Peluncuran Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-GCC

- Redaksi

Minggu, 18 Agustus 2024 - 01:45 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satunews.id

Jakarta, 17 Agustus 2024 – Indonesia dan Dewan Kerja Sama untuk Negara Arab di Teluk (GCC) hari ini secara resmi memulai perundingan untuk Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara kedua belah pihak. Acara peluncuran perundingan ini dilaksanakan sore ini dan dihadiri oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, serta Sekretaris Jenderal GCC, Jasem Mohamed Albudaiwi.

Perundingan ini bertujuan untuk menghapuskan hambatan perdagangan dan tarif antara Indonesia dan negara-negara anggota GCC, yang terdiri dari Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan akan terjadi peningkatan volume perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara Teluk.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya perjanjian ini sebagai langkah strategis dalam memperluas pasar ekspor Indonesia dan memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara GCC. “Perjanjian ini akan membuka peluang baru bagi produk-produk Indonesia untuk memasuki pasar GCC yang sangat potensial,” kata Hasan.

Sekretaris Jenderal GCC, Jasem Mohamed Albudaiwi, menyambut baik dimulainya perundingan ini dan berharap proses negosiasi dapat berjalan lancar. “Kami melihat potensi besar dalam kerjasama ini, terutama dalam sektor-sektor seperti energi, teknologi, dan perdagangan barang dan jasa. Kami optimistis bahwa perjanjian ini akan memberikan manfaat signifikan bagi kedua belah pihak,” ujar Albudaiwi.

Negosiasi ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa bulan ke depan. Setelah kesepakatan tercapai, perjanjian ini akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha dari kedua belah pihak serta menciptakan lebih banyak peluang kerja di berbagai sektor.

Internasional

Ekonomi Global Menghadapi Ketidakpastian di Tengah Ketegangan Geopolitik yang Meningkat

Jenewa, 17 Agustus 2024 – Lanskap ekonomi global menghadapi tantangan signifikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan. Perkembangan terbaru, termasuk konflik yang sedang berlangsung dan sengketa perdagangan, berkontribusi pada prospek ekonomi yang tidak pasti bagi banyak negara.

Salah satu sumber utama kekhawatiran adalah konflik yang semakin intensif antara kekuatan besar, terutama di Eropa Timur dan kawasan Asia-Pasifik. Para analis memperingatkan bahwa permusuhan yang berkepanjangan dapat mengganggu rantai pasokan global, menyebabkan kenaikan harga barang-barang esensial dan menambah tekanan pada perdagangan internasional.

Di Eropa Timur, ketegangan antara Rusia dan Ukraina telah mencapai titik baru, dengan eskalasi terbaru meningkatkan kekhawatiran akan keterlibatan militer yang lebih luas. Konflik ini telah berdampak pada pasokan energi ke Eropa, menyebabkan lonjakan harga energi dan menimbulkan kekhawatiran mengenai inflasi dan stabilitas ekonomi.

Sementara itu, di kawasan Asia-Pasifik, sengketa yang sedang berlangsung di Laut China Selatan dan aktivitas militer yang meningkat meningkatkan ketegangan regional. Ketegangan geopolitik ini mempengaruhi jalur perdagangan dan menyebabkan gangguan dalam pengiriman maritim, yang semakin memperburuk masalah rantai pasokan.

Sebagai tanggapan terhadap tantangan ini, banyak negara sedang merevisi proyeksi ekonomi mereka dan menerapkan langkah-langkah untuk mengurangi dampak. Bank sentral sedang menyesuaikan suku bunga, dan pemerintah memperkenalkan paket stimulus ekonomi untuk mendukung pertumbuhan dan stabilitas. Namun, efektivitas langkah-langkah ini tetap tidak pasti saat ekonomi global menghadapi tekanan ganda dari ketidakstabilan geopolitik dan volatilitas ekonomi.

Para ekonom menyarankan bisnis dan investor untuk tetap berhati-hati dan mendiversifikasi portofolio mereka untuk mengelola risiko yang terkait dengan iklim geopolitik saat ini. Sifat saling terkait dari ekonomi global berarti bahwa gangguan di satu kawasan dapat memiliki konsekuensi yang luas, menyoroti kebutuhan untuk perencanaan strategis dan ketahanan.

Saat dunia menghadapi masa-masa yang tidak menentu ini, kerjasama internasional dan upaya diplomatik akan sangat penting dalam menangani penyebab mendasar ketegangan dan memastikan lingkungan ekonomi yang stabil. Beberapa bulan mendatang akan krusial dalam menentukan seberapa efektif negara-negara dapat mengelola tantangan ini dan menjaga stabilitas ekonomi global.

Reforter:

Abah azis

Berita Terkait

Hidup Ini Susah
Desa Gunung Putri Naik Kelas: Data Presisi Jadi Senjata Baru Pembangunan Bogor
Pemerintah Kota Cimahi Raih UHC Awards 2026 Kategori Pratama
Perang Melawan TBC Dimulai dari Desa: GunungSari Tegas Nyatakan Desa Siaga TBC
Amanah Anggaran dan Air Mata Pemimpin: Musdes LPJ Cikahuripan Sarat Nilai Ibadah
Musrenbang Citeureup 2026: Bedah Masalah Kesehatan, Pendidikan, Kemiskinan, dan Pengangguran
Menag Ingatkan Batas Akhir Produk Farmasi Wajib Sertifikasi Halal 17 Oktober 2026
Korban di Janjikan Kerjasama Agen Pangkalan Elpiji Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:16 WIB

Kepala UPT Sapras Bale Endah, Estapet Lakukan Monitoring dan Perbaikan Drainase

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:35 WIB

Cuaca Ekstrem, Bupati Bandung Minta Warga Waspada Banjir hingga Angin Kencang

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:12 WIB

Kang DS : Pak Presiden Hidupkan Kembali Gagasan Soemitro Lewat Koperasi Merah Putih

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:32 WIB

POR DPRD Terselenggara Tanpa Suntikan APBD Kabupaten Bandung

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:56 WIB

BBWS Apresiasi Peran Penting Pentahelix dalam Penanggulangan Banjir Dayeuhkolot

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:52 WIB

Bupati Kang DS, Berikan Piagam dan Reward Terhadap WP Yang Tepat Waktu dan Tepat Jumlah

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:19 WIB

Erwan Kusumah Hermawan, Selain Penghargaan ada Reward Buat Kontributor WP

Senin, 26 Januari 2026 - 19:10 WIB

Hadapi Pengurangan TKD Hampir Rp 1 Triliun, Bupati Bandung : Coret Belanja yang Tidak Penting!

Berita Terbaru

Artikel

Hidup Ini Susah

Jumat, 30 Jan 2026 - 07:04 WIB

Artikel

Pemerintah Kota Cimahi Raih UHC Awards 2026 Kategori Pratama

Kamis, 29 Jan 2026 - 15:15 WIB