Jejak Keracunan Makanan dari Dapur MBG di Cikalong dan Rajapolah Tasikmalaya

- Redaksi

Sabtu, 27 September 2025 - 00:01 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SATUNEWS.ID  – TASIKMALAYA , ||  Kasus dugaan keracunan makanan kembali menghantui sekolah penerima suplai dari dapur Menu Bergizi Gratis (MBG) di bawah koordinasi Kodim 0612/Tasikmalaya. Investigasi lapangan mencatat dua peristiwa besar terjadi di Kecamatan Cikalong dan Rajapolah, dengan puluhan siswa menjadi korban.

Peristiwa terbaru berlangsung pada 18 September 2025 di Desa Mandala Jaya, Kecamatan Cikalong. Dapur MBG yang dikelola Yayasan Suyono Miharta Wijaya diduga menjadi sumber makanan penyebab 63 siswa mengalami gejala keracunan. Sebanyak 13 siswa harus mendapat perawatan medis, terdiri dari sembilan orang di Puskesmas Cikalong dan empat lainnya di Klinik Sativa.

Selain itu, hasil survei tim medis menemukan tambahan 50 siswa lain yang mengalami gejala serupa, namun memilih melakukan perawatan mandiri di rumah masing-masing. Dengan demikian, total korban di Cikalong mencapai lebih dari seratus siswa.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus serupa tercatat pada 2 Mei 2025 di Rajapolah. Saat itu, dapur MBG di bawah pengelolaan Yayasan Abubakar menyalurkan makanan ke sejumlah sekolah dasar dan menengah. Catatan medis menunjukkan 51 siswa terdampak, dengan 38 di antaranya menjalani perawatan jalan di Puskesmas Rajapolah dan 13 siswa lain dalam observasi dokter.

Korban di Cikalong berasal dari PAUD Dahlan Alfalah, TK Dahlan Alfalah, SDN Cikalong, dan SDN Medang Kamulyaan. Sementara di Rajapolah, siswa terdampak tersebar di enam sekolah, mulai dari SDN Manggungjaya hingga TK PGRI Fajar Kasih.

Meski jumlah korban cukup besar, seluruh siswa dilaporkan pulih setelah menjalani perawatan singkat. Petugas kesehatan di Rajapolah menyebut rata-rata siswa hanya dirawat sehari sebelum diperbolehkan pulang.

Hasil investigasi awal mengarah pada kesalahan pengolahan makanan. Di Cikalong, menu mie yang terlalu lama disajikan diduga menjadi pemicu. Sedangkan di Rajapolah, saksi menyebut adanya perbedaan rasa pada menu ayam teriyaki yang diberikan kepada siswa.

Saat ini, dapur MBG di Cikalong masih beroperasi meski penyelidikan tengah berlangsung. Sampel makanan telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat, dan tim Bareskrim Mabes Polri ikut turun tangan.

Adapun dapur MBG di Rajapolah sempat ditutup selama sebulan pasca-kejadian, sebelum kembali beroperasi setelah ditangani Polda Jawa Barat. Namun, kasus ini tetap menyisakan tanda tanya besar terkait efektivitas pengawasan dapur MBG di lapangan.

Program yang dirancang untuk memenuhi gizi seimbang anak sekolah justru meninggalkan catatan kelam dengan ratusan siswa terpapar gejala keracunan. Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah dan aparat untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang. (R**)

Berita Terkait

Jaga Kondusivitas Tahun Baru, Ketua FPK Dampingi Wali Kota Tasikmalaya
Tasikmalaya Tegaskan Diri sebagai Kota Religius dan Toleran lewat Forum Pembaruan Kebangsaan
GIBAS Bongkar Dugaan Sekolah Ilegal: “Bangunannya Mirip Kandang Domba!”
Dugaan Pelanggaran Teknis Menguat, Irigasi Baru Selesai Sudah Jebol
BPBH-GIBAS Kota Tasikmalaya Resmi Dikukuhkan, Perkuat Layanan Bantuan Hukum
Prajurit Muda TNI AD Sabet Juara 2 Lomba Lari 10K di Tasikmalaya
Pembangunan Masjid IKM Tasikmalaya Dapat Dukungan Moril dari Komandan Subdenpom III/2-2 Tasikmalaya
Pengurus IKMT Kawal Ketat Penggunaan Dana Sedekah Pembangunan Masjid Minang Tasikmalaya

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:21 WIB

Wabup Bogor H. Jaro Ade Lakukan Jum’at Keliling, Teguhkan Syukur dan Persatuan di Cileungsi

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:04 WIB

Hidup Ini Susah

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:10 WIB

Desa Gunung Putri Naik Kelas: Data Presisi Jadi Senjata Baru Pembangunan Bogor

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:15 WIB

Pemerintah Kota Cimahi Raih UHC Awards 2026 Kategori Pratama

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:02 WIB

Amanah Anggaran dan Air Mata Pemimpin: Musdes LPJ Cikahuripan Sarat Nilai Ibadah

Rabu, 28 Januari 2026 - 22:39 WIB

Musrenbang Citeureup 2026: Bedah Masalah Kesehatan, Pendidikan, Kemiskinan, dan Pengangguran

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:26 WIB

Menag Ingatkan Batas Akhir Produk Farmasi Wajib Sertifikasi Halal 17 Oktober 2026

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:28 WIB

Korban di Janjikan Kerjasama Agen Pangkalan Elpiji Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru

Artikel

Hidup Ini Susah

Jumat, 30 Jan 2026 - 07:04 WIB

Artikel

Pemerintah Kota Cimahi Raih UHC Awards 2026 Kategori Pratama

Kamis, 29 Jan 2026 - 15:15 WIB