27 Juli 2021

SatuNews

Beyond the News

Walikota Bandarlampung Minta Kasus Pengeroyokan Nakes Diusut Tuntas

2 min read

BANDARLAMPUNG – Tiga pria mengaku keluarga pejabat mengeroyok seorang perawat Puskesmas Kedaton, Rendi Kurniawan, Minggu (4/7) sekitar pukul 04.30 WIB.

Sebelum aksi pengeroyokan, ketiga pria kabarnya berniat meminjam tabung oksigen, namun tak dibolehkan oleh Rendi Kurniawan.

Informasi yang diperoleh dari Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Bandarlampung, Jupri Kartono, menyebutkan kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Kedaton.

“Ada oknum datang ke Puskesmas Kedaton, menngaku keluarga pejabat mau pinjam oksigen. Tidak diperbolehkan oleh perawat dan terjadi kejadian pemukulan terhadap perawat di sana,” kata Jurpri Kartono, Minggu pagi.

Pengeroyokan itu juga terekam video pendek disertai teriakan histeris seorang wanita. Dalam video pendek itu kemudian diberi caption, “Ya Allah perawat Puskesmas Kedaton dikeyorok subuh hari ini, ngaku2 anggota mau pinjem oksigen secara paksa karena oksigen kosong dimana-mana. Masih ada aja orang model begini. Kalu sakit berobat ya jangan gebukin nakes yg udah kerja tiap hari.”

Menurut Jupri, sebelum ke Puskesmas Kedaton, mereka terlebih dahulu ke Puskesmas Gedongair untuk mencari tabung oksigen. Identitas ketiga pengeroyok masih dipelajari polisi. Pasalnya, saat pengeroyokan terjadi, CCTV di Puskesmas Kedaton mati. “Infonya sedang olah CCTV yang di Puskesmas Gedongair,” kata Jupri.

Korban pengeroyokan itu, kata dia, juga sudah divisum. Ia menjelaskan, korban mengalami beberapa luka memar di dahi.

Sementara itu, Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana menyesalkan peristiwa pengeroyokan terhadap tenaga kesehatan tersebut.

“Kemungkinan mereka memaksa pinjam tabung oksigen untuk isolasi mandiri tetapi tidak begini caranya. Kalau memang ada yang rawat mandiri bilang kepada kelurahan atau kecamatan pasti akan kita layani dan rawat,” kata dia.

Eva menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian agar kasus pengeroyokan perawat ini dapat diusut tuntas karena menurut keterangan korban, salah satu dari pelaku penganiayaan tersebut mengaku keluarga pejabat.

Menurut dia, tim medis atau nakes tidak pantas diperlakukan seperti itu karena mereka telah bekerja 24 jam untuk melayani masyarakat bahkan seharusnya tenaga kesehatan dilindungi.

“Jadi siapa pun orangnya mau dia keluarga pejabat atau bukan tidak boleh melakukan tindakan seperti ini, apalagi tim medis kota ini sudah maksimal melakukan pelayanan siang malam untuk warga,” kata dia.

Dia mengungkapkan bahwa keadaan perawat tersebut saat ini sedikit mengalami trauma dan sedang menjalani perawatan di RSUD Abdoel Moeloek.

“Kita doakan saja Rendi (perawat) kondisinya membaik. Saya harap kejadian serupa tidak terjadi lagi di kota ini,” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli mengungkapkan berdasarkan informasi yang diterima bahwa perawat bernama Rendi saat kejadian sedang melaksanakan piket, kemudian datang tiga orang ingin meminjam tabung oksigen.

Namun, lanjut dia, karena tidak ada pasien yang dibawa pelaku ke puskesmas maka korban (Rendi) menanyakan keberadaan pasien, namun bukan mendapat jawaban, tetapi malah perawat itu mendapat pukulan di kepalanya.

“Pelaku bilang ada orang tua sakit dan mau pinjam tabung oksigen. Lalu ditanya oleh korban, pasiennya mana?, dijawab gak ada, di rumah. Kemudian perawat menimpali di sini bukan tempat peminjaman tabung oksigen, kita puskesmas dan yang sakit disuruh dibawa ke puskemas namun si perawat malah di keroyok,” kata dia.

Atas peristiwa itu, lanjut dia, korban mengalami beberapa luka di bagian kepala dan kini sedang menjalani perawatan di RSUD Abdoel Moeloek. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *