Trotoar Ramah Disabilitas dan Jogging Track di Taman Lalu Lintas Ditargetkan Rampung Pekan Depan

Satunews.id

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 08:42 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bandung, Satunews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABM) tengah menyelesaikan pilot project trotoar ramah disabilitas di kawasan Taman Lalu Lintas.

Proyek percontohan ini menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan ruang kota yang lebih inklusif sekaligus multifungsi, sejalan dengan visi Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam merevitalisasi infrastruktur kota yang humanis dan partisipatif.

Kepala DSDABM Kota Bandung, Didi Ruswandi menjelaskan, proyek ini tidak sekadar membangun trotoar, tetapi juga merancangnya agar bisa menjadi jalur yang nyaman untuk aktivitas fisik seperti jogging, sekaligus memastikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas tetap terjamin.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau dulu trotoar-trotoar di Kota Bandung umumnya tidak menggunakan material aspal. Tapi Pak Wali Kota sekarang, Pak Farhan, mengarahkan agar trotoar bisa multifungsi. Salah satunya agar bisa dipakai jogging, dan dari kajian, material aspal itu lebih nyaman digunakan dibanding beton,” ujar Didi, saat ditemui di sela kunjungan lapangan di kawasan Taman Lalu Lintas, Selasa, 1 Juli 2025.

Penggunaan aspal, lanjut Didi, memberikan tekstur permukaan yang lebih empuk dan aman, baik bagi pelari rekreasional maupun pengguna kursi roda.

Model ini diharapkan menjadi acuan pembangunan trotoar masa depan di Kota Bandung, terutama di kawasan yang memiliki fungsi ruang terbuka aktif.

“Ini bukan hanya soal jogging. Yang utama adalah tetap ramah disabilitas. Jadi selain desainnya memperhatikan guiding block, ramp, dan akses lainnya, kita juga ingin trotoar ini nyaman untuk semua kalangan. Apalagi bentuknya looping, cocok untuk warga yang ingin berolahraga ringan sambil menikmati suasana taman,” tambahnya.

Trotoar yang sedang dibangun ini memiliki panjang sekitar 800 meter, membentang mengelilingi kawasan Taman Lalu Lintas.

Lebar trotoar bervariasi mengikuti lebar ruang dan struktur eksisting di lapangan, dengan penyesuaian agar tetap aman, representatif, dan tidak menyalahi aturan lalu lintas.

Progres pembangunan saat ini telah mencapai tahap akhir, dan ditargetkan akan selesai dalam waktu sekitar satu minggu ke depan.

Setelah selesai, kawasan ini tidak hanya akan menjadi jalur pedestrian yang lebih nyaman, tetapi juga bisa digunakan sebagai lintasan lari anak-anak dan keluarga.

“Pak Wali juga sempat menyampaikan ide, kalau sudah rampung, beliau ingin ada kegiatan seperti lomba lari anak-anak di trotoar ini. Jadi bisa jadi momen aktivasi ruang publik sekaligus mengajak masyarakat menjaga bersama fasilitasnya,” kata Didi.

Menurut Didi, keberadaan trotoar ramah disabilitas tidak akan optimal tanpa perubahan perilaku masyarakat.

Ia memgingatkan, pentingnya kesadaran kolektif warga untuk menjaga fungsi trotoar tetap sesuai peruntukannya.

Sebab, sering kali trotoar yang sudah dibangun justru digunakan untuk aktivitas seperti berdagang, parkir liar, atau nongkrong yang memakan badan trotoar.

“Infrastruktur yang inklusif harus dibarengi dengan perilaku yang inklusif juga. Kalau trotoar dipakai buat dagang atau parkir, ya disabilitas tetap enggak bisa lewat. Kalau nongkrongnya sampai menutup jalur, sama saja. Jadi saya mengimbau, mari kita jaga sama-sama, aktifkan ruang publik ini, dan bangun budaya saling menghormati,” ujarnya.

Pembangunan trotoar ramah disabilitas ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Bandung dalam menciptakan kota yang human-centered dan menjamin hak akses semua kalangan terhadap ruang kota.

Jika percontohan ini sukses secara fungsi dan sosial, DSDABM siap memperluas penerapannya ke berbagai titik strategis lainnya di Kota Bandung.

“Kalau ini berhasil, ini akan jadi model di banyak titik lain di Bandung. Jadi kita mulai dari sini dulu. Hal yang penting nyaman, aman, dan inklusif,” pungkas Didi.

Pemerintah Kota Bandung terus berupaya memperbaiki kualitas ruang publik melalui pendekatan yang adaptif dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Proyek trotoar di Taman Lalu Lintas menjadi bukti bahwa infrastruktur kota tidak hanya soal beton dan aspal, tapi juga tentang nilai, akses, dan partisipasi sosial.

Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, komunitas, dan warga kota, trotoar ini diharapkan menjadi simbol baru dari Bandung yang ramah, sehat, dan inklusif bagi semua.

(dr.j)

Kepala Diskominfo Kota Bandung

Yayan A. Brilyana

Berita Terkait

BKK 2026 Desa Karang Tengah Diluncurkan! Kades Suhandi Apresiasi Bupati Bogor, Pembangunan Dituntut Transparan dan Tepat Sasaran
8 Tersangka Pengeroyokan di Pasar Caringin Diamankan Polrestabes Bandung
PT Phytochemindo Reksa Turun Tangan Perbaiki Jalan Cibugis! Kades Gonon: Sinergi Perusahaan dan Desa, Manfaatnya Dirasakan Warga
Calon Tunggal di Desa Lemeu, Kadis PMD Lebong: Pemilihan Tetap Dilanjutkan
Duka di Pasar Caringin, Farhan Minta Aparat Kewilayahan Lebih Perhatikan Wilayahnya
Pemkot Bandung dan Kemenkes Bakal Bangun Central Medical Unit di Ujungberung
Pilkades Serentak Lebong 2026, Panitia Tetapkan Nomor Urut dan Deklarasi Damai
102 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan MBG, Ketua FJP2 Desak BGN Bongkar Pengawasan SPPG: Siapa Bertanggung Jawab?

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Preseden Buruk Bagi Birokrasi di Kabupaten Bekasi, TP2D Kankangi Lembaga Resmi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Edi Suprapto Kukuhkan Pengurus SWI Kota dan Kabupaten Bandung dalam Rapat Koordinasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Pimpred Kabarnusa24: Belum Saatnya Pak Plt !!! Pembentukan TP2D Kabupaten Bekasi Lampaui Batas Kewenangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:47 WIB

MUSKOT KORMI Kota Bandung Tetapkan Topan Ardian Saputra sebagai Ketua Definitif

Rabu, 9 September 2026 - 20:34 WIB

THE GAME HAS CHANGED: Perry & Chandra, Karakter Adalah Modal Utama Bisnis di Era Sulit

Minggu, 6 September 2026 - 19:43 WIB

DPD KKJN Jawa Barat 2026-2030 Resmi Terbentuk Komitmen Lahirkan Jurnalis Profesional dan Berintegritas

Rabu, 2 September 2026 - 22:48 WIB

Tiga Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kabupaten Bogor, MUKAB IX Jadi Penentu Arah Dunia Usaha 2026–2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kang Awang Tegaskan Komitmen LBI Kota Bandung: Bukan Sekadar Kumpul, Tapi Bermanfaat dan Siap Kawal Visi ‘Bandung Utama’

Berita Terbaru