27 Juli 2021

SatuNews

Beyond the News

Aan Ajak Masyarakat Bermusyawarah Lestarikan Desa

2 min read

LAMPUNG SELATAN – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Sahlan Syukur sosialisasi peraturan daerah Provinsi Lampung nomor 1 tahun 2016 tentang rembug Desa dan Kelurahan dalam pencegahan konflik di Provinsi Lampung.

Bertempat di Desa Rulung Mulya, Kecamatan Natar, Sabtu (10/7), sosialisasi digelar dengan menggunakan forum diskusi tanya jawab yang dihadiri oleh Pamong dan beberapa tokoh Desa setempat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu jaga jarak dan memakai masker. Tampak hadir dua Narasumber yakni Nur Prima Qurbani dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dan Wandono sebagai Penggiat Pendidikan.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan adanya Perda tentang rembug desa merupakan bagian upaya pemerintah dalam meminimalisir terjadi konflik di masyarakat. Aan sapaan akrabnya, juga mengajak masyarakat selalu menerapkan pola hidup rukun dengan mengutamakan musyawarah dalam membangun desa.

“Membangun rumah atau desa itu pasti ada masalah tidak akan 100% mulus tetapi kita sebagai mahluk sosial bukan masalahnya yang dipermasalahkan melainkan solusi dari masalah yang harus kita cari bersama-sama,” ungkapnya.

Aan berpendapat, pandemi Covid-19 telah merugikan berbagai hal, salah satunya pendidikan untuk anak-anak. Kata dia, pembelajaran daring dikeluhkan orang tua karena kebingungan mengawal proses belajar anaknya di rumah.

“Maka dengan ini kami menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung untuk menjelaskan mekanisme pendidikan dan perlindungan kepada anak baik pendidikan disituasi Covid-19,” jelasnya.

Dipenghujung acara, Sekertaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung itu menyampaikan kebun raya jeruk yang ada di Desa Rulung Mulya punya potensi besar. Akan tetapi masih kurang memiliki akses jalan. Pun dia mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong royong membangun akses jalan yang belum rapih dan memperkenalkan aset desa salah satunya kebudayaan jeruk.

“Ini merupakan aset kebanggaan, kebahagiaan kita karena diberikan karunia dari Allah SWT yaitu keindahan tanaman jeruk, maka kita sebagai mahluknya harus mampu menjaga dan melestarikan keindahannya,” tukasnya. (Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *