27 Juli 2021

SatuNews

Beyond the News

Pemkot Bandarlampung Putuskan Pembelajaran Tatap Muka Diundur

2 min read

BANDARLAMPUNG – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021 di Kota Bandarlampung kembali mundur pada Juli ini. Penundaan PTM tersebut bertujuan menekan kasus Covid-19 yang cenderung semakin meningkat belakangan ini.

Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana menyatakan sudah mendapatkan instruksi dari pemerintah pusat terkait PTM di Bandarlampung ditunda dan murid/guru tetap belajar-mengajar secara daring. “Saya minta orang tua wali murid bersabar, dan saya minta maaf kepada masyarakat Bandarlampung,” kata Walikota Eva Dwiana di Bandarlampung, Senin (6/7).

Menurut dia, instruksi pemerintah pusat tersebut memberikan alasan penundaan PTM pada tahun ajaran baru untuk menekan laju peningkatan kasus positif Covid-19. Ia menyatakan instruksi dari pusat tersebut dilaksanakan untuk kemaslahatan bersama, yakni agar tetap sehat semuanya.

Pemkot Bandarlampung melalui Dinas Pendidikan telah menyiapkan PTM pada tahun ajaran baru. Bahkan, Pemkot Bandarlampung sudah melakukan simulasi PTM dengan ketentuan-ketentuan dan peraturan prokes pada masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan data yang dilansir Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Senin (5/7), dari 15 kabupaten/kota di Lampung terdapat satu daerah zona merah, dan satu daerah zona kuning, selebihnya zona oranye (risiko kenaikan kasus sedang). Kota Bandarlampung berstatus zona oranye dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak diantaranya kabupaten/kota lainnya.

Data peta sebaran terdampak Covid-19 yang dikeluarkan Bappeda Lampung, Senin (5/7) menyebutkan, Kota Bandarlampung terdapat pasien positif 6.407 orang, penambahan 15 orang. Pasien positif sembuh 5.839 orang, dan pasien positif meninggal dunia 376 orang, bertambah 2 orang.

PPKM Mikro

Pemerintah memutuskan kembali memperpanjang penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk wilayah di luar Pulau Jawa-Bali hingga 20 Juli mendatang.

Dari 43 kabupaten/kota berada pada asesmen Covid-19 di level 4, kota Bandarlampung termasuk kota yang harus memperpanjnag PPKM mikro tersebut.

“Tadi sudah melapor ke Bapak Presiden terkait perpanjangan PPKM mikro tanggal 6- 20 Juli 2021 untuk di luar Pulau Jawa. Ini diatur perpanjangan yang selaras dengan PPKM Darurat di Jawa-Bali,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers daring, di Jakarta.

Menko Airlangga menyampaikan pada perpanjangan PPKM Mikro kali ini, terdapat 43 kabupaten/kota yang berada di asesmen level 4, kemudian 187 kabupaten/kota di level 3, dan 146 kabupaten/kota berada pada level 2.

“Dengan asesmen level 4 ini maka di 43 kabupaten/kota di 20 provinsi dilakukan pengetatan,” ujar Menko Airlangga.

Menko Airlangga menyebutkan kegiatan perkantoran/tempat kerja di level 4 melakukan Work From Home (WFH) dengan kapasitas 75 persen dan Work From Office (WFO) 25 persen. Sedangkan di zona lainnya, WFH 50 persen dan WFO 50 persen. Kegiatan belajar/mengajar di level 4 dilakukan secara daring dan level lainnya mengikuti peraturan Kemendikbudristek.

Kemudian kegiatan makan/minum di tempat umum di seluruh level asesmen, hanya diperbolehkan dengan kapasitas 25 persen hingga pukul 17.00 dan layanan pesan antar hingga pukul 20.00. Begitu juga dengan pusat perbelanjaan/mall yang hanya diizinkan beroperasi hingga pukul 17.00 dengan kapasitas 25 persen.

Sedangkan tempat ibadah level empat ditutup sementara dan level lainnya menyesuaikan dengan peraturan Kementerian Agama.

Demikian pula dengan kegiatan di area publik, kegiatan seni budaya, sosial, kemasyarakatan dan rapat, seminar, pertemuan luring, ditutup sementara. Sedangkan level lainnya diperbolehkan dengan kapasitas 25 persen.

Lebih lanjut Menko Airlangga menyampaikan terkait pelaksanaan shalat Idul Adha di level 4 dilaksanakan di tempat masing-masing dan untuk level lainnya mengikuti Surat Edaran masing-masing daerah. (Gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *