LAGI..,KORBAN PELAYANAN BURUK RSUD CABANGBUNGIN BERTAMBAH

- Redaksi

Minggu, 27 Juli 2025 - 10:37 WIB

509 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAGI..,KORBAN PELAYANAN BURUK RSUD CABANGBUNGIN BERTAMBAH

BEKASI-  Satunews.id

Banyak nya korban Pelayanan buruk dan dugaan malapratek RSUD Cabang bungin. dari korban pelecehan oknum Dokter di tempat praktek ,Korban Dugaan malapraktek pasien DBD yang berakibat cacat Buta mata permanen, korban
tindakan Operasi gelap tanpa persetujuan pasien dan keluarga nya, Sampai banyak nya keluhan-keluhan pelayanan buruk RSUD di Cabang bungin.
Aduan dari para korban yang sudah di layangkan ke Majelis disiplin Profesi Kemenkes RI sampai yang telah melapor ke pihak kepolisian yang Saat ini sedang dalam proses.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun tak sampai di situ buruknya pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin malah Memunculkan Korban masyarakat yang terus bertambah, kali ini akibat kebobrokan management itu menimpa Didi warga Desa Jayalaksana sendiri yang rumahnya persis di Depan gedung RSUD Cabangbungin.
Yang semakin menambah daftar panjang fakta-fakta di lapangan pelayanan buruk RSUD Cabang bungin.

Hal itu dikatakan orang tua korban Berinisial MN, Awal mulanya anaknya yang bernama Didi mengalami kecelakaan lalu lintas. kemudian di larikan ke RSUD Cabangbungin. Setelah di tangani oleh pihak RSUD Cabangbungin Didi hanya mendapatkan perawatan yang sekedar nya saja. bahkan tidak mendapat kamar ruang perawatan untuk anak nya.
lagi-lagi dengan alasan kamar penuh. padahal kata dia, setelah pensaran dan coba mengecek langsung oleh para keluarga ternayara masih terdapat banyak kamar yang kosong.

“Kaki Anak saya mengalami luka tapi tidak tangani,tidak di impus tidak juga di jahit hanya di perban saja. Saya tahu dari dulu pelayanan RSUD Cabangbungin ini benar-benar bobrok. Harus nya di tanganin biar bener,kalau emang saya harus bayar , ya saya bayar. ini mah anak saya di biarkan mangkrak ,saat ini anak saya sampai hari jerijinya ada yang copot,”katanya bernafa marah campur sedih kepada wartawan Sabtu (26/7).

Ditambahkannya, setelah dibiarkan mangkrak di RSUD Cabangbungin Didi di larikan ke pengobatan tradisional di sekitaran Kecamatan Sukatani ternyata setelah di buka perban luka di pengobatan tradisional itu luka nya Didi dulu tidak di bersihkan oleh pihak nakes RSUD Cabangbungin sampai sekarang kaki nya jadi bengkak dan membusuk,hal itu lah yang membuat geram pihak keluarga.

“Pokoknya itu mah bobrok saya sekeluarga Sangat kecewa kepada RSUD Cabangbungin tukang bohong,,”kesalnya.

Sementara menanggapi hal itu Kepala Desa Jayalaksana. Irwansyah mengatakan pihaknya sudah sangat muak dengan ulah para pejabat di RSUD Cabangbungin yang terus menimbulkan korban di masyarakatnya. dengan terus menerus para korban yang semakin bertambah pihaknya bersama para kepala desa sekecamatan cabang bungin semakin meminta kepada Bupati Bekasi segera mempercepat pemecatan Direktur beserta jajarannya yang selalu menyelengsarakan masyarakatnya itu. Karena kata dia jika terus dibiarkan akan berpotensi terus memakan korban akibat standart majanemen buruk dan kelalaian pihak RSUD Cabangbungin.

“Saya juga dari jajaran pihak Pemerintahan desa Jayalaksana sudah menjenguk langsung kondisi korban. Ini semakin membuktikan buruknya pelayanan di RSUD Cabangbungin. Semoga surat resmi dari kami bersama kepala desa se -kecamatan Cabangbungin tentang pergantian Direktur dan manajemen yang mengelola saat ini segera di lakukan evaluasi oleh Bupati Bekasi karena memang sudah sangat gaduh di lingkungan masyarakat cabang bungin,”tukasnya.

Di ketahui sebelum nya para kepala desa se-kecamatan cabang bungin berdasarkan banyak nya keluhan masyarakat di wilayah desa nya masing-masing mendorong para kepala desa membuat surat permohohan secara resmi kepada bupati bekasi untuk segera melakukan evaluasi terhadap RSUD Cabang bungin karena sudah sangat urgent.

(red)

Berita Terkait

Sorotan Hari Guru Nasional 2025: Di Balik Selebrasi Tema “Cinta” dan “Kuat”, Guru PPPK di Bekasi Suarakan Tuntutan Alih Status dan Kesejahteraan
PT.Yong Woo Kembali  Tidak Membayarkan Gaji Karyawan, Boby Agus Ramdan Anggota DPRD dan Komisi 1V akan Sidak 
Proyek Pembangunan Swakelola SDN 01 Sukaraya akan Disidak Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi ?
Proyek Pembangunan Swakelola Gedung SDN 01 Sukaraya Diduga  Kongkolingkong Sarat KKN !!
Proyek Revitalisasi SDN 01Sukaraya Amburadul Dikhawatirkan Cacat Mutu
Klinik di Karangbahagia, Bekasi, Beroperasi Tanpa Izin, Keselamatan Pasien Dipertanyakan
KPPG Kabupaten Bekasi  Berdayakan UMKM dengan Menggelar Kurasi Produk UMKM di Rest Area KM 19 
Dirus PDAM Tirta Bhagasasi Menjadi Tersangka, JM Hendro Ketua LSM Penjara Indonesia Desak Bupati Bekasi Copot Jabatan Dirus

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:54 WIB

Catat Prestasi Tata Kelola, Pemkab Bandung Raih Nilai SPIP dan MRI Tertinggi se-Jabar

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:12 WIB

Kang DS : Pak Presiden Hidupkan Kembali Gagasan Soemitro Lewat Koperasi Merah Putih

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:32 WIB

POR DPRD Terselenggara Tanpa Suntikan APBD Kabupaten Bandung

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:56 WIB

BBWS Apresiasi Peran Penting Pentahelix dalam Penanggulangan Banjir Dayeuhkolot

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:52 WIB

Bupati Kang DS, Berikan Piagam dan Reward Terhadap WP Yang Tepat Waktu dan Tepat Jumlah

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:19 WIB

Erwan Kusumah Hermawan, Selain Penghargaan ada Reward Buat Kontributor WP

Senin, 26 Januari 2026 - 19:10 WIB

Hadapi Pengurangan TKD Hampir Rp 1 Triliun, Bupati Bandung : Coret Belanja yang Tidak Penting!

Senin, 26 Januari 2026 - 10:23 WIB

DALDUKPPA Hadir di Program Bunga Desa Banjarasari, Dekatkan Layanan KB dan Perlindungan Keluarga

Berita Terbaru

Artikel

Hidup Ini Susah

Jumat, 30 Jan 2026 - 07:04 WIB

Artikel

Pemerintah Kota Cimahi Raih UHC Awards 2026 Kategori Pratama

Kamis, 29 Jan 2026 - 15:15 WIB