20 Oktober 2021

SatuNews

Beyond the News

Jalur Masuk Pelabuhan Bakauheni Diperketat

2 min read

Prediksi Lampung rawan penularan Covid-19 varian Delta, suka tidak suka harus diwaspadai masyarakat. Terlebih, adanya penambahan dua daerah dalam zona merah.

 

LAMPUNG SELATAN – Terhitung mulai Selasa (6/7), Polda Lampung memperketat jalur masuk-keluar Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni.

Keputusan itu disampaikan Kapolda Lampung, Irjen Pol Hendro Sugiatno pada rapat koordinasi (rakor) Rencana Penyekatan Masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke Pulau Jawa melalui transportasi darat dan laut, di Kantor PT ASDP Bakauheni, Selasa (6/7).

“Mulai hari ini (kemarin), Pelabuhan Bakauheni menjadi titik sentral Pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali,” kata Kapolda.

Pihaknya berupaya mengurangi mobilitas pergerakan masyarakat yang akan dan dari Jakarta. “Jangan ada kegiatan Rapid Test di Pelabuhan Bakauheni untuk pengendara yang akan melakukan perjalanan ke Jakarta,” kata Irjen Hendro pula.

Kapolda menekankan, bahwa kegiatan yang dilakukan ini hanya penyekatan, bukan PPKM Darurat. Lewat forum rakor tersebut, Kapolda pun menunjuk penanggung jawab penyekatan di Pelabuhan Bakauheni, Kapolres Lampung Selatan,

Sedangkan penanggung jawab putar balik kendaraan ke tempat asal, Kepala Satuan (Kasat) Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Lampung, sementara koordinator pelaksananya Direktur Lalu Lintas (Dir Lantas) Polda Lampung.

“Penyekatan akan diterapkan mulai Selasa (6/7) sampai (20/7) di beberapa titik-titik penyekatan,” jelasnya pula.

Sebelum rakor, Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugianto bersama Danrem 043/Gatam Brigjen Drajad Brima Yoga dan Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto meninjau titik penyekatan yang ada di Pelabuhan Penyebarangan Bakauheni.

“Dari Senin (5/7) kemarin kita sudah memberlakukan penyekatan mobilitas dari Pulau Sumatera yang hendak menuju ke Pulau Jawa di Pelabuhan Bakauheni,” kata Irjen Hendro.

Kendaraan pribadi maupun pejalan kaki yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa, kata dia, harus memiliki dua persyaratan. Yakni, harus ada surat rapid test antigen atau PCR, serta sertifikat vaksinasi.

“Kalau kedua persyaratannya tidak lengkap, kendaraan akan kami suruh putar balik. Yang pejalan kaki akan kami suruh pulang kembali. Ditunda dahulu perjalanannya sampai kedua persyaratannya lengkap,” katanya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan perihal pengetatan di Pelabuhan Bakauheni tersebut.

“Seluruh yang melintas di Pelabuhan Bakauheni akan dilakukan pengecekan secara ketat,” kata Kombes Pandra, Selasa (6/7).

Pengetatan akses keluar masuk Pulau Jawa ini, dijelaskannya, sesuai amanat surat edaran (SE) Kepala Satuan Tugas No 14 Tahun 2021. Setiap pengguna transportasi darat wajib membawa minimal surat keterangan sudah divaksin tahap pertama.

“Dilampirkan juga surat keterangan hasil negatif rapid antigen masa berlaku satu hari dan negatif PCR masa berlaku dua hari,” jelas Kombes Pandra. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *