20 Oktober 2021

SatuNews

Beyond the News

Oksigen Langka, Legislator Ingatkan Pemerintah dan Aparat

2 min read

BANDARLAMPUNG – Tabung oksigen di Bandarlampung mulai langka seiring terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Beberapa warga Bandarlampung kesulitan mendapatkan tabung oksigen. Meski bisa didapat, harga tabung oksigen jadi mahal.

Kantor Wilayah II Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencatat harga tabung oksigen di lima provinsi mengalami kenaikan. Lima provinsi itu yakni Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Bengku, dan Bangka Belitung. Harga tabung oksigen ukuran 1 m3 mencapai harga Rp2 juta/tabung atau naik tiga kali lebih besar dari harga normal.

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mewanti-wanti pemerintah dan aparat untuk mewaspadai pengusaha ‘nakal’ yang berupaya menimbun oksigen saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Bandarlampung sendiri akan mulai PPKM darurat pada Senin (12/7) sampai waktu yang tidak ditentukan.

Kepada wartawan, baru ini, Rahmat Mirzani mengatakan di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia termasuk Provinsi Lampung, pasokan oksigen mengalami kelangkaan di mana-mana termasuk rumah sakit dan puskesmas.

“Saat ini, tabung dan pasokan oksigen sangat dibutuhkan bagi masyarakat khususnya penderita Covid-19. Untuk itu, kita meminta kepada pemerintah maupun aparat agar bisa menindak oknum atau pihak yang sengaja ‘mempermainkan’ harga dan stok dengan cara melakukan penimbunan oksigen khususnya saat PPKM darurat,” jelasnya.

Menurut Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Lampung itu, situasi dan kepanikan masyarakat ditengah pandemi saat ini bisa jadi celah para pengusaha ‘nakal’ untuk meraup keuntungan lebih.

 “Saat ini masyarakat sangat butuh. Masyarakat juga mulai panik, makanya saya katakan jangan panik. Saya juga mengimbau kepada pemerintah dan aparat untuk tindak tegas jika ada pihak yang melakukan penimbunan oksigen,” ucapnya.

 

Sudah Baik

 

Di lain pihak, politisi PDI Perjuangan juga Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Kostiana menyebut kinerja pemerintah sejauh ini terbilang baik. Kelangkaan oksigen, kata dia, terjadi karena memang lonjakan kasus Covid-19 terjadi diluar perkiraan.

“Kita tidak boleh serta merta menyalahkan pemerintah. Karena sebelumnya tidak pernah menyangka ini (kelangkaan oksigen) bakal terjadi. Karena biasanya dengan produksi normal, kebutuhan masyarakat tercukupi. Jadi Pemda dan Pusat sudah berbuat sangat baik untuk kebaikan masyarakat,” singkatnya.

Sementara itu, beberapa waktu sebelumnya, Polresta Bandarlampung melakukan pengecekan ke beberapa agen tabung oksigen. Hasilnya, aparat tidak ditemukan adanya penimbunan tabung oksigen.

“Kami sudah memeriksa ke sejumlah agen oksigen, hasilnya pasokan oksigen di Bandarkampung memang mengalami kelangkaan. Jadi ini karena permintaan tinggi, sehingga stok tabung memang kosong dan untuk oksigennya masih dalam perjalanan,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandarlampung, Kompol Resky Maulana.

Menurut Resky, pemasok tabung oksigen saat ini membatasi distribusi. Mereka hanya melayani penjualan untuk pembeli pribadi, sedangkan untuk yang sedang menjalani isolasi mandiri bisa langsung beli dengan batasan tertentu.

“Batasan ini, tentunya dengan memperhatikan kebutuhan yang mencukupi untuk satu orang saja. Sementara penanganan intensifnya, nantinya akan dikomunikasikan lagi dengan fasilitas kesehatan di Bandarlampung, sebagai tempat dilakukan perawatan,” ujar Resky Maulana. (Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *