejauh ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk penanganan kualitas udara di Purwakarta. Bahkan, laporan yang diterimanya tidak ada peningkatan untuk penderita ISPA.

“Kualitas udara di Purwakarta masih cukup baik, tidak ada lonjakan penyakit seperti ISPA. Data dari Januari-Juli 2023 penderita penyakit itu sekitar 2160 kasus. Data itu tidak jauh berbeda dari tahun 2022, dari Januari-Agustus penderita 2442 kasus,”katanya

Menurut Elita, masyarakat harus menjaga asupan gizi seimbang dengan mengonsumsi buah dan sayur didalam upaya mencegah ISPA ditengah terpaan cuaca panas saat ini.

Selain itu, diharapkan juga selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dilingkungan tempat tinggal. Seperti rajin mencuci tangan dengan sabun agar terhindar dari kuman penyakit.

“Biasakan mengonsumsi vitamin atau suplemen dan olahraga rutin guna menjaga imun tubuh, sehingga mencegah beragam penyakit tidak menular seperti ISPA,” kata Elitasari

*(Red/Hms)*

Berita Terkait

Wabup Bogor H. Jaro Ade Lakukan Jum’at Keliling, Teguhkan Syukur dan Persatuan di Cileungsi
Desa Gunung Putri Naik Kelas: Data Presisi Jadi Senjata Baru Pembangunan Bogor
Pemerintah Kota Cimahi Raih UHC Awards 2026 Kategori Pratama
Perang Melawan TBC Dimulai dari Desa: GunungSari Tegas Nyatakan Desa Siaga TBC
Amanah Anggaran dan Air Mata Pemimpin: Musdes LPJ Cikahuripan Sarat Nilai Ibadah
Musrenbang Citeureup 2026: Bedah Masalah Kesehatan, Pendidikan, Kemiskinan, dan Pengangguran
Menag Ingatkan Batas Akhir Produk Farmasi Wajib Sertifikasi Halal 17 Oktober 2026
Korban di Janjikan Kerjasama Agen Pangkalan Elpiji Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:21 WIB

Wabup Bogor H. Jaro Ade Lakukan Jum’at Keliling, Teguhkan Syukur dan Persatuan di Cileungsi

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:04 WIB

Hidup Ini Susah

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:10 WIB

Desa Gunung Putri Naik Kelas: Data Presisi Jadi Senjata Baru Pembangunan Bogor

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:15 WIB

Pemerintah Kota Cimahi Raih UHC Awards 2026 Kategori Pratama

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:02 WIB

Amanah Anggaran dan Air Mata Pemimpin: Musdes LPJ Cikahuripan Sarat Nilai Ibadah

Rabu, 28 Januari 2026 - 22:39 WIB

Musrenbang Citeureup 2026: Bedah Masalah Kesehatan, Pendidikan, Kemiskinan, dan Pengangguran

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:26 WIB

Menag Ingatkan Batas Akhir Produk Farmasi Wajib Sertifikasi Halal 17 Oktober 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:28 WIB

Korban di Janjikan Kerjasama Agen Pangkalan Elpiji Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru

Artikel

Hidup Ini Susah

Jumat, 30 Jan 2026 - 07:04 WIB

Artikel

Pemerintah Kota Cimahi Raih UHC Awards 2026 Kategori Pratama

Kamis, 29 Jan 2026 - 15:15 WIB