Dinkes Bandung Minta Calon Jemaah Haji Cek Kesehatan Jauh Hari: Manfaatkan Program Pemerintah

satu news 01

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 18:47 WIB

5058 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SATUNEWS.id

SOREANG,|| Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung, dr. H. Yuli Irnawaty Mosjasari, M.M., menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan dini bagi calon jemaah haji. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi kesehatan haji yang digelar oleh Anggota Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Gedung Moch. Toha Soreang, Bandung, Rabu (15/10/2025).

“Pada hari ini kita ada kegiatan sosialisasi kesehatan bagi calon jemaah haji, di mana tahun ini kita tarik lebih awal untuk pemeriksaan kesehatan haji itu. Karena, Insyaallah akan berangkat di bulan April 2026,” kata Yuli usai kegiatan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yuli menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji tahun keberangkatan 2026 sudah dimulai sejak September 2025. Langkah ini diambil jauh sebelum keberangkatan, sekitar enam bulan sebelumnya, dengan pemeriksaan Medical Check Up (MCU) dan Check Up haji.

“Itu dimaksudkan agar jika mereka memiliki penyakit-penyakit tertentu, ada waktu untuk mengobatinya,” jelasnya.

Namun, Dinkes Kabupaten Bandung merasa waktu enam bulan saja belum cukup. Pihaknya mengimbau agar para calon jemaah haji dapat memanfaatkan program pemerintah, yaitu cek kesehatan gratis dua tahun sebelum keberangkatan.

“Jadi, ada juga penyakit-penyakit yang harus diobati minimal satu tahun seperti TBC. Bila mereka (jemaah) menggunakan cek kesehatan gratis di saat mereka ulang tahun, mereka tidak harus bayar, tetapi sudah terperiksa penyakit-penyakitnya. Setelah itu, baru mendekati masa keberangkatan mengikuti MCU yang memang sesuai indikator atau sesuai pemeriksaannya dengan pedoman haji,” terang Yuli.

Lebih lanjut, Yuli menuturkan bahwa jika hasil MCU awal yang dilakukan oleh dokter umum di Puskesmas memerlukan tindakan lebih lanjut, seperti pemeriksaan dokter spesialis, Dinkes akan memberikan surat rujukan.

“Untuk itu kita berikan surat rujukan ke dokter spesialis tersebut. Dan mereka (jemaah) bebas mau di Rumah Sakit pemerintah, swasta, di manapun mereka berkenannya, dan diobati sesuai dengan temuan penyakit dari screening awal haji tersebut. Jadi, manfaatkan program pemerintah,” tutup Yuli

(Asp)

Berita Terkait

Aksi SDA Provinsi di PT Zhong Xin Palasari Berbuah Hasil, Genangan Kini Jauh Berkurang
Pemkot Bandung Harus Merespon Cepat Kekisruhan Tata Keloka Kebun Binatang Bandung
Rencana Dihadiri Ketum PKB, Muscab PKB Kabupaten Bandung Digelar 8 April Mendatang
120 Anggota DPRD Jawa Barat Sudah Lapor LHKPN Periode 2025
Kang DS Minta Pejabat Baru Bekerja Cepat dan Utamakan Masyarakat
Banjir Berulang dan Jalan Rusak, Warga Desak Keras Aksi Nyata Bina Marga Provinsi
Kapolda Jabar Berikan Tali Asih kepada Personel Gabungan yang terlibat di Pos Hoegeng Simpang Gadog
Kapolda Jabar Tinjau Wisata Pantai Karanghawu, Tekankan Keselamatan Pengunjung

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:37 WIB

Perluas Lapangan Kerja, Disnaker Bandung Targetkan 4.600 Warga Terserap Program Padat Karya

Jumat, 3 April 2026 - 19:33 WIB

Aksi Mahasiswa di Kantor Bupati Bekasi Memanas, Desak Transparansi Anggaran dan Perbaikan Layanan Publik

Jumat, 3 April 2026 - 19:28 WIB

Gadis 20 Tahun di Aceh Timur Dilaporkan Hilang, Keluarga Harap Neisya Salbila Segera Pulang

Jumat, 3 April 2026 - 19:14 WIB

Bupati OKU Turun Tangan, Proyek Box Culvert Dikebut untuk Akhiri Banjir Menahun di Sukaraya

Jumat, 3 April 2026 - 19:08 WIB

Penganiayaan Berujung Maut di Baturaja, Pelaku Buron Usai Tusuk Korban hingga Tewas

Kamis, 2 April 2026 - 19:22 WIB

Kasus Campak Meningkat, Jabar Siapkan Imunisasi Massal untuk Anak Balita

Kamis, 2 April 2026 - 18:54 WIB

KPK Geledah Rumah Ono Surono, Sita Uang dan Dokumen Terkait Dugaan Suap Proyek Bekasi

Kamis, 2 April 2026 - 18:42 WIB

Teror Jurnalis di Sumsel, Dugaan Oknum Aparat Kirim Ancaman dan Sebar Data Pribadi

Berita Terbaru