27 Juli 2021

SatuNews

Beyond the News

Sumber Air Panas Jati Agung Ditutup Sementara

2 min read

LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menutup sementara sumber air panas yang ditemukan di Dusun Sidodadi, Desa Jatimulyo, Jati Agung.

Keputusan ini diambil setelah Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto meninjau lokasi sumber air panas di Jati Agung, baru ini.

Kedatangan Nanang Ermanto untuk mengecek langsung kadar air panas yang keluar dari sumur bor milik warga bernama Subadri tersebut. Bupati akhirnya memutuskan untuk menutup sementara sumber air panas itu, untuk mengindari pengunjung yang berkerumun mengingat saat ini pandemi Covid-19 belum mereda.

“Sumber air panas ini, akan diperiksa untuk uji kelayakan kadar airnya, jangan sampai dengan adanya sumber air panas ini banyak warga berdatangan, tanpa memperhatikan protokol kesehatan,” kata Nanang Ermanto.

Kemunculan sumber air panas tersebut memang sempat membuat heboh warga Desa Sidodadi 1 Jatimulyo, RW 3 RT 33, Kecamatan Jati Agung.

Munculnya sumber air panas itu berawal dari ketidaksengajaan. Awalnya pemilik lahan Subadri membuat sumur bor untuk persediaan air rumah.

Subadri mengebor sumur karena berencana menetap di daerah tersebut. Tiba-tiba saja saat dibor, keluar air deras dengan kondisi panas.

Namun kemunculan air panas ini membuatnya urung pindah, malah akan membuat sebuah tempat wisata pemandian air panas yang bisa dimanfaatkan warga sekitar.

“Jadi saat selesai pengeboran, waktu itu tepatnya hari Jumat (25/6), setelah shalat mengecek untuk melihat airnya ternyata airnya banter (deras) ngalirnya,” kata Subadri, beberapa waktu lalu.

Saat dipegang, ternyata airnya panas.
“Semula kan mau saya bangun rumah terus untuk nanam sayuran, rencana mau pindah ke tempat yang agak luas. Tapi kata warga rupanya untuk mandi itu enak di badan. Jadi kemungkinan akan saya buatkan kincir biar airnya bisa buat mandi orang bisa sampai lima atau enam orang dan akan diplaster jadi bisa buat untuk rendam kaki,” kata Subadri.

Dia menuturkan untuk masuk ke tempat pemandian tidak dipungut biaya, namun akan disediakan kotak infak masjid. Menurut keterangan pemilik lahan kedalaman sumur bor tersebut mencapai sekitar 88 meter.

“Kedalaman sumur bor 25 batang pipa kurang tiga. Kalau dihitung satu batangnya empat meter jadi dalamnya sekitar 85 meteran. Alhamdulillah mengalir terus setiap hari. Sejak awal airnya keluar panas dan terus keluar jadi makin panas. Semburannya mencapai lima meter, jadi saya gak takut karena ditutup pake keran juga airnya berhenti. Jadi, bisa saya simpulkan ini benar mata air bukan semburan,” kata dia. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *