27 Juli 2021

SatuNews

Beyond the News

Lampung Waspada Paparan Varian Delta

3 min read

BANDARLAMPUNG – Lampung termasuk sebagai salah satu daerah, dari lima provinsi lain di Sumatera, yang rawan penularan Covid-19 varian Delta.

Varian Delta merupakan salah satu varian baru virus corona yang kini tengah mewabah di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Memiliki kemampuan transmisi atau penularan yang sangat tinggi, varian ini lebih mudah menular dibandingkan varian lain.

Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc SpP(K), dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dari Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), mengatakan bahwa Delta juga bisa mengelabui sistem imun tubuh.

Nah, varian inilah yang rentan menyebar ke wilayah Lampung, sebagaimana disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin.

“Kami sudah lihat ada lima provinsi di Pulau Sumatera yang kita harus ekstra hati-hati agar kita bisa mempersiapkan dengan baik,” kata Menkes Budi, dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/7).

Menurut Menkes, pemerintah sudah lihat di mana saja kira-kira provinsi lain yang memungkinkan ke depannya akan ada kenaikan dan lonjakan yang cukup tinggi. “Kita berusaha antisipasi itu,” ujarnya.

 

Perpanjang PPKM

 

Sehari sebelumnya, Senin (5/7), Menteri Perekonomian RI, Airlangga Hartarto memutuskan memberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Bandarlampung dan Kota Metro, mulai dari tanggal 6 hingga 20 Juli 2021.

Keputusan itu diambil, dalam Rakor Penanganan Covid-19 yang dihadiri langsung oleh Airlangga, selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), bersama para kepala daerah, termasuk Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, di Mahan Agung Gubernuran Lampung.

Dijelaskan, Pemerintah Pusat mendorong pengetatan PPKM mikro, terutama di 43 Kabupaten Kota non Jawa-Bali dengan assessment kesehatan level 4, terhitung mulai tanggal 6-20 Juli 2021.

Adapun pengetatan tersebut, antara lain:

-Perkantoran wajib bekerja di rumah (WFH) sebanyak 75% sehingga WFO hanya 25%.

-Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online.

-Sektor esensial bisa tetap beroperasi 100% dengan pengaturan jam oerasional dan protokol kesehatan.

-Untuk makan (dine in) di restoran dibatasi hanya 25% dan maksimal sampai pukul 17.00. Sementara untuk take away dibatasi sampai pukul 20.00.

-Mal tetap boleh buka sampai maksimal pukul 17.00 WIB dengan kapasitas 25%.

-Proyek konstruksi bisa beroperasi sampai 100%

-Kegiatan keagamaan di rumah ibadah ditiadakan.

-Semua fasilitas publik ditutup sementara.

-Seluruh kegiatan seni dan budaya ditutup.

-Seluruh kegiatan seminar dan rapat ditutup.

-Untuk Transportasi umum akan diatur oleh Pemda untuk kapasitas dan protokol kesehatan.

 

Meningkat

 

Mendasari rilis data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung, Selasa (6/7), kasus Covid-19 di Provinsi Lampung kembali meningkat, setelah sebelumnya sempat melandai.

Pasien Covid-19 yang meninggal dunia bertambah sebanyak 14 orang, sedangkan pasien positif bertambah 266 orang. Jumlah ini lebih banyak dari pasien positif yang sembuh, mencapai 140 orang.

Total keseluruhan jumlah pasien positif sebanyak 23.302 orang. Kasus baru 266 orang, pasien sembuh 19.680 orang, sedangkan pasien positif meninggal dunia 1.273 orang.

Penambahan 14 pasien meninggal dunia, menurut Dinkes Lampung, tersebar di beberapa daerah. Di antaranya, Kabupaten Lampung Tengah 4 orang, Lampung Timur 3 orang, Pringsewu dan Lampung Barat 2 orang, Kota Metro, Tulangbawang dan Tulangbawang Barat masing-masing satu orang.

Sejak Senin (5/7) kemarin, Kota Bandarlampung dan Kota Metro ditetapkan sebagai zona merah Covid-19. Menyusul, Kabupaten Lampung Utara yang sudah sejak sepekan lalu disematkan sebagai zona merah.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Lampung, dr Reihana mengatakan, dalam dua pekan terakhir angka reproduksi efektif Covid-19 di Lampung berfluktuasi. Yakni, antara 0,31 sampai 1,26 berada di atas angka 1.

“Pandemi (Covid-19 di Lampung) belum sepenuhnya terkendali,” kata dr Reihana, Selasa (6/7).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung, Edwin Rusli pun membenarkan, bahwa Kota Bandarlampung kembali masuk zona merah penyebaran Covid-19.

“Salah satu yang mempengaruhi kota ini masuk zona merah, karena angka kematian cukup tingggi,” kata Edwin Rusli.

Ia pun memimta masyarakat tetap tenang, dengan terus disiplin mematuhi protokol kesehatan. Pemkot Bandarlampung, kata dia, akan terus berupaya meminimalisir penyebaran Covid-19 di kota ini hingga keluar dari zona merah. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *